Cinta Di Dalam Kebencian

Cinta Di Dalam Kebencian
Memulai Misi


__ADS_3

Mark menyiapkan semuanya, menyiapkan amunisi terbaik dan tidak lupa menyisipkan pistol di balik punggungnya. Pria yang memakai pakaian serba hitam ini sudah bertekad akan mengakhiri semuanya malam ini. Praktek ilegal yang dijalankan Niko harus berakhir saat ini juga, jika tidak ada yang mulai menghentikan pria itu maka akan dipastikan kehidupan para wanita baik-baik akan segera berakhir. Siapapun bisa menjadi korban termasuk adik dan keturunannya kelak.


Mark sudah mengambil keputusan berat untuk tidak menghubungi polisi. Sebab Niko terlalu licik dan pandai mengelabuhi polisi dan Mark takut akan semakin membahayakan Sella.


"Jika bukan aku maka, kau yang akan mati!" Mark menatap pantulan dirinya di cermin. Dia siap menerima semua resiko terburuk meskipun harus merenggang nyawa. Bagi Mark keselamatan wanita itu yang utama. Mark sudah bersumpah hidup Niko akan berakhir di tangannya.


Seketika bayangan Rossella terlihat jelas di sana. Mark sekilas memejamkan mata, menguatkan hati dan pikirannya.


"Sebentar lagi ... sebentar lagi!" Kini, Mark siap melangkah tanpa melihat ke belakang.


Mobil yang dikemudikan Mark melaju kencang membelah malam, ntah sudah berapa kendaraan yang ia lalui seenaknya, Mark tidak perduli ketika pengendara lain memaki aksinya yang ugal-ugalan di jalan.


Begitu sampai di tempat tujuan, Mark memastikan tidak ada satu orang pun yang mengenalinya, ia sengaja memakai topi dan kaca mata hitam untuk menyamarkan penampilannya.


"Kau yakin pria itu membawa Sella ke sini, Ozan?" tanya Mark ketika mereka sudah bertemu di depan restoran.


"Benar, Tuan. Aku sudah memeriksa semua CCTV yang memantau lalu lintas. Bahkan, mobil itu ada di sana!" Ozan menunjuk mobil yang terparkir tidak jauh dari mereka.


Mark semakin kalud, ingin rasanya ia ledakkan kendaraan itu.


"Kau harus ingat pesanku, Ozan! Apapun yang terjadi kau harus mengutamakan keselamatan wanita itu!"


"Tidak, keselamatan tuan yang utama!" jawab Ozan cepat.


Mark menarik kepala Ozan dan berbisik. "Ini perintahku, kau paham?" Ia melepaskan Ozan cukup kasar. "Ayo masuk!"


Mau tidak mau Ozan berjalan di sisi kiri Mark. Kedua pria ini berjalan santai sambil mantau keadaan, kamera cctv terpasang hampir di semua sudut. Benar, tidak ada yang mencurigakan di restoran ini. Hanya saja pengamanannya lebih ketat dari restoran lain.


Dua orang bertubuh kekar menghalangi Mark dan Ozan di pintu masuk. Sebelum dicurigai lebih lanjut, Mark menunjukkan kartu yang ia curi dari lemari Katerine.


"Ternyata tamu istimewa!" ucap salah seorang dari mereka.

__ADS_1


"Bersenang-senanglah, Tuan! Nikmati malam Anda di sini." Seorang lagi melirik Ozan. "Ingat, satu kartu untuk satu orang!" serunya kemudian.


Mark berdehem dan merampas kartu miliknya. "Tenang saja, aku tahu peraturannya!" Mark masuk mendahului Ozan. Salah satu pengawal tempat ini mengantarkan Mark ke lorong bawah tanah.


"Aku tidak dilarang makan di sini, 'kan?" tanya Ozan, ia pun ikut masuk dan duduk bergabung dengan pengunjung yang lain.


Seorang pelayan wanita datang menawarkan menu makanan untuk Ozan. Pria ini tampak fokus membaca apa yang tertulis di sini.


"Menu yang paling spesial? Apa ini?" tanya Ozan, belum sempat pelayan itu menjawab Ozan teringat kartu yang serupa dengan milik Mark. "Aku mau ini , berapa aku harus membayarnya?"


Akhirnya dengan mengeluarkan uang yang cukup banyak, kartu itu sudah berada di tangan Ozan. Pria ini mulai mengikuti petunjuk arah, melewati lorong yang hanya dihiasi lampu tamaram. Ntah sudah berapa orang yang memeriksa kartunya, sampai ia tetap bisa melangkah dan masuk ke dalam lift.


Suara dentuman musik sudah menggema dan memekakan telinga. Tempat ini lebih besar dari klub malam yang pernah dikunjungi Ozan. Lautan manusia menari-nari hampir tanpa busana. Mata Ozan memindai satu persatu orang mencari sosok Mark atau Sella.


"Tempat apa ini?" Ozan duduk di sofa tidak jauh dari panggung, ia tidak tahu untuk apa panggung itu disediakan disana. Tidak menunggu lama satu persatu wanita sudah hadir dan menari di depannya.


"Ini yang aku tunggu!" teriak seorang pria paruh baya yang duduk di samping Ozan, ia tampak seperti buaya darat yang haus akan belaian.


"Cepat keluarkan yang lain! Aku sudah bayar mahal untuk malam spesial ini!" Teriakannya hampir tidak terdengar sebab suara musik yang dimainkan Dj lebih mendominasi di tempat itu.


"Malam spesial?" tanya Mark tidak mengerti apa maksudnya.


Pria paruh baya ini lantas melihatnya dan berucap, "Iya, apa ini pertama kali kau datang kesini? Jika iya Anda beruntung karena malam ini sangat spesial!"


Kesabaran Mark hampir menipis, ia sudah berusaha mencari Sella diantara wanita-wanita malam di sana tapi, tidak ia temukan. Haruskah Mark menembak perut buncit ini agar tidak terlalu banyak bicara?


"Malam spesial seperti apa?" Ozan ikut bertanya.


"Payah!" seru pria perut buncit ini lagi. "Ada yang spesial karena kita akan disuguhkan wanita baru. Malam ini wanita itu akan tampil untuk yang pertama kali, masih bersegel dan belum tersentuh, dia akan dilelang malam ini dan siapa yang bisa membayarnya mahal tentu akan menghabiskan malam panjang ini dengannya!"


Mendengarnya membuat darah Mark semakin panas, bagaimana kalau wanita yang dimaksud itu Sella? Tidak! Jika itu terjadi akan ia ledakan tempat ini.

__ADS_1


"Apa kita bisa membawa wanita itu keluar dari sini?" tanya Mark tiba-tiba.


"Kau mau mati? Tidak ada yang boleh membawa para jal*ng keluar dari sini. Jika kau mau,sekarang juga kau bisa masuk ke ruang vvip dan nikmati apa yang ada di sana. Jadi, kau tidak perlu membawa mereka keluar dari sini, anak muda!"


Mark sudah memutuskan untuk menunggu seperti apa yang dikatakan pria yang banyak bicara ini.


Dari jarak yang cukup jauh, ia melihat Niko dan beberapa anak buahnya duduk di temani para wanita malam. Pria itu tertawa lepas sembari meresapi minuman dan menggeranyangi para wanita yang mengelilinginya.


"Nikmatilah malam terakhirmu, bajing*n!" Mark mengepalkan tangan, ia membaca situasi agar Niko tidak melihat dan curiga padanya, Mark memanggil beberapa wanita untuk menemani agar misinya berjalan seperti yang sudah direncanakan.


"Mau minum, Tuan?" Wanita yang duduk di samping Mark memberikan gelas berisi wine untuknya.


"Hmm ya, kau sudah lama di sini?" tanya Mark basa-basi.


"Sudah dua tahun." Terbayang sudah berapa pria yang menjamahnya. "Mungkin untuk selamanya."


"Tidak mau keluar dari sini?"


"Mencoba keluar dari sini artinya siap melepaskan nyawa. Tidak akan ada yang bisa kelur dari sini, karena penjagaannya sangat ketat."


Mark bersumpah akan bertaruh nyawa untuk membebaskan Sella dari tempat ini.


***


Dor!!!


Siapa yang akan menjadi korban di tempat ini?


Mark atau Niko yang akan tertembak? Atau mereka berdua yang didor???


Harap tenang😌 Vio mau update banyak, tapi masih ada yang lupa jempolin jadi kita selow saja hihihi.

__ADS_1



__ADS_2