CINTA DENGAN EMPAT PRIA

CINTA DENGAN EMPAT PRIA
KASMARAN


__ADS_3

Hujan baru saja turun,membuat malam seperti sudah larut. Jalanan sepi karena Orang-Orang engan untuk keluar. Mungkin semua memilih berdiam diri dirumah,demikian juga penduduk kos-kosan tempat Meila tinggal. Semua memilih untuk cari aman didalam rumah, namun tidak begitu dengan Meila. Gadis itu baru saja keluar dari halaman rumah dan membuka pintu gerbang yang hanya ditutup sekedarnya saja.Tidak dikunci karena jam masih menunjukkan pukul 20.00 Wib. Artinya masih diperbolehkan keluar masuk kos-kosan. Gadis itu berjalan menemui seorang pria yang menunggunya didepan Mobil yang terparkir tak jauh dari kos-kosannya. Pria itu tidak lain adalah Lee. Lee merasa tidak enakan atas sikap Meila yang tidak sengaja ia temui di Cafe siang tadi. Ia merasa meila seperti kesal padanya,dan Ia juga sangat penasaran akan kedekatan Gadis itu dengan temannya Farrel.


Padahal jika dipikir-pikir, Dialah orang yang pertama mengenal Meila. Jadi meskipun langit baru saja menurunkan hujannya sehingga udara terasa dingin Lee tetap bersikukuh ingin menemui Meila. Semua itu bukan tanpa alasan karena besok ia akan terbang kembali ke Jakarta dan akan mengurus beberapa proyeknya hingga beberpa bulan disana.


Langkah meila semakin dekat.Gadis itu merapatkan Sweater Wol nya karena udara terasa menusuk ke tulang. Angin malam bertiup menggerai rambutnya,membuat gadis itu bolak balik menyeka rambut yang menutup wajahnya. Lee tersenyum melihat kerepotan kecil gadis itu.


"Kenapa senyum kak?!" Tanyanya sok cemberut menyadari dari tadi Lee memandanginya dengan tersenyum.


" Kamu lucu Mel.Makanya aku senyum."Ujarnya.


" Loh sekarang da pakai bahasa aku..aku yach?" Meila menyadari ada perubahan bahasa tentang penyebutan diri Lee terhadap dirinya sendiri.Biasanya ia akan pakai bahasa "kakak" ini tidak.


" Ngak kakak lagi nich,? Tanyanya. Mendegar itu Lee menggeleng.


" Aku tak mau jadi kakakmu.Ngk seru ah!" Lee memoyongkan bibirnya pura-pura cemberut.Mendegar itu meila tertawa.


" Ada-ada aja kak Lee ini!" katanya sambil geleng-geleng kepala. Gadis itu lantas bertanya mengapa Lee datang ke kos-kosannya malam begitu dengan cuaca yang ngk bersahabat.


" Ngapain datang malam-malam gini kak?.Dingin loh!. Kala ada yang mau disampein telpon atau Wa aja kak" Ujar gadis itu.


" Da tahu nech cuacanya cocoknya buat makluk horor eh tahu-tahunya makluk pertamanya kak Lee" Selorohnya mencairkan suasana.mendegar itu Lee tertawa lagi.Memamerkan giginya yang putih bersih. Entah kenapa kala cowo cakep yang ketawa si Meila agak sedikit linglung. Separuh kesadarannya seakan menghilang.Terkesima ngitu ceritanya.He..hehee..


" Kamu bisa aja dech Mel" Ujarnya sambil mencubit pipi gadis itu gemes. Lalu Lee mengajak Meila masuk kedalam Mobil.


" Kita kemana kak?" Tanyanya.


" Jalan-Jalan sebentar yuk..,?" Ujar Lee.


" Kemana?"


" Kemana aja muter-muter" Jawab Lee.

__ADS_1


" Kayak ngk ada hari esok aja". Meila heran karena menurutnya Lee maksa banget dicuaca gelap sehabis hujan lagi menemuinya.


" Yach benar besok aku da ngk disini mel?" Ujarnya lagi.


"What..?! kakak Lee mau kemana?". Meila melotot mendegar Lee mengatakan jika besok Ia sudah tidak ada di kota XX tersebut.Ia akan kembali ke Ibu kota dan akan mengurusi berbagi proyeknya disana. Mendegar itu meila menjadi sedih tapi ia berusaha untuk tidak perlihatkan.


Kini Mobil mereka telah melaju menyusuri jalanan kota.Jalan terlihat sangat lenggang, jadi Mobil Lee lebih leluasa untuk bergerak. Mereka bercerita mengenai banyak hal. Lee bertanya juga mengapa pagi tadi Meila langsung meninggalkan Cafe begitu ia dan Sekretarisnya datang. Meila menanyakan siapa Sekretarisbya itu.Lee melihat sepertinya Gadis itu cemburu. Ia tersenyum geli melihat raut tak suka di wajah meila. Lee menjelaskan kala ia tak semudah itu berpaling dari orang yang Ia sukai.


"Akunya itu hanya suka sama seseorang saja dan itu begitu saja.Gadis itu da mencuri hatiku" Ujar Lee menjelaskan.


Meila penasaran siapa gadis itu dan menanyakannya. Lee dengan gamblangnya menunjuk kala gadis itu adalah dia sendiri.


"Gadis itu ya kamu Mel.." Ujarnya membuat meila tersipu. Yach memang itu jawaban yang Ia nantikan.Pura-pura ngk tahu aja.


"Sekarang kamunya gimana? Namanya hati sudah dicuri.Mana mungkin bisa dimiliki gadis lain lagi kan?" Lee menggodanya. Meila pura ngak dengar dan mengalihkan pembicaraan kearah Farrel. Kini giliran Lee yang bertanya apa Meila dan Farrel ada sesuatu. Mendengar pertanyaan itu meila buru-buru mengusir praduga Lee.Ia berusaha menjelaskan jika kedekatan mereka semata-mata karena Ibunda Farrel yang sebelum Ia kenal Farrel sendiri,ia dan Ibunda Farrel telah dekat. Lee lega mendegarnya,tapi justru ia Khawatir Ibunda Farrel tuh berharap Meila jadi menantunya.


Tiba-Tiba Lee bertanya mengenai Ibu Miska ibundanya Farrel tersebut. Meski heran kenapa Lee berminat banget mengetahuinya Meila tetap bercerita jika Ia sudah jarang berkunjung kesana karena kesibukan Skiripsinya.


" Tenang kak jika pun kesana aku ntar sma kak Dani itu aja" Ujar meila berusaha menepis kecemasan Lee.


" Siapa lagi dani itu Mel?" Lee bertanya seperti was..was.


Melihat mimik Lee meila tertawa dan bercerita kala Dani itu adalah orang yang pernah bertemu dengannya ketika mereka tidak sengaja saling mengunjungi orangtua Farrel.Meila juga bercerita kala hubungan mereka sebatas kakak dan adik aja. Mendegar itu Lee jadi makin cemburu.


" Jadi Aku sama Dia sama statusnya?" Meila mengangguk mantap.


" Benar ini ngk lebih?" Tanya Lee sambil merem mobilnya mendadak dan menepi.Meila kaget.


" Kok berhenti kak?" Tanyanya heran. Lee diam dan memandang lurus kedepan. Lama dia terdiam, Meila melihat ada perubahan mimik diwajah Pria itu.


" Mel.." Tiba-Tiba Lee sudah menarik kedua telapak tangannya dan mengenggamnya membuat Meila tersentak.

__ADS_1


" Kemarin kan beberapa hari yang lalu Aku udah menyatakan perasaanku sewaktu kita di Mal.Meila bilang jawabannya Pending dulu beberapa hari.Sekarang bolehkah kakakmu ini mendegar jawabanmu Mel.Soalnya aku ngak mau disamain statusnya sama yang lain jadi Kakak angkat semua.Boleh bgk aku sedikit egois ingin lebih dari itu Mel?" Lee bertanya sangat serius.Ia berharap sekali meila menerimanya.


Sementara Meila begitu terkejut dengan pernyataan cinta mendadak seperti itu,meskipun Ia tahu hal itu bakal dipertanyakan Lee lagi. Namun ia belum punya kekuatan untuk menjawab.


" Jawablah Mel.Apapun itu menentukan hidupku sekali" Lee berusaha meyakinkan Meila bahwa Ia serius.


" Bagaimana mungkin kakak bisa menyatakan cinta dan berharap aku menjawab ia kan? sementara kakak Lee mau pergi ninggalin aku" Ujar Meila dengan wajah binggung.


" Kan seandainya meila jadi pacar kak Lee itu ngak masalah Mel.Kita bisa ketemu pas kakak disini.Aku..eeh kakak.Aduuh pokoknya aku atau kakak bodohlah" kata-kata Lee terhenti.Dia pusing sendiri mau nyebutin dirinya Aku atau Kakak.Melihat ekspresi Lee yang lucu meila jadi tertawa.


" Kenapa ketawa Mel" Lee merengut" mang lucu yach.Aku serius nich"Ujarnya lagi menarik tangan Meila kedadanya. Otamatis gadis itu terhuyung dan mendarat di dadanya. Mereka sejenak berpandangan. Lalu karena terbawa suasana Lee langsung mendaratkan ciuman di bibir Meila.Meila terkejut,tapi tidak bisa menolak.Justru diluar kesadarannya ia membalas ciuman Lee.Mereka sejenak tenggelam dalam hasrat dan cinta yang selama ini terpendam.


" Aku sudah lama mencintaimu Mel,kamu mau kan jadi kekasihku.Kita akan sering bertemu.Aku akan selalu usahakan berada disini" Ujar Lee lirih sambil menatap wajah meila dalam.Gadis itu menganguk sembari tersenyum.


" Mau..mel,benar kamu mau kita berpacaran?" Lee terbelalak tidak percaya. Sekali lagi Meila menganguk. Sebenarnya beberapa hari ini Ia telah memikirkannya. Meskipun Ia tak yakin betul jika nanti itu keputusan yang tepat,namun Ia tak mau lagi kehilangan kesempatan. Mendegar jawaban itu Lee langsung memeluk Meila.Gadis itu membiarkan Lee memeluknya erat dan mereka kembali berciuman.


Setelah beberapa waktu larut dalam kasmaran dengan berciuman,kini keduanya menghabiskan malam dengan romantis. Pergi cari bandrek dan jagung bakar dipinggir Jalanan.Keduanya tampak bahagia saling melempar senyum dan tawa.Keduanya saling menyodorkan makananya kemulut pasangannya dengan romantis. Lee meniup sesendok bandrek dan meyuapkannya pada Meila, demikian juga gadis itu memberikan suapan pisang goreng bakar yang ia pesan kemulut Lee. Orang-orang yang kebetulan berada disekitar mreka geleng-geleng kepala.


"Ck..ck..ck..,ginilah orang yang kasmaran.Dunia serasa milik berdua. Kiranya semua orang ngontrak kali yach" "Ha....ha..Mungkin ada sebagian yang jomblo, silahkan gigit jarilah !." Ujar Meila dalam hati.Ia tersenyum geli saat melihat ekspresi orang-orang disekitarnya. Fokus semua custamer jagung bakar dan bandrek hanya pada mereka berdua saja. Lee sendiri lebih cuek. Ia sibuk memberikan suapan jagung bakarnya pada gadis itu. Benar-benar seperti Tuan Putri.Meila sangat senang bisa melalui malam dengan Romantis bersama Lee.


β˜†β˜†β˜†


Pagi hari begitu cerah. Matahari bersinar dengan hangatnya.Hujan yang turun kemarin malam membuat suasana pagi itu sangat adem. Burung-burung berkicau dengan gembiranya. Semua seakan tersenyum menyambut kembali sang Fajar. Demikian juga Meila. Gadis itu seperti bermimpi. Ia berusaha mengingat kembali dan Ia sadar itu bukan mimpi. Menyadari semua kenyataan ia tersenyum-senyum membuat teman sekamarnya yang bernama Ela geleng-geleng kepala.


" Lo..kesambet apa?,pagi-pagi da cengar-cengir ngitu" Ujar gadis berambut pendek itu sambil meraba kening Meila. Tak terasa hangat, " Baik-baik aja." Trus ngapain nech bocah pagi-pagi da senyam-senyum dan semakin terkekeh-kekeh aja" Pikirnya berusaha memahami. Ia menjadi terbangun kaget mendengar ada yang tertawa-tawa ngak jelas.


" Mel..! Kamu kenapa? Ngk biasa ketawa macem orang gila gitu?" Si Ela semakin sewot. Segera ia bangkit dari pembaringannya dan duduk dikursi mengamati Meila yang kini asik membuka hpnya. Gadis itu tak mengubrisnya yang dari tadi asik bete dan protes padanya. Rupanya ia telah membaca pesan romantis dari kekasihnya, siapa lagi kala bukan Lee. Melihat Ia dicuekin, Ela segera meninggalkannya. Berniat Ngungsi kekamar tetangga depan demi melanjutkan tidurnya.hehe..he. Padahal hari da pagi aja tapi masih niat mau tidur lagi.Anak Kos mah bebas.


Kini meila sudah berkemas-kemas Ia dandan yang cantik.Beda dari biasanya. Hari ini ia akan mengantar Lee kebandara. Lee akan berangkat barengan dengan Farrel temannya. Mereka diantar Bastian dan Lian. Meila sengaja bilang ia menyusul dengan taxi karena Ia tak mau merepotkan mereka yang harus memutar jauh menjemputnya. Itu hanya sebagian alasan karena Ia butuh waktu lama berdandan.


Like n Comentny ya kak.biar semangat nichπŸ˜€πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2