Cinta Di Dalam Kebencian

Cinta Di Dalam Kebencian
Selingkuh?


__ADS_3

Ozan melepaskan tangan Vlora, harapannya kian hancur mendengar Vlora tidak mengandung anaknya. Kalau sudah seperti ini, bisa saja Vlora akan semakin menjuhinya.


***


"Ada lagi yang ingin kau tanyakan Tuan, Ozan?" Pertanyaan Vlora memecah keheningan yang sempat tercipta.


"Kau benar-benar melupakan malam itu?" Ozan menarik tangan Vlora dan melepaskannya ketika mereka sudah sampai di tepi pantai.


Vlora diam seribu bahasa. Mana mungkin ia bisa melupakan malam itu. Justru setiap malam ia terbayang bahkan terkadang mendambakan sentuhan Ozan. Tapi, mengingat ucapan Ozan malam itu membuat ia berusaha melupakan semuanya.


"Satu tahun tahun!" Ozan mengangkat jari telunjuknya. "Satu tahun kita tinggal di atap yang sama. Apa tidak ada sedikitpun kenangan yang tertinggal diingatanmu? Kau begitu mudah melupakan semua tentang kita dan sekarang kau akan menikah dengan pria lain?"


Ozan menarik kedua lengan Vlora, hingga pandangan wanita ini hanya terarah kepadanya. "Kau pun melupakan malam itu? Aku bahkan berharap kau mengandung anakku!"


"Sejak kapan? Bukankah malam itu kau berniat membayarku? Bukankah kau menganggap aku seperti para wanita yang selama ini menemani tidurmu?"


Vlora bicara santai, ia tidak marah ataupun menangis. Sudah cukup baginya menangisi pria ini.


Tangan Ozan mengendur dan terlepas dari Vlora. Ucapan Vlora seperti ranjau yang meledakkan hatinya. Ah. Ozan lupa mulut jahatnya pernah mengucapkan kata itu.


"Kalau aku mengandung anakmu. Kau pun akan melenyapkannya, 'kan?"


Ozan menggeleng cepat. "Tidak, aku minta maaf kalau sudah menyakitimu. Aku menyesali apa yang sudah terjadi diantara kita. Tapi, percayalah Vlora. Tanpa aku sadari aku sudah jatuh hati padamu. Aku mencintaimu."


"Bohong! Kau bohong Ozan. Cinta harusnya tidak menyakiti. Kau bicara seperti ini hanya untuk mengelabuhi aku saja. Pergilah dari sini, anggap kita tidak saling mengenal! Terima kasih untuk semuanya, Tuan Ozan!"


Suara Vlora terdengar lantang, wanita berambut pirang ini memutar badan hendak kembali ke penginpan. Tanpa diduga Ozan memeluknya dari belakang membuat pergerakan Vlora terbatas di dalam dekapan Ozan.


"Beri aku kesempatan untuk membuktikan cintaku, satu kali saja. Kau boleh memukul, memaki, mengurungku. Terserah kau mau melakukan apa, asalkan kau mau kembali padaku. Akan aku buktikan kalau aku sangat mencintaimu. Tolong, maafkan aku...."


Ozan memohon dan berharap Vlora mau memaafkannya.


Sebagai seorang wanita biasa. Vlora sangat bahagia mendengar kata cinta yang diucapkan Ozan. Begitu banyak kenangan diantara mereka. Satu tahun tinggal bersama bukanlah waktu yang singkat. Tapi, malam itu membuat hati Vlora membeku.


"Vlora... aku mencintaimu."


Tubuh Vlora semakin kaku merasakan tangan Ozan meraba perutnya. Hatinya pun berdesir hangat dan merasa nyaman. Tapi, egonya membuat ia menolak pria ini.

__ADS_1


"Aku akan menikah. Jadi, kau jangan bicara yang bukan-bukan." Vlora menggigit bibir bagian dalam, semampunya ia menahan tangisannya.


"Kau akan menikah denganku. Bukan pria itu!" Ozan masih tidak mau mengalah.


"Jangan kacaukan semuanya, Ozan. Pergilah!"


"Akan aku habis semua pria yang berada di dekatmu termasuk pria yang tadi!" ancam Ozan.


"Kau lakukan itu maka, aku pun akan ikut dengan mereka."


"Vlo--


"Pergilah, Ozan!" Sekuat tenaga yang ia punya, Vlora menarik tangan Ozan hingga terlepas darinya. Kemudian ia berlari tanpa menoleh kebelakang lagi.


Ozan mengerti kenapa dulu Mark tidak bisa melupakan Rosella. Jika hati sudah memilih maka, akan sulit untuk mencari pengganti.


"Mau pergi kemana? Kaulah tujuanku. Kau lah pilihan hati ini, Vlo? Aku mencintaimu!!" Teriakan Ozan menggema di lautan lepas.


***


"Dia pria yang menjadi alasanmu menyendiri di sini?" tanya Eric ketika Vlora mulai menaiki anak tangga.


"Kau yakin sudah baik-baik saja? Besok mama dan keluarga yang lain akan tiba. Mereka akan menjadi saksi. Kau tidak mau mengundang dia?"


Vlora tidak menjawab, ia memilih melanjutan langkahnya. Di dalam kamar, Vlora berdiri di depan meja rias. Memerhatikan bagian tubuhnya yang sedikit mengalami perubahan. Vlora berharap tadi adalah pertemuan terakhir dengan pria itu. Vlora meraba perutnya seperti yang dilakukan Ozan sebelumnya.


"Semua akan baik-baik saja," ucapnya meyakinkan diri.


***


Ozan mendengarkan nasihat yang diberikan Mark padanya. Tidak memaksakan kehendak yang bisa membuat Vlora semakin membencinya. Lebih baik membiarkan Vlora menenangkan diri sampai siap menerimanya lagi.


Hingga terhitung sudah 3 hari berlalu Ozan belum bertemu dengan Vlora lagi. Sesekali mereka hanya saling menatap dari jauh tapi, Vlora selalu mengakhirinya lebih dulu.


Malam ke empat di pulau.


Mark mengajak Ozan menghadiri pesta pernikahan yang diadakan di kapal pesiar, Ozan yang kehilangan semangat terpaksa ikut tanpa mencari informasi apapun.

__ADS_1


Kapal berlayar di tengah lautan. Mark dan Rosella berbaur di tengah kerumunan orang. Sementara Ozan memilih menghindar dan menatap bintang-bintang yang bertaburan di langit. Ozan tidak tahu ntah pernikahan siapa yang ia hadiri.


"Vlo?" Matanya terasa panas melihat wanita cantik bergaun putih sedang berjalan sendirian menjauhi kerumunan orang. Ozan lantas mengejar Vlora. Tapi, tiba-tiba ia mendengar suara desa*an manja dari salah satu bilik yang mengarah ke kolam renang. Ozan seperti pernah melihat pria yang sedang memangku wanita itu.


"Sayang, aku sangat merindukanmu. Aku berharap pesta ini segera berakhir."


"Aku pun begitu, kau tau aku tersiksa jauh darimu! Setelah ini aku tidak akan melepaskanmu."


Ozan mengepalkan tangan emosi mendengar dan melihat tangan pria itu sudah menyentuh bagian sensitif wanitanya. Wanita itu pun seperti menikmati dan mengijinkan bagian tubuhnya dijamah. Bahkan, pria itu terlihat menenggelamkan wajah di dadanya.


"Brengs*k!" umpatnya keras, Ozan berjalan cepat mendekati pasangan yang sedang di mabuk cinta. Kehadirannya membuat wanita itu turun dari pangkuan Eric.


"Kau di sini?" tanya Erick, ia pikir Vlora sudah berubah fikiran dan mengundang Ozan.


"Kenapa? Kau tidak menduga kalau aku akan mengetahui kebusukanmu?"


"Memangnya apa yang sudah aku lakukan?" tanya Eric, ia berdiri di depan Ozan.


BUG!


Ozan memukul rahang Eric. "Jangan pura-pura bodoh! Beraninya kau selingkuh di sini!"


Eric tidak terima, ia pun membalas perbuatan Ozan. Kedua pria berkelahi dan saling memukul. Sonya menjerit dan berusaha melerai mereka. Kejadian itu menarik perhatian beberapa orang termasuk Vlora.


Vlora terkejut melihat Ozan dan Eric terlibat perkelahian. Sementara Sonya mencoba melerai mereka berdua.


"Ozan, lepaskan dia!" Vlora menarik tangan Ozan.


"Lepas, aku akan menghabisinya di sini!" sentak Ozan.


"Kau jangan gila!"


Ozan melepaskan Eric, lalu melihat Vlora masih memakai gaun pengantin. "Kau yang membuat aku gila! Apa yang kau lihat darinya, huh!" Ozan membentak Vlora, sekali lagi ia ingin memukul Eric tapi, Vlora menghalanginya.


"Lepas!" Ozan menarik tangannya dan tanpa sengaja mendorong Vlora hingga terjatuh di kolam renang.


***

__ADS_1


3 bab lagi, biar pas 50. Biar nggak bosen baca tulisan aku😅


__ADS_2