
Restoran X terletak di pusat kota. Berbagai menu makanan lezat tersedia di tempat ini. Tempat ini tidak pernah sepi dari pengunjung oleh sebab itu restoran dibuka selama 24 jam penuh. Jika dilihat sekilas Restoran ini terlihat sama dengan Restoran yang lain, hingga tidak ada yang curiga kalau sebenarnya tempat ini menyimpan rahasia besar di dalamnya.
Tidak semua orang bisa sembarangan keluar masuk ke tempat itu. Harus melalui penjagaan ketat, melewati lorong panjang dan gelap juga harus menggunakan lift agar bisa melihat dan menikmati apa yang ada di dalamnya.
Teruntuk kaum pria hidung belang yang ingin bermalam dengan para jala*ng tempat ini sudah tidak asing bagi mereka.
Tempat hiburan tersembunyi ini dikelola langsung oleh Nico. Beberapa tahun yang lalu setelah kematian Olivia terhendus polisi, ia cepat-cepat memindahkan orang-orangnya ke tempt yang lebih aman agar polisi tidak bisa menemukan atau mematikan mata pencariannya. Ya! Nico tidak pernah main-main menjalankan bisnis ilegal yang sedang digeluti.
Trnsaksi jual beli obat-obatan terlarang, senjata tajam, berbagai macam minuman keras hingga perdagangan manusia pun ia lakukan dan pantau dengan baik.
Para wanita yang datang melamar pekerjaan di Restoran akan ia jadikan wanita penghibur para pria hidung belang yang haus akan sentuhan. Setiap wanita yang masuk ke tempat ini maka, tidak akan bisa menemukan jalan untuk melarikan diri.
Para wanita yang menjadi korban pun hanya bisa pasrah bila tubuhnya dinikmati beberapa pria tanpa bisa melawan hingga akhirnya rela dan terbiasa melakukannya. Tidak ada pilihan lain selain menjadi wanita penghibur di tempat tersembunyi ini.
Ruang vvip menjadi tempat favorit di sini, para tamu istimewa bisa menikmati minuman ditemani lebih dari satu wanita.
Nico sudah duduk di sofa ditemani dua wanita berpakain minim duduk di kedua sisinya. Tangan Nico tidak segan-segan menyentuh bagian sensitif mereka, hingga wanita ini bergeliat tidak karuan. Sementara satu wanita lain bermanja di pangkuan Nico, mengisi gelas minuman keras untuk Nico dan sesekali mencium bibir pria ini.
"Kalian memang selalu bisa diandalkan." Nico bergantian mencium bibir ketiga wanita itu, meresapi dan meremas bo*ong yang sexy. "Mintalah apa yang kalian mau," ucapnya sembari menyeringai mesum.
Wanita-wanita ini cekikikan, tertawa dan senang mendengar pujian yang dilontarkan pria no satu di tempat ini. Siapapun akan beruntung bila bisa memuaskan Nico sebab, tidak semua wanita bisa mendapatkan kesempatan melayani Nico.
"Tuan, kalau boleh aku mau lihat dunia luar," ucap wanita yang duduk di pangkuannya, tangannya bermain di dada Nico, merayu dan lebih mencondongkan dada hingga menempel di dada bidang Nico.
"Untuk apa keluar? Mau melarikan diri?" Nico menarik dagunya. "Kau berani kabur?"
"Tidak, Tuan! Aku tidak punya keberanian untuk melakukannya. Lagi pula anak buah Tuan tidak pernah lengah menjaga kami. Aku cuma mau beli berlian, Tuan! Ijinkan aku keluar sebentar saja."
"Baiklah, tapi apa yang bisa kau berikan untukku?"
Tanpa bicara lagi wanita ini menanggalkan seluruh pakaian yang menempel di tubuhnya, lalu berdiri dan menggoda Nico.
__ADS_1
"Aku bisa memuaskanmu, Tuan!" ucapnya sembari meliukkan tubuhnya.
Nico tertawa dibuatnya. "Baiklah, akan aku pertimbangkan." Ia menarik tangan wanita ini hingga kembali duduk di pangkuannya. Tangannya pun menyentuh bagian sensitif jal*ng ini.
"Aku juga mau, Tuan!" ucap wanita yang lain.
Nico semakin terbahak, detik itu juga ia membawa tiga wanita ini ke kamar yang sudah disediakan di sana.
Nico tidak akan puas dan tidak akan berhenti mencari wanita yang akan ia jadikan budak di tempat ini.
***
Di tempat lain.
Hamparan bunga tulip dengan aneka warna bermekaran di taman rumah sakit. Pihak pengelola rumah sakit memang sengaja membuat taman ini semenarik mungkin agar para pasien terhibur dan segera pulih seperti biasa.
Seorang wanita muda duduk di kursi roda menghirup udara segar dan memandang tanaman indah di sana. Tidak ada lagi jarum infus yang menancap di tangannya hanya saja wajahnya masih terlihat pucat.
Sella tersenyum simpul, awalnya ia menolak ajakan Mark untuk keluar dari ruangan tapi, pria ini memaksa dan tetap mendorong kursi rodanya.
"Hmm, terima kasih untuk semuanya. Aku tidak bisa bayangkan apa yang terjadi jika kau tidak datang tepat waktu. Kau benar, pria itu tidak sebaik yang aku kira."
"Sudahlah!" Mark jongkok di depan Sella, menumpu tangan di atas lutut dan melihat Sella dengan intens. "Tidak perlu mengingat kejadian itu lagi. Jadikan pelajaran untuk tidak menilai orang dari penampilannya saja. Mulai hari ini kau harus lebih hati-hati kepada siapapun, ntah itu orang yang baru atau orang yang sudah lama kau kenal."
Sella tidak tahu harus bilang apa, sebab ia pun bingung harus menilai pria ini dari mana, terkadang tampak seperti iblis dan terkadang seperti malaikat.
Mark memberi kode kepada orang yang berdiri tidak jauh darinya. Pria itu datang mengantarkan pesanan Mark.
"Bunga tulip untukmu!" Mark memberikan buket bunga untuk Sella. "Tidak ada mawar di sini." Mark tersenyum hingga menampakkan deretan giginya yang putih. "Sebagai permintaan maaf dariku. Mulai hari ini aku tidak akan memaksamu lagi, tidak akan memaksakan kehendakku, tidak akan mengganggu dan menganggapmu sebagai Rosella. Mungkin, Tuhan tidak akan pernah memertemukan kami lagi."
Sella terpaku melihat bunga tercantik yang pernah ia lihat, dulu pria ini menipu dengan cara memberikan bunga mawar merah yang menjadi penyebab luka dihatinya. Kini, pria ini minta maaf dan memberinya bunga lagi.
__ADS_1
Sayang, Mark minta maaf bukan pada Roslla. Tapi, minta maaf pada Sella.
Sella menerima bunga itu. "Boleh aku tanya sesuatu?" Wajah Sella tampak serius.
"Apapun!"
"Apa pentingnya wanita itu bagimu? Ehm, maksudku apa yang akan kau lakukan padanya jika kalian bertemu lagi?"
Mark mengangkat bahu. "Ntahlah, yang pasti aku tidak mau mengambil resiko."
Sella mengernyitkan dahi. "Maksudmu resiko yang seperti apa?"
Mark tidak menjawab, pria ini berdiri dan mendorong kursi roda kembali masuk ke rumah sakit.
Mark tidak mau mengambil resiko besar membahayakan orang-orang disekitarnya. Terlebih lagi bila ia seorang wanita yang pasti akan menjadi incaran dan korban seperti Olivia dulu.
Biarlah berjalan seperti ini sampai suasana sudah aman dan hubungannya dengan Kate berakhir untuk selamanya.
***
Bandara Internasional.
Pesawat baru saja mendarat dengan selamat di Bandara Kanada. Dua orang ini baru tiba dari Paris. Mereka sengaja datang diam-diam untuk memberikan kejutan pada Sella.
***
Siapa yang datang? apa mereka mau menjemput dan membawa Sella kembali ke Paris?
Terima kasih untuk semua dukungannya🤗
__ADS_1