CINTA DENGAN EMPAT PRIA

CINTA DENGAN EMPAT PRIA
HATI YANG BERSEMI


__ADS_3

"Tuan Putri?" Derin binggung atas panggilan pria asing yang didepannya itu terhadap Meila.


"Masih ingat aku, yang ketemu sama kamu di toko buku beberapa waktu lalu?"ujar Lee lagi.


"Kamu yang nyerocos-nyerocos Pangeran kodok ituloh.Ingat ngk?" tambahnya lagi, "masa ngk ingat yach?" Lee berusaha memulihkan ingatan Meila terhadap dirinya.Dia berharap Meila tidak lupa.


"Ia ingat sedikit" jawab Meila sambil mengarahkan pandangnya Pada


Derin. Kira-kira gimana mukanya Derin itu.Apakah bakal jutek ngelihat ada cowok lain menyapanya.Waah benar juga ada ekspresi kayak ngk suka gitu tapi Derin memikih diam sambil mengamati Lee.


"Waah aku beruntung banget yach.Rupanya aku sudah jadi salah satu pangeran kodokmu"cerocos pria yang bernama Lee itu garing.Ia tertawa tapi sepi Meila dan Derin tak bergeming.He...he...


"Siapa mel?" tanya Derin berbisik pada Meila.Meila hanya mengangkat bahu.Tanda tidak kenal


"Yuk mel" Derin menarik tangan meila menjahui Lee yang masih merasa senang bisa bertemu gadis itu lagi


"Oh teryata nama kamu Meila yach,namaku Lee ujarnya sambil sedikit berteriak karena Derin dan Meila sudah melangkah pergi.


Dalam hati Meila "kok bisa ketemu lagi yach?" Sementara Derin berpikir dalam hati juga "Siapa yach kira-kira laki-laki itu?"


"Aku hanya ngak sengaja ketemu dia toko buku beberapa minggu lalu"ujar Meila seperti tahu isi hati derin."dia ngajak kenalan,tapi karena aku buru-buru dan malas aku jadi tidak tanggapi" ujarnya lagi berusaha menjekaskan.


Oh iya" jawab Derin, "knapa kamu ngk mau kenalan Mel,Wajahnya cakep loh," godanya lagi


"Beeeh! memangnya asal cakep langsung disambar...?kamu aja yang beruntung bang aku mau ketemua sama kamu meskipun awalnya aku merasa kamu cowo antah-berantah.Ntah dari mana tiba-tiba nongol aja" gerutu meila sambil sedikit meledek. Derin tertawa mendengarnya.


Sementara mereka masih asik membahas mengenai pria yang sedikit aneh itu.Lee pria yang dimaksud masih mengamati mreka.Dia menggerutu karena meila tidak mengucapkan trimakasih karena sudah ditolongin ketika hampir jatuh itu.


"Main pergi aja.Bilang makasih kek.tadinya uda jatuh," omelnya ngomong sendiri. Dari kejauhan ke dua temannya yang ikut jongging bersama di hutan kota itu berpandangan heran.


"Kok si Lee ngomong sendiri.Ngelihatin siapa dia" ujar Bastian salah satu dari ke dua Pria itu.Yang ditanya mengangkat bahu.Mereka berusaha mempercepat langkah hendak menemuinya.


"Kumohon berpalinglah"! Lee komat kamit seperti berusaha mensugesti Meila melalui telepatinya.

__ADS_1


"Kala kamu berpaling Tuan Putri Meila, kita pasti bertemu lagi" ujarnya lagi sambil tetap mengamati Meila yang mengarah ke salah satu mobil yang terparkir di pinggir taman kota itu.Belum semenit Ia berkata dalam hati seperti itu.Meila berpaling kebelakang memandangnya.


Begitu Lee melihat Meila memandangnya Ia langsung tersenyum membalas senyum Meila.Gadis itu heran Pria itu masih mengamatinya.


"Laki-laki aneh" pikirnya sambil tersenyum dan masuk ke mobil Derin.Sementara Laki-laki atau Pria yang dimaksud berjingkrak-jingkrak ngak jelas.Ia begitu senang sehingga membuat ke dua teman yang menuju kepadanya semakin heran.


"Sadar..sadar Lee.Kenapa kamu jadi begini"Tiba-tiba ia tersadar.Biasanya ia dingin saja terhadap wanita.Kadang-kadang ia mengagumi gadis-gadis cantik.Yach sebatas pandangan saja.Bagaimana tidak kagum.Kala ada makluk Tuhan yang begitu manis untuk dilihat melintas.Tapi semua itu hanya berlalu begitu saja.


Ia pernah jatuh cinta, itupun hanya pada satu wanita saja. Hingga akhirnya wanita itu mencampakkannya dan memilih pria lain yang lebih mapan darinya.Sejak itu ia sangat kecewa dan tanpa ia sadari ia menutup hati pada wanita manapun.Tidak berniat berkenalan apalagi berkencan.Meski keluarganya sudah banyak menjodoh-jodohkannya Ia tetap tak bergeming.Tapi kali ini sepertinya beda.Wanita itu mencuri perhatiannya.Ia sadar wanita itu sepertinya wanita baik. Cuma ia merasa ada sesuatu yang menahannya untuk berkenalannya dengannya.


"Apa pria itu pacarnya? apa dia berusaha setia saja? Makanya sewaktu di toko buku itu dia menghindar?" Lee sejenak berpikir serius.Hatinya bertanya-tanya.


"Woiiii! boss! tadi tertawa sekarang melamun, kenapa sich boss...." kata mereka hampir bersamaan sambil ngos-ngosan karena agak berlari supaya dapat menyaksikan pemandangan yang agak unik itu.


"Kepo lu berdua" ujarnya menyikut mereka yang sudah berada tepat disampingnya.


"Kayaknya ada yang aneh nich.Boss jatuh cinta yach" ujar lian, salah satu Pria Temannya itu. Lian mengoda sambil memainkan telunjuknya dihadapan Lee dan Lee menggeleng.


"Jatuh cinta apanya.Ada-ada aja" jawabnya.


"Mata lu kenapa? sakit..."kelakar Lee sambil tetap senyam-senyum masih mengingat sosok Meila.


"Duh sih boss kesambet setan hutan ne kali, karena masih pagi-pagi tuh" celoteh bastian asal aja. Memangnya ia tahu setan itu muncul pagi-pagi atau gimana.hehehe.


"Huss! jangan ngaco" Lee mendelik yang membuat Bastian sesegera mungkin menelan air ludahnya dan terdiam ngk jadi ngomong lagi karena ia lihat ekspresi Lee menggertak gitu.hehehe.


"Cabut yuk"serunya lagi.Tak berselera lagi melanjutkan jonggingnya. Mendengar itu ke dua temannya senang.Padahal dari kemarin Big Boss mereka itu maksa bawa dia jogging pagi. Sebenarnya duo kwek..kwek ini (bukan trio kwek..kwek yach.hehhe) paling malas olahraga.Tapi karena teman sekaligus Big Boss mereka di perusahaan Properti tempat mereka bekerja itu memaksa yach jadinya mereka menurut aja.Namanya sih boss yach. Orang kaya mah bebas


hehehe.


Lee memang adalah pemengang saham terbesar atau bisa saja Investor modal paling gede di perusahaan patungan yang mereka dirikan.Keberadaannya di kota XX ini biasa tidak terlalu lama. Paling lama sebulan. Jika ada proyek baru sperti yang sedang mereka kerjakan ini.Bulan ini dia agak bertahan lama karena mereka baru launching beberapa Perumahan dan Hotel.Sebenarnya Lee sudah agak bete di kota XX ini karena kotanya panas dan Fasilitas belum memadai seperti Ibu kota tempatnya menetap, tapi pertemuannya dengan Meila membuat ia bertekad lebih lama lagi disana demi menemukan gadis itu.


"Aku pasti bertemu lagi dengannya, ia sudah memandangku kebelakang, Ia sudah mendegarku" ujarnya lirih pelan sambil menopang dagunya. Kini mereka sudah ada didalam mobil.

__ADS_1


"Siapa boss" sahut Bastian sambil menyetir dan memandang ke belakang melalui spion mobil. Memandang Bossnya yang agak aneh.Ia dan Lian saling pandang. Mereka merasa aneh melihat Boss nya sejak di hutan kota itu berbicara sendiri.


"Jangan-jangan si boss kesambet"ujar Bas pada lian berbisik.


"huss...!" hardik Lian.


"bos... laper nich,kita makan dimana?" Bastian memecah lamunan Lee.


"Terserah deh, kalian kan lebih tahu tempat ini" jawabnya agak kesal karena ke dua temannya berisik banget.hehehe


"Baik..baik Big Boss. Siaap!" seru Bas lagi.


"Kita makan soto betawi aja yach Bos, ngk jauh dari hutan kota nich.Enak loh,banyak juga pengunjungnya.


"tapi tempatnya adem n nyaman kok." ujar bastian lagi bawel.


" Yach!" ujarnya singkat saja.


Mereka pun berhenti di tempat makan yang lumayan populer di kota mereka itu.Tempatnya konsepnya tradisional modern tepat dipinggir selatan hutan kota itu.Jadi suasananya masing terkesan teduh dan rindang. Sehingga banyak yang menyukai tempat itu termasuk akhir pekan begini.


Kaki ke tiga pria macho dan tampan itu berjalan memasuki Restoran kecil itu.Wanita-wanita yang lagi asik makan sambil bising ngobrol pada melirik ke mereka.Ada yang berbisik-bisik ada yang acting ke genitan berusaha mencuri perhatian mereka.Tapi kayaknya ke tiga pria itu kalem kalem saja merasa tidak terusik. Lee yang belum melepas kacamatanya asik bersandar pada kursi sambil mengedar pandang berusaha merekam situasi dan keadaan tempat makan itu dalam memory nya karena ini yang pertama kali Ia kesana. Sementara ke dua temannya asik memilih menu dalam daftar menu.Tiba-Tiba matanya tertuju pada sesosok wanita.


"Dia!!!" Lee terperanjat. Ia melihat Meila masih bersama Pria yang tadi ia temui di taman kota. Ia begitu senang karena apa yang ia pikirkan bahwa akan bertemu lagi dengan wanita itu teryata terkabul juga malah tidak pakai lama.hehehhe.Cuma sejenak ia kembali sedih.


"Apakah mereka berpacaraan?"


"Mungkin saja mereka temanan" ujar suara hatinya lagi.Ia berusaha mengamati exspresi mereka.


"Spertinya masih ada jarak,tidak seperti orang berpacaran"ujarnya lagi masih mengamati.


Lee berusaha memutar otak bagaimana caranya bisa berkenalan dengan Meila dan tahu tentang Dia. Sambil ia memandang ke arah mereka.Ia merasa kenapa ada yang terasa sakit dihatinya melihat cara Derin memandang Meila. Melihat mereka tertawa bahagia.


"Kira-kira apa yang mereka bicarakan" Jadi kepo sendiri.Hehehe.

__ADS_1


"Aduh...aduh ada apa denganku.Kenal aja ngk!" gerutunya lagi sambil berusaha tetap fokus sadar diri.Lee binggung mengapa Ia menjadi seperti itu.Hadeeh.Memang jatuh cinta itu kadang-kadang susah yach untuk dijelaskan secara logika.hehehe


__ADS_2