CINTA DENGAN EMPAT PRIA

CINTA DENGAN EMPAT PRIA
HARI YANG ANEH


__ADS_3

Suasana Cafe bandara itu tidak terlalu ramai.Farrel memperhatikan kedua pasangan didepannya.Mereka sangat mesra.Sebentar mereka berbincang,sebentar tertawa.Entah apa yang mereka bahas sambil bercakap agak berbisik dan mesra.Yach pasangan itu adalah Meila dan Lee. Hari ini Lee rencana berangkat barengan dengan Farrel yang memang sudah harus kembali ke Ibukota.


"Apa kalian sudah pacaran?" Bas teman mereka yang juga kebetulan ikut mengatar itu tiba-tiba berceletuk


Seakan ia mewakili rasa penasaran Farrel. Mereka sama-sama binggung melihat kemesraan Lee dan Meila yang tidak seperti biasa.Ditanya begitu keduanya tersenyum,terutama meila ia agak malu-malu.Farrel memperhatikan dengan seksama wajah gadis itu.Ada perasaan bahagia yang jelas terasa. Ia binggung baru kemarin Ia dengan Meila menemui Lee dengan Wanita lain disebuah Cafe juga, namun mengapa hari ini mereka terlihat mesra layaknya pasangan.


"Kapan pacarannya?" gumannya dalam hati.


"Kalian kapan pacaran?" Kali ini Bas yang agak kepo kembali lagi mewakili perasaannya untuk menanyakan hal itu.


"Hmm..kapan yach.Kasih tahu ngk yach?" meila berusaha menjahili Bas yang kelihatan banget keponya.


"Iya kapan mel?" Kali ini Lian sahabat yang satunya lagi angkat bicara.Fokus mereka bertiga hanya pada Lee dan Meila.Mendegar pertanyaan ke tiganya mereka hanya tersenyum.Lalu Lee bercerita kala ia sudah menyatakan cinta kemarin malam dan meila sudah menerimanya.Semua lega mendegarnya.


"Akhirnya ya bos!" Bas senang. Ditepuknya punggung Lee tanda mendukung.


"Selamat Bos." Kini Lian menyalami Lee membuat Meila menjadi tambah kikuk dan malu-malu meong.😀


Sementara dikursinya Farrel saja yang merasa berbeda.Entah kenapa Ia begitu sedih, "apakah aku cemburu?, aiis apa-apaan ini." Farrel merasa ada yang lain dalam dirinya.


Rupanya kebersamaan selama ini menyisakan sesuatu dihatinya.Entah kenapa Ia begitu tidak rela Lee pacaran sama meila padahal selama ini Ia sangat mendukung mereka dan seharusnya Ia juga tidak cemburu karena Ia juga telah punya pacar.


"Sadar..sadar Farrel! kamu sudah punya pacar!" Ia berusaha memarahi dirinya sendiri.


"Trus mengapa kalian pacaran ketika mau berpisah begini?"Kini Bas kepo lagi. Ia merasa heran mengapa Lee dan Meila baru memutuskan berpacaran ketika Lee hendak pergi dari kota XX tersebut.Apa yang akan didapat dari semua itu.


"Yach baru dapat momentnya"Ujar Lee sambil merangkul lengan Meila manja. Farrel memperhatikannya dengan cemburu.


tuuuut..tuuut..tuut..Tiba-tiba ponsel Meila berdering. Ia kaget karena membaca nomor telepon yang tertera adalah milik Ibu Derin.


"Sebentar ya kak aku angkat telp dulu" ujarnya pada Lee sambil segera bangkit dari duduknya dan pergi menjauh.Lee agak curiga mengapa Meila harus menjauh untuk mengangkat telpnya,tapi hal itu ditepisnya karena bas dan lian mengajaknya mengobrol lagi.


Sementara Meila mengangkat telpon kearah toilet Cafe.Ibu Derin menelponnya mengabarkan Derin sudah sadarkan diri dan mencarinya.Meila sangat terkejut mendegar berita itu.Hampir saja Ia melupan Derin yang sedang koma dirumah sakit karena lagi dimabuk asmara denga Lee kekasih barunya.

__ADS_1


" Apa abang Derin mencariku tante?" Ia tergagap merasa jantungnya berdegup keras.


"Ia mel.Segera kamu datang kesini ya.Tolong tante yach" Kedengaran Ibu yang biasa sombong itu sedikit memelas.


" Oke..Oke tan" Jawab meila.Setelah basa basi sedikit akhirnya telponan mereka berakhir. Meila menarik nafas.Selalu begitu, disaat ia dengan pria-pria lain Derin selalu minta untuk Ia perhatikan.Ia merasa gugup menyadari Derin telah sadar.Antara senang,takut dan galau.Bagaimna jika nanti Derin menuntut perasaannya lagi.


"Aduh siapalah sebenarnya yang aku sukai" pekiknya dalam hati.


"Mel.." Suara seorang pria memanggil.Meila menoleh kebelakang teryata Farrel telah ada dibelakangnya.


"Loh kok udah disini aja?" Meila merasa heran Farrel telah disampingnya.


"Yach aku mau ketoilet sebentar" jawab Farrel,"kamu ngapain disini?" Meila menunjukkan Hp nya tanda Ia baru selesai bertelepon.


"Selamat yach Mel" tiba-tiba juga Farrel langsung memeluknya membuat gadis itu tidak nyaman karena sedang berada di fasilitas umum.Meila binggung karena sikap Farrel tersebut yang menurutnya aneh dan berlebihan.Ia mengatakan padanya agar tidak perlu bersikap demikian.Setelah berbincang sedikit Meila meninggalkan Farrel yang masih mematung.


Akhirnya tiba bagi mereka untuk berangkat. Meila,Bas dan Lian mengantar sampai Tangga eskalator. Seyogianya pasangan baru Lee dan Meila terlihat mesra.Berpelukan dan Lee mencium sayang kening meila.


"Tunggu aku ya sayang"


"ehem..ehemm" ujar mereka


Akhirnya mereka tertawa bersama," titip yach pacarku ini" ujar Lee pada kedua temannya yang langsung dibalas anggukan oleh kedua sahabatnya. Farrel juga ikut menyalam meila.


"Jaga diri baik-baik mel" Ia membelai lembut rambut meila sehingga membuat Lee mendelik cemburu padanya.


"Santai aja bro" ujarnya pada Lee sambil tertawa😀


Akhirnya mereka benar-benar menghilang dari pandangan.Meila menghela nafas dalam.Ada perasaan aneh melepas kedua pria yang selama ini menemaninya. Kini Ia teringat akan Derin.


"Aku harus kerumah sakit sekarang." gumannya dalam hati.


Bastian dan Lian mengandengnya akrab,"Ayo kita pulang adik kecil" seloroh bas.

__ADS_1


" Adik kecil" Lian sewot mendegarnya.Meila hanya terkekeh melihat kedua teman Lee itu yang keduanya ceria dan humoris.Mereka meninggalkan bandara sambil berkelakar- berkelakar konyol. Meila merasa bahagia bisa berada disituasi seperti itu.Bersyukur bisa mengenal orang-orang yang menitipkan bahagia dihatinya.


Mobil berhenti didepan sebuah Rumah sakit.


"Yakin ngk mau ditemani mel?" tanya Lian memastikan.Meila menggeleng.


"Ngk apa-apa kak,santai aja" Meila turun dan melambai pada keduanya.Akhirnya karena meila menyakinkan jika ia dapat pergi sendiri tanpa harus ditemani keduanya tidak dapat memaksa lagi.Padahal mereka kepo juga pengen tahu kira-kira gadis itu akan menemui siapa dan mereka sebenarnya juga tidak terlalu banyak kesibukan jadi ingin juga sebenarnya diajakin tapi karena meila kekeh menolak ya apa boleh baut.Eh apa boleh buat😀 terpaksa deh dengan berat hati mereka meninggalkan Rumah sakit.


Meila menghampiri sosok yang terbaring lemah diranjang Rumah sakit itu.Sosok itu masih memakai selang Oksigen di hidungnya. Melihat Gadis itu masuk ruangan Ia langsung mengarahkan pandangannya ke gadis itu dan tangannya berusaha meraih Meila.Segera meila melerai dan buru-buru ia memberikannya tangannya dan Ia mendekap erat tangan Pria itu.Yach Pria itu adalah Derin.Ia telah siuman dari komanya,namun Ia masih sangat lemah.


" Syukurlah abang udah sadar.Aku sangat khwatir" Ujar meila sambil menatap tulus wajah Derin. Ia begitu terharu melihat keadaan lelaki yang sempat Ia sukai itu.


Derin juga menatapnya dalam-dalam dan


Meila melihat mulut derin komat kamit seperti berusaha mengatakan sesuatu namun tidak jelas. Akhirnya Ia mendekatkan dirinya ke wajah derin dan memberikan telinganya karena sepertinya Derin hendak membisikkan sesuatu.


" Ada apa bang?" tanya meila sambil mendekatkan wajahnya.


"Mel..I Lov..I Lov U..".bisik Derin terbata-bata.


Bagai disambar gledek Meila langsung terkesima. Ada sesuatu yang berantakan dihatinya.Derin mengucapkan semua itu dengan tulus.Ia juga menggengam erat tangan Meila.Gadis itu ngk bisa ngomong apa-apa.Ada apa dengan hari ini.Hari yang aneh.Semua seakan ingin berebut mengusik hatinya. Baru Ia merasa bahagia memiliki pacar, yang baru ia dapatkan belum 24 jam eh sudah ada Farrel yanh mengusiknya dengan pelukan aneh didekat toilet bandara lalu Derin seakan bangkit dari alam kematiannya seakan Ia juga tak rela gadis itu telah berpacaran dengan orang lain padahal selama ini masih koma setelah kecelakaan beberapa waktu lalu.


"Aku menyesal menolakmu mel" Ujarnya lagi terbata-bata


"Aku juga sebenarnya sangat mencintaimu!" ujarnya lagi lirih.Tanpa sadar meila memeluknya.Ia menangis di dada Pria itu dan Derin mengusap rambutnya.


"Yach aku mau jadi pacarmu.Mulai hari ini dan seterusnya kita bersama ngk boleh pisah lagi" ujarnya lagi lirih. Meila terkejut mendengarnya. Lalu ia angkat kepalanya dan menatap Derin binggung.


Meila sadar waktu belum berputar bagi Derin.Ingatan terakhirnya masih bersama-sama meila ditaman.Saat dimana Meila mengatakan Ia siap menjadi kekasihnya namun Derin entah kenapa menolaknya.Hingga sepulang dari sana Ia kecelakaan di jalan.


" Aku harus bagaimana ya TUHAN!" pekiknya dalam hati. Ia tak tega melukai lagi hati Pria yang baru sadar itu tapi bagaimana bisa menjelaskan padanya jika Ia sudah punya pacar.Kepala meila menjadi pusing.


Bersambung..

__ADS_1


Mohon likenya ya sis kla suka biar semangat nich😊😊


__ADS_2