Cinta Di Dalam Kebencian

Cinta Di Dalam Kebencian
Aku Sudah Tau Semuanya


__ADS_3

Setelah malam itu, aku tidak tahu apa saja yang sudah aku lalui. Ketika aku membuka mata, aku sudah terbaring lemah di rumah sakit. Aroma khas obat-obatan mengisi rongga hidungku, perban putih sudah melilit di kepalaku, mama bilang aku mengalami koma selama dua hari.


Dua hari? Lalu apa yang terjadi selama aku tidak sadarkan diri? Semua orang bertanya kenapa aku bisa terluka, aku memilih diam karena tidak mau wanita itu berada di dalam masalah. Orang tuaku bukanlah pemilik hati dan kesabaran yang luar biasa, jika mereka tahu wanita itu yang sudah melukaiku maka, aku tidak bisa menjamin keselamatannya.


Aku mau tahu wanita itu ada di mana, aku mau tahu bagaimana keadaannya, aku mau tahu apakah dia mau memaafkanku, aku mau tahu apakah dia mau memberikan aku kesempatan kedua?


Aku mengerahkan beberapa orang untuk mencarinya sampai dapat, mendatangi tempat tinggalnya dan mencari informasi apapun tentangnya. Tapi sayang, gadis itu seperti menghilang di telan bumi. Rossella pergi tanpa mengatakan apapun, pergi tanpa mencari tahu keadaanku. Ya, Rosella tidak perduli padaku.


Aku tidak terima, aku marah, aku mengabaikan apa yang dikatakan kedua orang tuaku. Aku hanya mau Rosella ada di hadapanku.


Detik itu juga aku putuskan untuk membencinya. Ya! Aku membenci wanita itu, aku benci padamu Rossella.


Villa itu terasa angker untukku, di tempat itu semua dimulai dan berakhir. Namun, aku tetap membuka rekaman CCTV.


"Bawa wanita ini kehadapanku!"


Aku murka ketika tahu kalau ternyata Olivia sudah berkhianat, bisa-bisanya wanita itu menghasut Rosella dan menggagalkan rencanaku. Malam itu juga aku melampiaskan semuanya pada Olivia, aku melakukannya dengan kasar dan pikiran yang kalud, harusnya bukan Olivia melainkan Rosella yang akan aku jadikan milikku untuk selamanya.

__ADS_1


Bukan cuma pada Rosella aku pun benci pada diriku sendiri karena tidak bisa mengontrol emosi hingga akhirnya Olivia hampir depresi karena perbuatanku.


Aku menolak untuk dipindahkan ke luar negri, aku khawatir jika Rosella kembali aku tidak bisa bertemu dengan Rosella. Aku melampiaskan semuanya dengan menenggak minuman keras, yang perlahan menggerogoti kesehatan dan organ reproduksi di dalam tubuhku. Begitu seterusnya selama hampir sembilan tahun lamanya.


Hubunganku dengan Olivia berjalan apa adanya, aku tidak mau dia semakin terpuruk seorang diri, komunikasi kami masih berjalan dengan baik, malam itu terakhir kali aku menyentuhnya, kabar terakhir yang aku dengar wanita itu merenggang nyawa dengan cara menyayat urat nadinya sendiri. Tanpa kuduga Orang tuaku mengatur perjodohan dengan wanita yang aku curigai ada hubungannya dengan kematian Olivia.


Ya! Waktu sudah mengubah semuanya, aku berhasil menjelma menjadi pengusaha muda hingga mengantarkan aku kepuncak kesuksesan. Tapi, aku masih belum bisa menemukan wanita itu. Jika aku bertemu dengan Rosella akan aku beri dia pelajaran!


Pertemuan yang tidak pernah kuduga terjadi di restoran. Sekretaris Leon sangat mirip dengan Rosella, aku terbodoh melihatnya. Meskipun wajahnya sedikit berbeda tapi, matanya tidak bisa menipu.


Sekeras apapun dia berusaha menghindariku, aku tetap percaya jika wanita itu memang Rosella. Hanya saja aku tidak mau kegabah dan tidak mau dia menghilang lagi hingga akhirnya aku berpura percaya padanya.


Paris! Ternyata wanita itu berasal dari Paris. Pantas saja aku tidak bisa melacaknya mungkin, wanita ini sengaja merubah penampilannya untuk mengelabuhi aku. Sepanjang malam aku tidak bisa tidur, setelah pertemuan singkat itu wajah Rosella selalu terbayang hingga aku semakin yakin wanita itu memang Rosella yang aku cari selama ini.


Angin malam menuntunku untuk datang ke apartmenmu. Kau tampak terkejut melihatku. Ingin rasanya aku memelukmu. Hal yang paling menyenangkan adalah ketika aku meletakkan kepalaku di pangkuanmu, itu tempat ternyaman yang pernah aku rasakan. Aku tahu tubuhmu menegang ketika meraba bekas luka di kepalaku. Apakah kau mengingat kejadian sembilan tahun yang lalu? Aku ingin minta maaf malam itu juga tapi, sepertinya kau memang tidak mau lagi berurusan


tau berhubungan denganku.

__ADS_1


Tidak apa-apa. Setidaknya pusing di kepalaku sudah sembuh di pangkuanmu.


Petunjuk demi petunjuk aku dapatkan, dia tahu alamat Villa pribadiku. Bahkan hiasan yang menggantung di ponselnya pun milik Rosella. Sebuah anting berbentuk kristal yang sama seperti yang ada padaku. Rosella tidak sadar kalau sembilan tahun yang lalu ketika aku hampir melec*hkannya, ketika dia melukai dan melarikan diri, Rosella tidak sengaja menjatuhkan antingnya. Anting yang masih aku simpan terlihat tidak ada bedanya dengan hiasan ponsel milik Sella.


Aku berusaha menyembunyikan kebahagiaanku bisa melihatnya lagi. Niat untuk menghukumnya seketika musnah begitu saja.


Kejadian di taman pun membuat aku terpukul. Rosella benar-benar sudah membenciku, dia bersikeras untuk tidak mengakui identitasnya di depanku.


Aku sadar, jika aku memaksa Rosella untuk tetap di sisiku yang ada wanita itu akan semakin terluka. Aku sudah tahu semuanya. Tapi aku pura-pura tidak tahu agar Rosella tidak semakin menjauhiku.


Sejak hari itu aku menyiapkan semuanya, aku berjaga dan belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Sembilan tahun yang lalu Rosella pergi meninggalkan aku tanpa pesan. Mungkin, sebentar lagi aku yang akan pergi. Penyakit yang aku derita karena terlalu sering menenggak minuman keras sudah semakin menggerogoti tubuhku. Mungkin, hari ini, esok atau nanti aku yang akan pergi meninggalkanmu, meninggalkan semuanya. Tapi aku tidak mau pergi tanpa meninggalkan pesan.


Rosella ... aku sengaja menuliskan semua tentang perasaanku, tentang apa yang aku rasakan selama ini di atas lembaran-lembaran kertas ini. Jika kau sudah membacanya mungkin aku sudah tidak ada di sampingmu lagi, mungkin aku tidak akan membuka mata lagi, mungkin kita tidak akan pernah bertemu lagi. Tapi, percayalah cintaku akan tetap abadi untukmu.


Rosella ... kau tetap menjadi bunga mawar di hatiku. Wanita itu, dia, gadis cupu itu, Sella adalah wanita pemilik hatiku. Maafkan aku yang terlalu pengecut ini. Jaga dirimu baik-baik. Semua yang ingin aku sampaikan sudah aku tuliskan.


Dariku, pria yang benar-benar mencintaimu....

__ADS_1


__ADS_2