
BRAK!!
PYAR!!!!
"Akhhhhh!!"
Seorang wanita pekerja malam merintih kesakitan sebab, tubuhnya terpental menabrak meja hingga menjatuhkan beberapa minuman keras yang ada di atasnya. Kini, serpihan kaca tersebut berserak di lantai.
"Wanita ini mencurigakan, Tuan! Tadi aku melihat dia bersama seorang pria. Tapi, sekarang pria itu tidak ada di semua tempat,"lapor pria yang tega melemparkan tubuh mungil wanita itu kepada pemilik tempat itu.
Niko menyeringai, tatapannya terlihat mengintimidasi hingga membuat siapapun merinding ketakutan.
"Aku mencium bau-bau pengkhianatan di sini." Niko menarik pelatuk pistol dan mengarahkan tepat di kepala wanita itu. "Bicara atau aku ledakkan kepalamu!"
"Tu-tuan, aku tidak melakukan apapun. Pria itu ada di kamar mandi," jawabnya terbata, tertunduk dan ketakutan. Dia tidak menyangka akan tertangkap anak buah Niko.
Bug!
Bug!
Bug!
Perhatian Niko teralih pada keributan yang tidak jauh darinya. Anak buah Niko terlihat menghadang dan berkelahi dengan seorang tamu di sana. Sebagian pengunjung dan para wanita malam berlarian tanpa ada yang mengawasi bahkan, ada yang melarikan diri.
"Brengs*k, tutup pintu secara otomatis. Jangan biarkan ada yang keluar dari tempat ini! Cari penyusup itu!"
Dor!!
Niko melepaskan timah panasnya beruntung Ozan sempat menghindarinya. Ya, Ozan lah yang berkelahi dengan penjaga yang berusaha menghalangi Mark. Bahkan, penjaga itu sempat mengarahkan pistol dari jauh.
Dor!
Dor!
Dor!
Ozan pun tidak mau kalah, ia mengarahkan peluru itu pada beberapa anak buah Niko.
"Keluar!"
"Cepat keluar!" teriak Ozan dan semakin banyak yang berhamburan keluar dari tempat itu.
Niko semakin naik pitam menerima informasi kalau para tawanannya berhasil lolos lewat dari jalan tikus dan rahasia yang mengarah ke luar.
"Brengsek! Siapa yang berani mengusikku?" Membawa raut wajah bak seorang iblis, ia berjalan cepat mencari pengacau di tempatnya.
Dor!
Dor!
Dor!
Suara tembakkan semakin memekakan telinga, suara musik yang dimainkan Dj berganti dengan jeritan dan hantaman dari pria-pria ini. Tubuh Ozan sempt terpental tapi, ia masih bisa menguasai dirinya. Nyawapun akan ia korbankan yang penting Sella dan Mark bisa bebas dari tempat ini.
"Cepat pergi dan ikuti lorong ini dan cari jalan keluarnya." Mark berhasil menemukan jalan tikus itu.
"Terima kasih, Tuan! Terima kasih," ucap para wanita yang sudah bebas dari penjara Niko.
__ADS_1
Namun sayang, tiba-tiba lorong itu tertutup otomatis. Hingga posisi mereka terhimpit tembok.
"Pergilah Sella. Cari jalan lain. Nanti aku menyusulmu." Mark berat hati melepaskan tangan Sella.
"Kita pergi sama-sama, Mark!"
"Aku harus menolong Ozan. Kau pergilah dulu." Mark membelai rambut Sella.
Bug!!!
Seseorang memukul punggung Mark dari belakang membuat pria itu berbalik arah. Mark sempat menangkis ketika wajhnya hendak di pukul lagi, ia pun menghajar lawannya tersebut.
"Pergilah, Sella!" teriak Mark sembari menghadapi para pengawal Niko.
Sella mundur beberapa, rasanya enggan meninggalkan Mark. Disaat itu dari jarak cukup jauh seseorang mengarahkan pistol pada Mark. Sella refleks mengambil botol minuman dari rak yang menempel di dinding hingga tepat mengenai sasaran.
Pyaar!!!!
Pistol yang digenggam Niko jatuh hingga ia tidak berhasil menembak kepala Mark.
"Aku akan membunuhmu, disini!" teriak Niko, ia berlari mengambil alih Mark yang sedang menghadapi beberapa anak buahnya.
Bug!!
Bug!!
Bug!!
Mendapatkan serangan dadakan dan bertubi-tubi membuat tubuh Mark terpental juga. Niko tidak sedikitpun membuang kesempatan, ia menarik dan menghajar Mark.
Mark tidak mau kalah, ia berusaha melawan, menangkis dan menghajar wajah Niko.
Bug!
Bug!
Bug!
Sella menyaksikan semuanya, kejadian itu berlalu sangat cepat, ia mencoba berlari tapi, tangannya ditarik dua orang berbadaan kekar.
Bug!
Bug!
Ozan datang tepat waktu, ia menghajar siapapun yang ada di dekat Sella.
"Pergi dari sini, Nona!" teriak Ozan.
Sella dan yang lainnya berusaha menjauh dari sana.
Krtak!!!
Pistol yang digenggam Mark terjatuh ke lantai, Niko berusaha mengambilnya tapi Mark tidak melepaskannya.
Bug!
"Kau harus bayar mati perbuatanmu di sini!" teriak Mark berapi-api.
__ADS_1
Niko terhuyung dan tersandung mayat anak buahnya, ia menyeringai dan mengambil pistol mayat tersebut.
"Matilah, kau!" Benda besi itu sudah mengarah pada Mark. Tepat di keningnya.
Mark dan Niko saling berhadapan, mereka berdiri tidak karuan, darah segar sudah memenuhi wajah keduanya.
"Tidak ada yang bisa menghentikan, aku! Jatuhkan pistolmu, Ozan!" teriak Niko. "Atau aku bunuh dia di depanmu!" Niko tertawa jahat. Kini, lorong panjang itu sudah mulai kondusif, para wanita malam termasuk Sella pun tidak bisa bergerak, mereka terpojok di dinding dan diawasi beberapa anak buah Niko.
Ozan tidak punya pilihan, ia menunduk dan meletakkan pistol itu tepat di bawah kakinya.
"Kau mau tahu apa yang terjadi pada Olivia, bukan?" tanya Niko. "Aku menjadikan wanita itu budak se* pribadiku, setelah aku bosan aku menjadikan Olivia primadona di kalangan banyak pria!" Niko semakin tertawa, merasa menang dan puas melihat Mark tidak berdaya di depannya. "Jangan salahkan aku kalau wanita itu memilih mengakhiri hidupnya sendiri!"
Sementara Sella hampir muntah mendengar fakta ini, ia baru tahu Olivia sudah berakhir tragis.
"Kau memang bajing*n!" umpat Mark.
"Haahahahaha kau marah karena aku merebutnya darimu, bukan?Dan sekarang kau datang ke sini mengantarkan nyawa hanya demi menyelematkan gadis itu!" Niko mengarahkan pistol itu di wajah Sella.
"Lepaskan dia, Niko!" Mark maju tiga langkah.
"Kau berani maju lagi aku tembak dia di depanmu!" ancam Niko.
Lagi-lagi Mark tidak berdaya, ia terdiam dan menatap sendu wajah Sella, mengatakan pada gadis itu tanpa suara.
*Semua akan baik-baik saja*
Sella semakin menyadari kenyataan kalau Mark rela mengorbankan nyawa demi dirinya.
"Atau ... sepertinya seru jika aku menyentuhnya di depanmu, Mark...."
"JANGAN SENTUH ROSSELLA, BRENGSEK!!!" teriaknya, mata Mark memerah menahan emosi di jiwa.
"Ma-mark...." Sella semakin menangis, di sini ia yakin kalau Mark sudah tahu identitas dirinya yang sebenarnya.
Mark mengepalkan tangan, ia berada di dalam kebimbangan, jika maju maka Niko akan menembak Rossella. Jika tetap diam pria itu akan melecehkan wanitanya.
Benar! Rossella adalah wanitanya.
"Hahahahaha sayangnya aku tidak akan melewatkan kesemptan ini. Atau aku mau lihat apa yang akan terjadi padamu jika aku menembaknya tepat di depanmu!"
Klek!!!
Hanya tinggal menggerakkan jari maka, timah panas ini akan menembus kening Sella.
"Kita akan lihat."
Dor!
Dor!
Brakk!!!
Jeritan histeris kembali terdengar, darah segar sudah mengalir dan membasahi lantai. Kejadian itu terjadi begitu cepat. Hanya dalam satu kali kedipan mata timah panas itu menembus jantung dan menjatuhkan pemilik tubuh itu.
***
Tenang para pemirsah😢
__ADS_1
Anggap aja lagi NGE-DRAKOR. Babnya dikit tapi, hmmmmmm Haluku🙃