
Dani dan meila melangkah keluar.Sesampai diluar dani bertanya siapa dokter itu.Meila hanya mengatakan bahwa dokter itu adalah orang tua temannya.
" Mel...!" Tiba..tiba terdengar suara memanggil teryata itu Lee. Dia bersama dengan kedua pasukannya si Duo Kwek-kwek.Siapa lagi jika buka Lian dn bastian.
" Loh kamu kok ada disini meila" Lee heran.Dia mengamati pria yang ada disamping wanita itu dengan tatapan bertanya dan ada kecemburuan menyelinap dihatinya.
" Loh kak Lee kok ada disini?.Siapa yang sakit?" Belum ia menjawab pertanyaan pria itu.Dia malah nyerocos bertanya juga.Dia merasa terkejut kenapa bisa bertemu Lee,Bastian dan lian di Rumah sakit itu.
Demikian juga Dani mengamati ke tiga pria gagah yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka. Ada kecemburuan menyeruak juga melihat dengan hebohnya meila menyapa Bastian dan Lian..
" Aduh baru kami tadi ngobrol.Kala rencananya pulang dari Rumah sakit nech niatan main k kostmu mel.Eh rupanya da ketemu disini.Cucok dech" Ujar bas sambil membuat gelagat tangan kemayu dan suara dibuat-buat..
" Eh dasar loh banci kaleng" Lian menimpali.Melihat gaya bastian yang menurutnya berlebihan.Yang di singgung cuex aja dengan gaya mulut monyong kedepan yang membuat meila tersenyum.
"Bisa ngk kala ketemu ngk berantem" Ujar meila
" Namanya kangen sama kamu meeel" Ujar bas lagi sok-sok manja dan memeluk lengan meila sambil merengut yang membuat Lian semakin mau muntah melihatnya.Soalnya biasanya temannya itu macho bnget tapi begitu ketemu meila kok langsung lebay aja bergaya kemayu.hehhe
" Kami nanya loh..?Knapa kamu dsini.Siapa yang sakit?" Lee balik bertanya lagi sambil melihat ke arah Dani.Dani yang sadar dilihatin tersenyum dan menyodorkan tangan ke arah mereka untuk memperkenalkan diri.
" Dani.." Ujarnya.Lee membalas jabatan tangannya
"Lee" Ujarnya..
" Oh iya lupa saya saling mngenalkan nich" Ujar meila
" Kak dani kenalin nich teman-teman saya" Ujarnya lagi
__ADS_1
" Telat mu mel" Celoteh bastian sambil meperkenalkan diri juga pada Dani yang diikuti Lian juga.
" Oh iya mel.Siapa yang sakit" Lee mengulangi lagi pertanyaannya yang membuat meila tersadar.
" Adu.h...aduh maaf kak Lee ujarnya.Kami menjenguk kenalan yang sakit" ujarnya lagi.
Lalu meila bertanya mereka hendak menjeguk siapa ke Rumah sakit tersebut. Lee menceritakan kala ia akan mengunjungi orangtua temannya yang sakit. Mereka masih mencari letak kamarnya yang berdasarkan informasi dari Cs rumah sakit ada ditempat itu.Meila dan dani mangut-mangut dan meila bertanya ruangan apa? dan no berapa?.
sejenak Lee mengingat sebentar.Belum ia menjawab sudah terdengar suara pintu di buka dari dalam. Teryata dokter sudah selesai memeriksa. Ia tersenyum kembali kepada meila yang masih di muka pintu.Sambil matanya berkeliling mengamati pria-pria yang didepannya. Lalu titik terakhir pada Lian yang masih bergelayutan di tangan kiri meila.Sadar diamati refleks meila menepis Bastian yang masih bersandar manja di lengannya.Otomatis ia angak terhuyung. Lian yang melihat itu hampir saja terkekeh, tapi ia tahan karena sang dokter sedang mengamati mereka. Mungkin dalam hati dokter itu heran melihat kenapa tambah banyak nich pria-pria cakep disekitar gadis itu.Apa dia merasa anaknya kalah saing atau ia mikir kenapa nech si gadis tengik ini bisa bersama pria-pria gede yang wajah-wajahnya tua alias ngak Abg lagi.hehe.Meila hanya bisa menerka-nerka saja. Terkaannya agak ngawur lah..
" Oom "ujar meila.sambil menunduk.Ada rasa sungkan karena dilihatnya papa si derin itu mengamati mereka dengan tatapan kurang suka.
" Yach mel" Ujarnya sembari tersenyum dan permisi kepada mereka. Meila masih saja mengamati punggung si dokter yang berjalan pergi sampai tidak kelihatan lagi..
" Kenapa dia melihatnya lain ngitu mel" Celoteh bas binggung.
" Hussss" Lian menghardiknya karena dilihatnya wajah meila angak lain sejak dokter itu keluar
" Looh. " Mereka serentak melihat ke arah lian.
" Ada apa bos.Lah..loh.." ujar bas heran melihat exspresi Lee yang terkejut sambil mengeja nama ruangan di depannya."
" Ruangan VIP Anggrek No 09" Ujarnya
" Bukankah itu nomornya?" Ujarnya lagi pada lian yang segera diiyakan lian.
" Coba lihat Wa nya boss" Ujarnya lagi yang segera di iyakan Lee.Ia membuka ponselnya membaca Wa temannya. Dani dan meila berpandangan heran.Ngk ngerti maksud mereka.hehehe
__ADS_1
Saat mereka mengamati Lee yang masih membaca Wa demi menyakinkan alamat yang dikirim sahabatnya.Tiba-tiba Farrel sudah dimuka pintu..
" Leee!!" Ujarnya sedikit berteriak yang membuat mereka semua terperanjat. Lalu adegan berikutnya kedua pria itu telah bersalaman dan berpelukan. Sepertinya mereka teman akrab. Begitu juga bastian dan lian ikut menyalami Farrel. Meila dan dani hanya bisa berpandangan. Terutama meila dia tidak menyangka sama sekali Lee kenal sama Farrel..
" Yach ampun teryata dunia ini selebar daun kelor juga yach" Gumannya dalam hati. Kok bisa semua orang yang ia kenal rupanya saling terkait.
Setelah mereka selesai dengan euforia pertemuan mereka. Lee baru menyadari Meila.
" Kamu kenal meila?" Tanyanya pada Farrel.pertanyaan itu membuat Farrel sejenak terdiam.Lalu ia beralih melihat ke arah meila. Sadar temannya mngenali wanita itu. Ada pertanyaaan yang muncul di benaknya. Siapakah wanita ini sampai sekelas Lee bisa mengenalnya.Begitu juga orang tuanya.
" Saudaraan an?" tanya Lee lagi
" Ngk..ngk..Saya hanyalah kenalan bu miska aja. Ibunya kak Farrel " Meila menimpali sebelum Farrel menjawab.
" Ooh.."ujar Lee mangut-mangut
" Oh iya semua.Kami pamit dulu ya.Udah malam.titip salam aja sma ibu yach kak." Ujar meila berpamitan.
" Tapi ibu mau bertemu denganmu sebentar sebelum pulang" Ujar Farrel lagi.Rupanya ia datang ke pintu hendak menemui Meila.Tak sengaja ia malah bertemu dengan Lee sahabatnya beserta ke dua temannya.
Memang sebelumnya Lee telah memberi kabar akan mengunjungi mama Farrel sahabatnya itu.Ia mengetahui Farrel lagi di kota tersebut.Sebelum berangkat ke kota itu ia memang sengaja mengabari Lee karena ia tahu sudah hampir sebulanan lebih Lee berada di kota kelahirannya itu. "Sekalian menjenguk mama,sekalian ketemu Lee" itu yang ia pikirkan sebelum berangkat dan karena Lee tahu mamanya masuk rumah sakit ia meminta alamatnya dan berjanji akan datang mengunjugi.
" Temuilah sebentar mel.Sebelum kita pulang.Tak enak tidak pamitan" Ujar dani yang sedari tadi diam.Meila menyetujui.Segera mereka ber dua masuk. Lee dan Farrel membiarkan mereka dulu masuk sambil mereka ber-empat heboh bercerita di luar. Setelah bertemu ibu miska dan mengobrol Meila mendegar sesekali suara gelak tawa dari luar. dan ia mengatakan pada bu miska jika Farrel masih diluar karena bertemu teman-temannya." Entah apa yang mereka tertawakan disuasana bgini"Batinnya.Cuma ia ingat ada duo kwek..kwek yang pasti pandai mencairkan suasana.
" Bu kami pulang dulu yach.Ibu jaga kesehatan yach.Yang sabar yach bu.Ujar meila menutup obrolan ringan mereka.Diusapnya tangan ke dua wanita itu.Demikian juga dani. Sebentar ia mengeluarkan kalimat-kalimat indah yang menguatkan ibu miska itu.Wanita itu sesekali menghapus air matanya yang jatuh. Begitu pedih ditinggal pergi suaminya.Mereka ber dua menguatkan hati wanita paruh baya itu lalu beranjak untuk pulang.Namun sebelum pulang wanita itu berpesan agar meila sering mengunjuginya supaya ia terhibur.Awalnya meila begitu berat untuk mengiyakan namun tak tega ia melihat wajah wanita itu yang sangat berharap. Akhirnya ia menganguk setuju yang membuat wanita itu begitu gembira dan memelunya erat-erat.
☆☆☆
__ADS_1