Cinta Di Dalam Kebencian

Cinta Di Dalam Kebencian
Akhirnya Tamat


__ADS_3

Satu Bulan Kemudian.


Kehadiran Rosella membuat kondisi Mark semakin pulih. Bahkan, Mark tidak memerlukan dokter ahli untuk memantau kondisinya, cukup ditemani Rosella latihan jalan setiap hari mengelilingi kompleks rumahnya sudah membuat Mark bisa berjalan lagi.


Kemunculan Mark di depan publik bersama seorang wanita yang tidak pernah tercium media sebelumnya membuat jagat maya heboh. Para wartawan berbondong-bondong mengejar dan membidik mereka menggunakan kamera tercanggih yang bahkan bisa merekam dari jarak jauh.


Seperti hari ini, wartawan sudah menunggu di depan salah satu butik ternama di Canada. Tempat ini menjadi langganan para pengusaha dan selebritas papan atas memesan gaun atau melakukan feeting baju pengantun. Semua orang beranggapan kalau pasangan itu akan menggelar pesta pernikahan dalam waktu dekat.


Beberapa pria berbaju hitam siap siaga didepan pintu berbahan kaca tersebut, salah seorang dari mereka membuka pintu untuk Mark dan Rosella. Riuh tepuk tangan mulai terdengar memekakan telinga. Semua orang semakin penasaran meluhat Mark menggandeng wanita cantik yang tersenyum ke pada para awak media.


"Ssssttttt!!!" Ozan memberi kode agar para wartawan bisa lebih kondusif dan bersiap mendengarkan apa yang ingin disampaikan Mark.


"Yang kalian lihat dan yang kalian pikirkan adalah benar, aku masih hidup dan sudah baik-baik saja. Ada sebagian alasan pribadi yang tidak bisa aku sampaikan di sini kenapa sampai berita kematianku menyebar hingga membuat sebagian orang percaya kalau aku sudah meninggal dunia."


Mark menatap satu persatu kamera yang ada di depan mata, tidak ada yang berani bertanya lebih lanjut sebab, tidak mau membuat Mark marah dan meninggalkan tempat ini.


Mark tersenyum dan mencium punggung tangan Rosella di depan semua orang, seketika riuh tepuk tangan kembali terdengar menyaksikan adegan langka tersebut. Rosella semakin bersemu merah, ia tidak mengira sosok pria yang ditakuti dan disegani ini tidak malu menunjukkan cintanya di depan umum.


"Wanita yang bersamaku ini adalah calon istriku. Wanita yang luar biasa mencintai dan menjaga kesetiaannya untukku. Jadi, kalian ingat pesanku, aku akan membunuh siapapun yang berani mendekati atau mengganggunya!"


Semua orang tahu kalau Mark tidak pernah main-main dengam ucapannya. Hingga mulai hari itu hampir setiap hari wajah Rosella terpampang di televisi. Kimi, semua orang tahu siapa wanita yang beruntung bisa menjadi pendamping Mark.


Tidak terjecuali seorang wanita yang berada di salah satu apartmen, ia bergeming di soafa menatap nanar televisi yang menyiarkan siaran langsung tersebut, ia tidak menghiraukan dering ponsel yang sedari tadi berbunyi.


"Aku akan mendoakan kebahagiaan kalian. Semoga Tuhan selalu menyertai kalian berdua."


Wanita ini merupakan salah satu teman Mark ketika masih duduk dibangku perguruan tinggi. Beberapa orang mengira jika mereka memiliki hubungan spesial sampai ia pergi pindah ke kota lain.

__ADS_1


Siapa yang menyangka, ia menjadi korban kejahatan ayah tiri yang tega menjualnya kepada Niko. Hingga hari itu ia terkejut ketika Mark datang dan meyelamatkan para tawanan Niko. Namun, sepertinya Mark tidak mengenalinya. Tepat setelah kabar kematian Mark menyebar, ia datang menemui Ozan dan pria itu memberinya ijin untuk tinggal di apartmen miliknya.


***


Hari berganti hari, musimpun kian berubah. Tepat hari ini acara pernikahan Mark dan Rosella diadakan dengan meriah. Beberapa tamu sudah memenuhi lokasi yang akan menjadi tempat pemberkatan pernikahan itu.


Mark sudah tampak gagah menunggu calon istri yang amat ia cintai. Tidak jauh dari tempat ia berdiri, Rosella berjalan anggun digandeng Jesy mendekatinya. Wanita cantik itu memakai gaun berwarna putih semakin menambah kecantikannya.


Mark menerima tangan Rosella dan mereka pun berdiri saling berhadapan.


"Si culun yang cantik," bisik Mark sebelum mereka diambil sumpah untuk sehidup semati.


Manik mata Rosella membola dan ia menyubit pinggang Mark. "Bad boy yang payah," bisik Sella. Keduanya pun tertawa


Acara itu pun dimulai. Mark dan Rosella sama-sama bersumpah untuk setia sehidup semati sampai maut yang memisahkan. Semua orang yang menghadiri acara itu seakan ikut terhanyut di dalam kebahagiaan mereka.


Rosella menitikan air mata ketika Mark mencium keningnya, ia tetingat beberapa hari yang lalu mereka mengunjungi makam kedua orang tuanya juga mengunjungi makam bibi Jeny. Di depan makam orang-orang yang ia cintai, Mark betjanji akan selalu menjaga dan membahagiakan Rosella.


Mark menggendong Rosella dan merebahkannya di atas tempat tidur. Seperti tersengat aliran listrik, Mark tidak bisa melepaskan dirinya dari Rosella.


"Mark, menyingkirlah sebentar. Aku mau mandi," ucap Rosella setelah susah payah melepaskan diri dari Mark, hingga pria itu melepaskan tautan bibir mereka.


Mendengar kata mandi membuat pikiran Mark traveling keliling-keliling, pria ini tersenyum mesum dan membantu Rose duduk dan tanpa ijin ia membuka resleting yang ada di punggung Rosella dan menurunkan gaunnya.


"Sayang, apa yang kau lakukan?"Rosella bersedekap dada berusaha menutupi bagian pribadi yang terlihat menyembul dari wadahnya.


"Kenapa ditutupi? Bukankah ini milikku?" Mark menarik tangan Rosella membuat wajahnya merah seperti buah tomat, pria ini tidak berkedip melihatnya, ia tidak butuh obat perangsang atau sejenisnya sebab dari awal ia hanya tertarik pada wanita ini.

__ADS_1


"Tu-tunggu sebentar, Mark!" Rosella sudah berancang-ancang, ia tahu malam ini Mark tidak akan melepaskannya tapi, ia Rosella bingung harus memulainya dari mana. "Ak-aku mau mandi." Rosella tertunduk dan detik itu juga Mark merebahkan dirinya kembali terlentang di tempat tidur.


"Jangan takut ... aku tidak akan menyakitimu." Mark yang kepanasan sudah tidak bisa lagi menahan hasrat yang selama ini ia bendung. Bibirnya yang bervolume sudah menyusuri seluruh wajah Rosella, tangannya pun tidak bisa diam, bergerak tanpa harus dikomando lagi.


Rosella merinding dibuatnya, sentuhan jemari tangan Mark membuatnya seperti melayang diawang-awang. Sungguh, ini pengalaman yang pertama untuk Rosella.


Di saat Rosella sudah seperti cacing kepanasan, Mark menghentikan aksinya. Rosella heran melihat Mark.


Mark membelai wajah Roselle dan bertanya, "Mau memukulku, lagi?"


"Mark!!! Dasar, kau!!!" Teriak Rosella, setengah kesal, ia mendorong dan memukul Mark. "Kau mau kupukul lagi, huh!"


Mark tergelak dan mengunci tangan Rose. "Ampun sayang, aku tidak akan memaksamu lagi! Cukup satu kali aku merasakan pukulanmu, itu."


Detik itu juga teriakan Rosella berganti menjadi suara des*han manja karena Mark benar-benar melakukannya dengan penuh cinta.


***


Kisah cinta Momy dan Daddy rumit, ya! Aku pun ikut pusing. Tapi, terima kasih karena Author sudah menceritakan kerumitan diantara dua orang yang payah itu. Aku tidak menyangka Daddy yang sangar payah dalam mengatakan cinta. Dan Momy terlalu cepat mengambil kesimpulan yang membuat mereka semakin salah paham.


Ada apa dengan orang dewasa? Aku penasaran sama kisah cinta Uncle Ozan. Moga Author mau berbagi kisah mereka ya hihihi.


Terima kasih juga untuk semua pembaca Author yang setia baca kisah cinta di dalam kebencian Daddy Mark dan Momy Rosella😍


Salam sayang. Sampai jumpa lagi. Oh iya, nama apa yang cocok untukku? Komen, dong higihi


MarSello😆

__ADS_1


TAMAT🤗😍😘-



__ADS_2