CINTA DENGAN EMPAT PRIA

CINTA DENGAN EMPAT PRIA
PRIA KETIGA.


__ADS_3

Meila baru tersadar dari lamunannya.Dani tersenyum manis padanya. Entah kenapa lah yach Ia selalu terkesima kala sudah ada cowo ganteng yang senyum.kw...kw...kw...


Mereka masih duduk di bangku panjang dibawah pohon nan rindang di rumah kosnya itu. Seusai Derin pulang Meila mengajak Pria itu duduk diteras tapi Dani menolak dan memilih duduk disana karena cuaca sore sangat sejuk jadi ia memilih berbincang-bincang dengan Meila dibawah pohon perdu itu.


Saat mereka duduk dan mengobrol disana suasana kos masih sepi karena hari minggu anak-anak kos masih sibuk diluar dengan segala urusannya dan untung juga ibu kos nya yang rempong itu tidak kelihatan batang hidungnya.


"Kala ngk berabelah" Guman Meila senang di dalam hati.


"Mel...mel..?!" Dani yang merasa dari tadi dicuekin. Akhirnya Ia menepuk pundak gadis itu yang segera membuatnya tersadar. Setelah membawa minuman dari dalam rumah dan mempersilahkannya minum Meila hanya diam saja.Padahal ia sudah bercerita basa-basi sedikit.Tapi sepertinya gadis itu tidak mendegarnya. Rupanya Meila sedang galau memikirkan tiga orang pria yang saat ini mendekatinya itu...


"Ups maaf..maaf!.Tiba-tiba tadi kepikiran sesuatu aja." ujar Meila tergagap.Ngak sadar sudah berapa lama ia tidak menanggapi perkataan Dani.Mendegar itu Pria keren itu hanya tersenyum saja


Meila..meila..! ujarnya


"Apa semua baik-baik saja Mel?" Dani memandang penuh menyelidik.Sepertinya ia merasa gadis itu banyak pikiran.Meila dengan segera mengatakan semua berjalan dengan baik.


"Tidak ada masalah kok kak" Ujarnya pada Pria yang memang Ia panggil kakak itu.


Dani memang sudah dewasa


Umurnya dengan Meila terpaut kira-kira 7 Tahun.Meila menjalani 22 Tahun dan Dani sudah 29 Tahun. Umur yang sudah matang untuk memulai berumah tangga, tapi dia belum menikah dan masih Jomblo lagi.Dia bekerja sebagai Kepala Cabang di salah satu Bank dan memiliki banyak usaha sampingan Seperti Kontrakan,Toko-toko dengan segala jenis usaha. Meila kurang tahu apa-apa aja tapi itulah garis besar yang ia tahu mengenai pekerjaan pria itu.


Perkenalannya tidak disengaja.Yaitu ketika seorang temannya mengajaknya ikut acara organisasinya yaitu sebuah organisasi Amal. Saat itu mereka mengunjungi Panti Jompo.Meila penasaran sekali dengan kehidupan disana.Kebetulan hari sabtu ia tidak ada kuliah ia menerima ajakan temannya itu. Nach disitulah dia bertemu dengan dani selaku ketua Organisasi tersebut.

__ADS_1


Setiba di panti jompo itu mereka memberikan Motivasi buat orang-orang tua.Mengajak bercerita dan bernyanyi juga menari-nari.Sungguh seru bisa berada disana. Hal itu adalah pengalaman baru bagi Meila. Dia juga sangat senang melihat Oang-orang Tua yang rata-rata sudah teramat tua itu bisa senang.Kelihatan sekali di raut wajah mereka jika mereka sangat bahagia dikunjungi anak-anak muda itu. Dani selaku penggagas organisasi serta merangkap ketua utama menarik perhatian Meila. Lelaki yang ramah itu sangat perhatian pada kehidupan orang-orang tua itu.Tidak sekedar mengunjungi.Ia juga mau menjadi tempat curhat mereka.


Banyak yang mencurahkan perasaan sambil menagis. Ada yang merasa tidak mau tinggal disana tetapi tetap dititipkan keluarga.dan banyak cerita lain. Meila sungguh merasa luar biasa terhadap pria yang bernama dani itu. Tidak hanya mengunjungi panti jompo ia juga rajin mengunjungi panti asuhan dan juga penjara-penjara. Disana ia bersama anggotanya sering memberikan makanan gratis.Itu dilakukan sekali seminggu plus memberikan Seminar dan motivasi yang mengarah ke hal rohani. Juga sering datang bersama tim nya untuk memberikan pelatihan-pelatihan kecil untuk bekal jika sudah keluar dari penjara.Intinya supaya Napi itu tetap semangat menjani hidup di penjara dan setelah keluar dapat memulai hidup yang baru sebagai orang yang baik dan memiliki keterampilan baru.


"Meila..meila..! ujar Dani sambil menepuk pundak gadis itu. " Kok melamun lagi sih" ujarnya sambil tersenyum lagi


"Kamu jatuh cinta ya mel.." Ledeknya membuat Meila buru-buru menepis praduga pria itu.


"Kayaknya Ia nich..!" katanya sambil memengang dagu gadis itu seolah-olah menyelidik.Diperlakukan begitu muka Meila memerah yang justru membuat Dani semakin meledek.


"Sama siapa nich jatuh cintanya. Pantas da lama ngak kedengaran kabarnya nich.. Ujarnya lagi sambil berusaha menatap Meila yang membuang pandangan entah kemana.Mukanya tiba-tiba memerah.Ia takut dani melihatnya.Entah kenapa ia tiba-tiba malu ditanya mengenai pacar. Dani justru heran meila menghindari pandangannya.Ia melirik kesamping kiri karena gadis itu membuang wajahnya kesamping kiri,eh tahunya si meila malah membuang wajahnya lagi ke samping kanan yang justru membuat dani makin penasaran. Ia berusaha menolak pandagan Dani.


"Ada apa nech sih Meila" Pikirnya. Entah kenapa Ia takut jika Meila menjawab ia telah punya pacar.


"Ngk loh kak.kan udah kubilang tadi itu teman ku.Mau pinjem catatan aja tadi" ujarnya berbohong agar tidak panjang lebar


" Kakak kyak ngk tahu aku aja banyak teman, semua Just Friend" ujarnya menyakinkan.Sejenak Dani terdiam.Ia memang tahu Meila orang yang supel selain itu ia juga terlihat smart.Jadi Pria mana yang mau menolaknya. Pikirnya di dalam hati.


Sebenarnya ia juga tertarik pada Meila cuma masih ingin mengetahui banyak mengenai wanita itu karena ia lihat juga Meila seperti membuat batasan-batasan akan hubungan mereka. Jadi ia memutuskan untuk tidak terburu-buru.


"Okelah kala cuma hanya teman.Justru aku yang paling senang mendengarnya" godanya membuat hati Meila dag...dig dug...


"God...god...! Jeritnya dalam hati. "Kenapa Engkau kirim cowo-cowo cakep ne sekarang.Kenapa ngk nanti aja.Pas aku sudah taman dan sudah sukses" Pekiknya dalam hati seperti ngajak TUHAN tawar-menawar aja..

__ADS_1


" Mel..?! Dani mengagetkan nya lagi.


"Sepertinya kamu capek yach mel" Tanyanya lagi yang segera diiyakan nya.Ia bercerita jika baru menghadiri ultah temannya.Untung si Dani tidak terlalu menyelidik siapa temannya.Justru ia bercerita kala kedatangannya mau berterimakasih pada Meila atas kado ultahnya sebuah buku yang bulan lalu diterimanya dari gadis itu.Memang sejak itu mereka belum pernah bertemu.Jika ia telpon gadis itu mengaku sibuk terus.Karena itulah dani memutuskan menemuinya ke kosan dihari minggu. Berharap tidak menggangu kuliahnya karena i


Ia tahu juga gadis itu proses mengerjakan Skripsi atau tugas akhir.


"Aku sudah membacanya.Sangat bagus"


"Syukurlah kala kakak menyukainya" Ujar Meila ikut senang mendengarnya.


"Oh iya Mel.Kamu ingat ngk bu Miska?" Tanyanya mengalihkan pembicaraan.Sejenak Meila berusah mengingat-ingat siapa wanita itu.Tiba-tiba Ia ingat sesuatu.


Ibu Miska adalah wanita paruh baya teman salah satu Ibu penghuni panti jompo itu.


Saat mereka berkunjung bu Miska ada disana mengunjugi salah satu temannya juga.


Tanpa sengaja mereka berkenalan dan berbincang-bincang.Ibu itu begitu tertarik akan Meila karena dilihatnya Wanita itu begitu perhatian.


Sebelumnya temannya yang bernama ibu iis itu sudah sering menceritakan pada Ibu Miska mengenai gadis itu, karena saat ia bertemu Meila gadis itu sudah beberapa kali kepanti jompo. Bukan bersama tim organisasi Dani, tapi cuma bersama Dani seorang saja.Mereka berdua sering kesana memenuhi panggilan dari bu iis itu yang selalu merasa kangen pada mereka. Nach begitu bertemu dengan ibu miska,ibu itu tertarik dengan meila.Ia sering mengundangnya kerumahnya. saat itu meila tidak menolak dan sering berkunjung kesana.Tapi akhirnya meila memutuskan untuk mengakhiri kunjungannya karena dilihatnya anak-anak laki-lakinya banyak.Jadi ia takut mereka salah Paham apalagi ibu miska begitu senang saat tahu ia dan dani tidak pacaran


Ibu miska secara bercanda mengatakan kala ingin punya menantu seperti Meila.Bagi ibu itu terlihat seperti candaan tapi meila dibuat baper n jadi takut kembali lagi kesana.


"Ada apa dengan bu Miska?" tanya Meila setelah agak lama berpikir.Dani melihat kekhawatiran di wajah gadis itu.Sebenarnya ia juga merasa keberatan jika Meila sering-sering kesana. Jika ia mengetahui Meila kesana tanpa dirinya.Ia sangat khwatir.

__ADS_1


__ADS_2