
Meila sudah terbangun dari tidurnya karena Farrel membangunkannya. Ia segera rapi-rapi karena menyadari jam hampir menjelang pukul 19.00 Wib.Bentar lagi ia akan segera bertemu Lee.
"Sudah siap Mel?" Farrel masuk kedalam kamarnya membuat Meila terkejut karena Ia lagi berusaha memakai gaunnya.Ia sudah memumutuskan memakai Dress Mermaid yang Pink pastel itu namun sayang Ia kesulitan memasang Sleting belakangnya. Sleting tersebut hanya sampai punggungnya tidak berhasil naik kebelakang lehernya.
"Belum sebentar lagi kak." Meila tergagap dan buru-buru membelakangi Farrel. Farrel menyadari kesulitan gadis itu karena Dia sempat melihat punggung Meila ketika membuka pintu kamar.
"Ngk usah sungkan, bukankah Mel anggap Aku nich cuma seorang kakak saja? kakak kan pasti menolong disaat genting begini" ujarnya sambil menarik Meila untuk membelakanginya. Belum sempat gadis itu menolak lagi Farrel telah meraih Sleting bajunya. Jemari tangannya sedikit menyentuh punggungnya yang membuat darah gadis itu berdesir.Belum pernah rasanya punggungnya disentuh seseorang apalagi seorang laki-laki. Farrel sempat memperhatikan betapa inda nya punggung gadis itu,Bra hitam yang dipakainya juga terlihat dari belakang. Ingin rasanya Dia langsung memeluk Meila dan mengatakan perasaannya.
"Aduh Farrel jangan Parno!!" teriaknya dalam hati pada diri sendiri.
"Sadar Rel,kamu sudah punya pacar dan Meila juga punya pacar!" Sebuah suara juga datang menterornya
"Sudah.Beres deh!" ujarnya sembari sesegera mungkin menyelesaikan tugas terberat itu.hehe
Meila tersenyum.Antara senang dan malu-malu karena menyadari Farrel pasti melihat punggungnya.
"Makasih kak" ujarnya cepat sambil membuang pandang agar mata mereka tidak beradu.Entah mengapa Meila merasakan ada getaran yang berbeda saat memandang mata Farrel.
"Kakak yakin Ibu ngak pulang nich?ntar Aku dicariin lagi?" Ia mengalihkan topik pembicaraan.
"Ngk aman Mel.Pokoknya Meila jangan Khwatir ntr Kakak antar Amel ke tempat Lee trus Kakak lanjut jalan.Pulangnya sama Lee aja yach" ujar Farrel lagi. Meila menganguk.
"Gimana kala Ibu pulang duluan ntr ngk enak dilihat aku pulang sama Kak Lee?" tanyanya masih was-was. Farrel menyakinkannya kala mamanya pasti menginap.Namun Ia berjanji ntar akan memastikan dulu apakah mamanya pulang apa ngk sebelum mereka kembali kerumah.Mendegar itu Meila lega.
__ADS_1
"Kakak juga harus rapi yach karena kakak juga mau kencan" Meila membalas budi dengan merapikan Jas Non Formal yang Farrel kenakan. Mendapat perlakuan begitu Farrel sedikit terkejut.Pikirannya melantur ntah kemana-mana.Ia membayangkan aja kira-kira beginilah jika memiliki seorang Istri.Bersama didalam kamar,saling merapikan pakaian yang dikenakan sebelum berpergian.
"Udah...udah gak usah dirapiin semua.Ntr lama-lama kakak mikirnya Meila istri kakak pula" Selorohnya membuat Meila tergagap dan tersadar.Mukanya memerahnya.
"Tuh kan kok jadi malu n grogi gitu" Ledeknya lagi.Meila berusaha menyembunyikan mukanya.Namun Farrel menahannya.Sejenak mereka adu pandang dan sama-sama terdiam.Ada gejolak didada masing-masing.Ingin rasanya Farrel mau mencium bibir gadis itu karena jarak mereka yang begitu dekat dan suasana yang tenang dan romantis.Lagi-lagi sebuah kesadaran menyadarkannya.
"Sadar Rel...sadar!" seru batinnya.Sementara Meila binggung nth kenapa makin lama Ia merasa makin kikuk dan grogi jika dekat-dekat dengan Farrel.
"oh ya.Ayo kita berangkat mungkin Lee udah nunggu" Ia buru-buru keluar dulu dari kamar.Meila segera mengekor.Mereka akhirnya berangkat dengan Mobil Farrel.Sepanjang jalan keduanya memilih untuk diam.
Setiba di resto tujuan Farrel mengantar Meila sampai kedalam dan menemui Lee.Namun Ia berpamitan untuk pergi dengan alasan Ia hendak kencan. Lee menganguk mengiakan dan menepuk pundak Farrel sembari mengucap terimakasih karena telah mengantar Wanita pujaannya.
Kini Farrel telah pergi Meila menatap Pria yang kini ada dihadapannya.Putih bersih.Wajahnya semakin cerah dan berseri-seri.Ia adalah Pria yang sangat Ia rindukan. Demikian juga dengan Lee Ia sangat bahagia tak menyangka bisa bertemu Meila di Ibukota.Wajah kekasihnya itu semakin Fresh dan cantik saja.Ia terlihat semakin dewasa dengan Dress Formal yang membalut tubuh Indahnya.Lee baru sadar jika kekasihnya memiliki tubuh yang indah karena selama ini Ia menyembunyikannya didalam pakaian kuliah seperti kemeja yang agak longgar.
"Apa kabarmu sekarang hon,aku sangat dan sangat kangen ama dek Meila" ujarnya sembari meraih tangan Meila di atas meja.
"Eh maaf. Kabar baik Hon"jawabnya
"Apa kabar ayank juga?" Ia balik bertanya.Lee tersenyum
"Kabar luar biasa" jawabnya. Merekapun saling melempar senyum.
Meila mengamati resto tempatnya makan malam dengan Lee sangat romantis dan tenang.Tidak ada pelanggan lain disana.Rupanya Lee telah menyewa Resto tersebut untuk makan malam yang privat bersama Meila.Meila merasa benar-benar seperti Tuan Putri.
__ADS_1
"Seperti ini yach mungkin sepenggal kisah dongeng" gumannya dalam hati.
Lee memperlakukannya dengan manis.Mereka menghabiskan makan malam dengan bahagia.Saling bercerita dan tertawa. Sementara diujung jalan dipinggir Trotoar Farrel mengamati kedua sejoli itu dari balik kaca Mobilnya.Ia leluasa memandang ke dalam Resto karena dindingnya yang kaca transparan. Rupanya Ia tidak pergi berkencan seperti yang ia katakan pada gadis itu. Jantungnya semakin deg-deg kan saat melihat dengan Mesra Lee merangkul pinggang gadis itu keluar dari Resto.Ia penasaran dan ia mengikuti kemana mobil mereka pergi.Rupanya menuju kediaman Lee.
"Nagapain Lee membawa Meila kesana?" Berbagai pertanyaan muncul dibenaknya.Sampai Ia mikir yang ngak-ngak.Dasar Farrel.pikirannya keruh saat beberapa menit Meila belum muncul-muncul juga.
"Ngapain aja mereka didalam?" Farrel sangat cemas.Ingin rasanya Ia mengejar sampai kedalam.
"Kala mereka ngapa-ngapain gimana?" Kembali pikirannya melantur kesana kemari.
"Biarin aja toh mereka kan udah pacaran?" ujar suara hatinya yang lain.
"Ngk bisa begitu donk.Dia kan tinggal dirumahku jadi dia tanggung jawabku.Lagian kan dia masih kuliah." ujar batinnya yang lain lagi. Hal itu membuatnya pusing.Segera diputuskannya untuk menelepon Meila. Farrel lega Meila mengangkat teleponnya.
"Ada apa kak? apa Ibu udah balik?" Meila gugup saat menyadari Farrel menelepon.
"Ia Mel.Ia bilang bentar lagi pulang." Farrel berbohong. "kamu dimana?" lanjutnya
"hmm..aku dirumah kak Lee kak," jawab Meila tak berbohong.Lee yang sedang membuatkan teh untuk mereka mengamati dan mencuri dengar dari Kitchen Setnya yang tidak jauh dari kursi tempat Meila duduk.
"Kak Lee?" Farrel pura-pura terkejut padahal kan sebenarnya Ia ada diluar.
"Ia kak,cuma melihat2 aja kok kesini biar tahu aja kak Lee sebenarnya tinggal dimana.Itu aja kok dan tadi kak Lee yang ajak.Jangan pikir macam-macam yach," ujar Meila panjang × Lebar.hehehe
__ADS_1
"Ooh.Kala gitu bisa cepat pulang kan.Soalnya mama lagi on the way nech" pinta Farrel yang membuat Meila kaget.Ia menyadari harus segera pulang.
"Oke deh kak aku buruan pulang nich" ujarnya seperti kena serangan panik.Buru-buru ia menghampiri Lee dan dengan shocknya Ia menceritakan semua.Lee segera membawanya ke Mobilnya.Padahal niatnya Ia membawa Meila kerumahnya sekalian ia ingin melamar gadis itu.Namun niatnya urung karena Meila tiba-tiba ingin segera kembali le kediaman Farrel.