CINTA DENGAN EMPAT PRIA

CINTA DENGAN EMPAT PRIA
DI KUNTIT MAMA


__ADS_3

Suara ponsel meila bernyanyi merdu. Sepertinya ada orang yang menghubunginya. Dengan malas ia membuka matanya. Melirik jam di dinding. Masih jam enam pagi pikirnya. Segera ia bangkit meraih ponselnya di meja disebelah tempat tidurnya. Rupanya ada panggilan Wa..


" Hai tuan Puteri" Ujar suara di seberang sana yang teryata adalah derin. Laki-laki baby Face itu tersenyum dari seberang sana kepadanya


" Baru bangun yach.Gimana tidurnya?" Ujarnya lagi dengan ceria. Meila masih terpaku. Ia masih ingat betul semalam ia bersama lima orang pria yang sama-sama keren.Sekarang pagi- pagi sudah dibangunkan pria keren lainnya.


" Skripsi..oh skripsi..." Ia meratapi skripsinya yang agak terabaikan dalam pikirannya karena asik mengurusi orang-orang baru di kehidupannyanya


" Maafkan aku yach skripsiku yang malang" Celotehnya lagi..


"Apa?. " Terdengar suara menyahut dari seberang sana.Derij mengerutkan keningnya.Sadar meila belum Looding betul


" Masih ngantuk yach?"


Meila segera tersadar." Ngk ah..nich da ON." Ujarnya sembari tersenyum.Mereka asik mengobrol dan bercanda-canda.


" Nanti kita jalan yuk" Ajaknya.Pria itu berharap selepas kampus meila mau menemaninya


" Kapan?"


" Pulang kampus yuk.Jam brpa selesai dari kampus?tanya derin lagi.


Meila bercerita kala ia hanya sebentar saja menemui dosen buat bimbingan.Tapi ia akan pergi ke pustaka wilayah buat cari tambahan literaturnya. Mendengar itu derin sangat senang.Ia bisa berkencan dengan meila tapi tidak melupakan tugas utama mereka. Ia menawarkan menemani meila.Tapi gadis itu menolak.Namun ia terpaksa mengalah karena derin bercerita sebenarnya ia juga pengen kesana buat cari buku-buku refrensi.Akhirnya mereka berjanji buat bertemu..


☆☆☆

__ADS_1


Selepas pulang kampus Mobil derin rupanya sudah menunggu diluar pagar kampusnya. Ia menunggu meila di bawah pohon mahoni sambil menikmati Jus yang ia pesan dari penjual jus yang biasa mangkal disana.


Trotoar kampusnya memang luas.Banyak pohon-pohon rindang disana.Sehingga anak-anak kulihan banyak mangkal disana. Sekedar duduk-duduk santai atau bercerita bergerombol dengan geng nya masing-masing. Derin menikmati suasana kampus wanita pujaannya itu. Sungguh asri dan tenang. Rata-rata anak kuliahan disekitar itu berjalan kaki."Mungkin mereka banyak anak kost." Gumannya dalam hati.


" Kamu dimana bang?" Meila menelpon nya.Ia senang banget kala gadis itu memanggilnya abg.Serasa ngimana ngitu.hehhe. Maklum selama ini dia hanya punya teman-teman sebaya.Jadi jarang orang luar yang memanggil abang selain seorang adiknya saja.


" Disini dek" ujarnya sembari melambaikan tangan ke arah seorang gadis yang celingukan mencari seseorang.Setelah melihatnya gadis itu tersenyum. Derin begitu terpesona melihat rambut meila dipermainkan angin. Gadis itu sesekali merapikannya sambil berjalan ke arahnya. Ia tersenyum begitu melihat pria itu menunggunya sambil tersenyum..


"Kenapa senyum..senyum. Awas masuk lalat ntar..."candanya sambil duduk dimuka pria itu karena dilihatnya si derin masih dengan wajah terpesona dengan mulut ternganga. Sadar ia terlalu berlebihan.Derin buru2 mengatupkan ke dua bibirnya


"Ia abng terpesona nich.Dex meila datang begitu menawan sekali. Seolah-olah abang melihat bidadari turun aja" Godanya yang membuat meila tergelak


" Biasa aja kali" Ujar gadis itu dengan muka memerah.


" ia beneran kamu kayak bidadari turun kesini" .Ujar derin lagi sambil meraih kedua tangan gadis itu dan meletakkan di dada bidangnya.Perlakuan derin yang diluar Ekspektasinya membuat gadis itu makin kikuk dan dag..dig..dug..


"Hmm....hmmm..Masih siang" Terdengar suara.Mereka refleks menoleh.Eeh sialan teryata si abang penjual jus. Pria kurus itu ngoceh sambil pura-pura lihat kemana ngitu. Nyindir-nyindir sambil senyum-senyum ngk jelas.


" Ia masih siang bang.belum malam " Balas meila sambil tersenyum juga yang membuat penjual jus itu tertawa. Sadar jadi bahan nyinyiran penjual jus derin melepaskan ngenggamannya sambil tersipu juga


" Sialan nech penjual jus, kayak ngk pernah muda aja" Gerutunya dalam hati.


Kini mereka asik menikmati jus sambil bercerita mengenai kegiatan mereka hari itu lalu ke duanya memutuskan menyeberang jalan ke restoran padang yang ada disebelah mereka. Karena perut sudah keroncongan dan mereka belum makan siang.Tanpa sengaja derin mengandeng tangan meila untuk menyeberang. Mereka tertawa-tawa sambil menyeberang karena nekad memberanikan diri menyeberang padahal jarak mobil masih terlalu dekat.Sontak si pengemudi membuyikan klakson panjang.Bete dengan ulah ke dua sejoli itu.


Teryata bukan hanya pengemudi saja yang bete sama mereka.Terlihat mobil lain disebelah mobil yang membunyikan klakson itu. Mobil itu menepi. Penumpangnya mengamati ke dua sejoli yang sedang jatuh cinta itu

__ADS_1


"Kok si derin jadi begitu sekarang yach,ngk taat aturan banget" Ujar seorang wanita sambil memandang ke arah resto padang itu


" Ia ma.Main se enaknya aja menyeberang" ujar gadis ABG yang teryata dan tidak bukan adalah adek kandung derin. Mamanya baru menjemput adiknya yang bersekolah tidak jauh dari kampus meila.Tapi rupanya derin tidak memperhatikan mobil mamanya sewaktu mereka menyeberang.


Biasanya si derin itu adalah anak yang paling taat terhadap segala aturan yang berlaku di masyarakat.Ini mamanya mendapati perubahannya.Jadilah ia memutuskan untuk menguntit mereka. Pertama-tama mereka ikut makan juga disan karena sudah jam makan siang juga.


"Sambil jadi detektif sambil makan juga.Urusan mengintel terlaksana,urusan perut juga.Ibarat sambil nyelam sambil minum Aqua juga" Celoteh gadis SMA itu membuat mama nya menyuruhnya diam.


"Kamu nech apa-apaan.Ngk lucu tahu!" ujar mamanya sambil memberi isyarat diam.


" Yech mama kelihatan banget ngk pernah nguntit orang.Orang yng diomongin aja jauh kok jaraknya" Protesnya.


" Huuus! Memannya kamu pernah nguntit orang!" Hardik mamanya membuatnya segera menelan ludah karena tabiat si mama kala marah sangat ngalak sekali mengalahi singa aja.hehe. Diam-diam si adik mikir.Kala dia mah terbiasa menguntit pria idola nya disekolah.Jadi menguntit kakaknya ini ngk susah ngk perlu ribet kayak maknya yang sibuk makan sambil menunduk-nunduk.


"Mak...mak" Ujarnya dalam hati.Dilihatnya wajah mamanya itu sangat khawatir saja sama anak laki-laki semata wayangnya itu.


Selepas dari makan siang mereka masih mengikuti kakaknya itu ke pustaka wilayah. Mamanya agak senang karena melihat anaknya masih ingat belajar meski sedang jatuh cinta.


Sementara keduanya mengamati sejoli itu sambil mengendap endap dibalik rak buku. Meila dan derin asik saja bercerita sambil mencari buku-buku.Derin menemani meila mencari literaturnya sebelum ia mencari buku-buku kedokteran untuknya sendiri. Sesekali mereka terdiam sambil membaca refrensi dari buku tersebut.Derin ikut-ikutan mencoba membaca buku mengenai Ekonomi itu. Sesekali mereka duduk bersandar satu sama lain sambil membaca sebelum akhirnya memutuskan untuk membawa buku-buku tersebut ke meja baca.


Melihat anaknya belajar sambil mesra-mesraan mamanya agak ngeram.Ia merasa ke pustaka wilayah itu hanyalah bagian modus berpacaran.hehe. Tiba-tiba ponsel meila berdering.Ia berbicara sebentar menjauh dari orang-orang yang sedang membaca.Lalu ia mendekati derin seperti mengatakan sesuatu. Lalu orang tua derin dan adiknya itu sudah melihat wanita itu bergegas turun duluan. Sepertinya derin hendak ikut tapi gadis itu mencegahnya. Jadilah anaknya itu ia lihat tinggal sendiri dengan wajah yang kecewa..


"Ayo.. kita ikuti dia!! " Perintah mamanya pada gadis SMA yang bernama dea itu. Dea menurut saja karena dilihatnya mamanya begitu heboh mengejar Meila turun ke bawah.


☆☆☆

__ADS_1


__ADS_2