
Meila sudah dengan bahagianya menyatakan cinta.Matanya berbinar-binar dan bibirnya tersenyum,tapi ia merasa aneh mengapa derin sepertinya tidak bahagia seperti yang ia rasakan.Meila berpikir apa derin berubah pikiran. Ditatapnya pria itu dalam-dalam,mengapa ia tidak ada ekspresi sama sekali. "Apa waktu satu bulan kelamaan untuk menunggu jawaban?sehingga menjadi basi?" Berbagai pertanyaan muncul dibenaknya.
" Apa tawarannya masih berlaku?" Pelan-pelan ia bertanya dan menyelidik. Sebenarnya meila khawatir mendengar jawabannya,apalagi derin hanya diam mematung.Meila mengulangi lagi.Pria itu berdehem dan membuang pandang entah kemana.
" Maaf meila...! Ujarnya pelan dan terputus.Meila menelan ludah menunggu sambungan kata maaf itu.Kata itu cuma sepatah " Maaf" Tapi entah kenapa terdengar sangat menyakitkan.Seolah-olah ia sudah mewakili semuanya
" Satu bulan sudah terlalu lama.Aku sudah berpikir kamu tidak menerimaku dx.Aku sudah move on dan berpikir ulang mungkin aku terlalu memaksamu atau terlalu gegabah" ujarnya memberanikan diri menatap gadis itu. Yang ditatap menjadi salah tingkah,ia menggigit bibirnya erat-erat.Binggung mau berkata apa. Ada rasa malu yang datang menyeruak.Ada juga rasa kesal dan marah. Ia tidak tahu harus bagaimana mengekspresikan hatinya.Air matanya hampir saja jatuh. Mungkin itulah yang bisa mewakili semua yang ia rasakan.
" Gimana mel.Kita temenen aja dulu yach, kita ngk usah terburu-buru.Kita jalani aja dengan santai kayak biasanya.Kayaknya itu lebih seru.Selama abg menyatakan perasaan abg meila jadi menghindari abg" Ujar derin lagi.Meila tergagap.Ini seperti seorang wanita menyatakan cinta namun ditolak.
Belum sempat ia menjawab,ponselnya berdering terus sepertinya ada yang menelepon dan notif Wa nya berbunyi berkali-kali ting-tang tung. Meila megabaikan,derin sadar kala gadis itu pasti dicari pria lain. Mungkin itu kekasihnya yang kemarin pikirnya.
" Angkat saja siapa tahu penting" Ujarnya
"Ngk apa-apa nanti aja bang.."
" Kenapa?" Derin menyelidik.Meila melihat wajah derin curiga.
"Ngk apa-apa kayaknya ngk terlalu penting" ia berdalih.Namun sesaat kemudian hp nya berdering lagi.Terpaksa ia membuka ponselnya dan melihat ada panggilan Wa.
" Sebentar ya bg ujarnya pada derin" ia pergi agak menjauh
" Hai tuan putri..." ujar suara ceria diseberang sana,pria itu adalah Lee.Dia video call. Lee memang suka memanggilnya dengan sebutan tuan putri. Rupanya Lee tidak sendiri menelp ada juga bastian dan lian.Mereka berebutan seperti bocah mau ngomong dan melihat wajah meila.Melihat tingkah ketiga pria itu meia tertawa.Ia merasa lucu saja kala sudah melihat ulah duo kwek..kwek siapa lagi bastian dan lian.
" Hai meila..." sapa mereka sambil melambaikan tangan dengan ceria.
"Hai..juga bang lian ujar meila..sambil melambaikan tangan pada lian yang sudah berhasil menongolkan wajahnya paling depan diantara ke tiganya. Mendegar sapaan bang itu derin menatap tajam meila.Jarak mereka tidak terlalu jauh jadi ia masih bisa mendengar suara meila. Derin mempertajam pendegarannya,entah kenapa ia begitu cemburu.
"Inilah yang paling menyakitakan cemburu pada orang yang tidak memiliki status apa-apa" pikirnya.Ia semakin-semakin cemburu aja karena didengarnya meila hendak bertemu dengan seseorang.
" Kami sudah di kostmu kata bu kost kemungkinan kamu di taman kota.Kami juga yakin begitu.Ayo kita makan soto betawi yuuuk, kan kebetulan dekat situ!" Ujar bas.
" Jangan...jangan kesini...!" meila menghardik cepat.
"Kenapa?" ujar mreka bertiga hampir bersamaan.Bingung melihat meila seperti panik. Derin juga melihat meila panik.Apalagi gadis itu memandang kearahnya seperti ketakutan.
__ADS_1
" Aku aja yang ke kost. Kalian tunggu disana ya kak Lee...! bang lian.. " ujarnya lagi.Dia memang sma lian dan bas memanggil abang tapi sama lee memanggil kakak.Entah kenapa begitu.Kayaknya karena yang bernama Lee lebih Jaim hiiihi (jadi pakai bahasa Formal saja).
Belum mereka sempat menjawab, ponselnya sudah dimatikan. Segera ia menemui Lee dengan gugup.
" Bang bsok-besok saja kita ketemu lagi yach.Teman-temanku mau datang ke kost ujarnya grogi sambil celingak celinguk ke jalan.
" ia ngk apa-apa.besok-besok aja.Abang juga masih ada urusan nich.Abg aja yang duluan yach mel" Ujarnya. Ia sengaja hendak beranjak duluan karena dilihatnya gadis itu seperti gelisah dan tidak nyaman. Derin berpikiran pasti meila akan menemui pria dan ia pengen tahu siapa pria itu.
Mendengar derin pamit meila segera mengiyakan dan ia sudah melihat pria itu berlalu sambil melambai tangan padanya.
"Kayaknya ia buru-buru juga" gumannya dalam hati
" tapi baguslah.." kini gadis itu yang merasa lega merasa bersyukur derin ada urusan lain kala tidak ia akan panik sendiri mempertemukan dua pria yang sama-sama menyukainya. Meila merasa geli sendiri menyadari kepanikannya,seolah olah ia adalah istri yang berselingkuh dan takut diketahui suami.
" Sepertinya aku lebay banget" gumannya smabil tertawa kecil
" Mel....mel...!" Terdengar suara kencang memanggilnya.
"Astaga...! kok sudah disini aja!. Meila melirik kearah jalan,derin sudah tak terlihat. Kini ia melihat tiga orang pria tampan berjalan dengan bibir tersenyum kearahnya. Bas yang paling heboh diantara mereka berlari duluan seperti anak kecil yang bertemu ibunya saja. Orang-orang disekitar melihat kegaduhan mereka dan fokus akhirnya adalah gadis itu.Bas tetap berlari mendahului kedua temannya yang tetap berjalan santai. Ia begitu gembira bertemu dengan meila.Disamping kpribadiannya yang ceria,ia juga sangat suka pada gadis itu.Sudah dianggapnya seperti adik sendiri.
Begitu melihat seorang pria memanggil meila dan langsung memeluk dan menggendong gadis yang ia sukai itu,hatinya langsung terluka.Lagi-lagi kecemburuan datang menghampirinya.
Sementara meila...
" turunkan bang bas ujarnya sembari memukul mukul dada bidang Bas" Pria breok itu tetap getol mengendongnya berputar.
" turunkan dia baaaas!!!" terdengar suara memerintah.Rupanya pak bos begitu kesal melihat tingkah sahabatnya yang terkesan sangat lebay itu.Ia sih tadinya ketawa aja,tpi karena meila sudah meronta-ronta ia jadi kasihan karena Bas tidak juga menurunkannya.
" apa..apaan sih kamu nich!" ujarnya pada bas yang kini sudah menurunkan gadis itu
"ia boss namanya main-main aja.! becanda kali" Ujarnya pada Lee
" tapi btw kok pak boss segitunya marah?jangan...jangan pak boss suka yach ama meila" ujarnya meledek.Ia sengaja mengkompor-kompori mereka.Biar meila ngeh ama perasaan pak bossnya.
" kamu masih bilang suka.Dia nech pacarku" ujarnya sambil mengedipkan mata memberi kode kepada meila.Meila sih tergagap atas pernyataan Lee tapi ia terpaksa pura-pura mengiyakan karena lee memberinya kode untuk mengatakan ia.Sepertinya ia mengerjai Bass.
__ADS_1
" Masa sih? sejak kapan?kok aku ngk tahu?" Bass shock mendegarnya.Ditanyanya pada lian dan lian ikut-ikutan mengerjai dengan pura-pura mengatakan ia.
" makanya lu sih masih jaringan Edge orang sdh pke 4 G" Cerca Lian padanya
"ia sejak kapan?" Kini mimik bass jdi serius
" mau tau aja.." ujar lee tersenyum menang melihat raut wajah bass yang pias
hehe
" Btw cantik sekali kamu mel" Lian mengomentari dan reflek yang lain memandangnya.Lee juga sejak tadi sudah terpesona ia sudah terkesima dengan penampilan meila sejak memandang meila dari kejahuan.
" kok pakai dress ketaman kota?" bass heran
" ia ngk apa2.aku pengen duduk-duduk aja.Habis ini rencana mau jalan aja" Meila berdalih
" Cucok! Kebetulan kita juga mau ajak kamu jalan.Rupanya sudah ready aja" ujar bass lagi.Lee tersenyum kearahnya.Meila malu-malu melihat senyum lee yang penuh makna.
" Jalan-jalan kemana?" tanyanya
" Pokoknya terserah meila lah kemana" Lian menimpali
" Tapi kita sarapan dulu y mel.Lapar nich" ujarnya sembari menggandeng gadis itu.Meila menurut aja.
" Kita ke soto betawi itu aja yach" ujarnya sambil menunjuk tempat makan yang tidak jauh dari taman kota tersebut.
Sementara Derin..
Ia masih mengamati mereka.Ia seperti merasa para pria itu seperti terjerat cinta segitiga. Ia segera mengikuti mereka dari belakang dengan mobilnya.
Mereka berempat sudah berjalan kaki ke tempat makan yang tidak jauh dari taman kota itu,sambil bercanda-canda. Derin menatap mereka dengan cemburu.Entah kenapa ia jadi menyadari jika ia seperti orang asing bagi meila. Teryata gadis itu memiliki tiga orang pria yang lebih dekat dan ditambah satu pria yang dilihatnya berciuman kemarin
Juga ia ingat ada pria asing yang ditemui papanya dirumah sakit. Ia jadi binggung sebenarnya gadis itu telah punya pacar apa ngk.Trus kira-kira dari semua itu yang mana pacarnya.
☆☆☆ Bersambung..
__ADS_1
~Kala suka sama cerita saya like yach Sis,bun.. biar outhor semangat buat nulis.heheh😁😊. Trimakasih🙏🙏