
Ozan tidak percaya begitu saja, setelah apa yang mereka lewati tentu tidak mungkin Vlora mengkhianati dirinya dan putri mereka. Ozan merobek dan membuang surat itu ke sembarang arah, demi anak dan keluarga kecilnya ia berusaha mencari Vlora.
Detik itu juga Ozan menitipkan putri kecilnya kepada sekretaris yang dipercaya. Kemudian ia pergi keluar perusahaan mencari Vlora.
"Daddy akan bawa mommy pulang, nak." Kini mobil yang dikendarai Ozan melaju dengan kecepatan tinggi menyusuri jejak terakhir yang ditinggalkan Vlora.
Sementara itu, di dalam mobil lain. Tangan Vlora diikat dibalik punggungnya. Ternyata ia tidak sendirian, ada dua orang lain yang tidak. berdaya di dalam sana. Sorang wanita tua dan lebih muda darinya. Mulut mereka dilakban hingga tidak bisa bicara sepatah katapun.
Katerine mengemudikan sendiri mobilnya, satu mobil lain milik anak buahnya pun mengukuti dari belakang. Mereka berencana membuang dan melenyapkan para tawanannya ke dasar jurang yang paling dalam.
"Sebentar lagi kalian akan hancur sepertiku!!!" Kate tertawa dan sesekali memukul stir kemudia. Ozan akan kehilangan istrinya dan Mark akan merasakan sakit melihat Ozan tidak berdaya!!" teriakan Katerine semakin membuat suasana mencekam. Katerine seperti psikopat yanh tidak punya perasaan sama sekali.
Vlora yang duduk di belakang berusaha melepaskan ikatan tangannya, tanpa diduga gadis yang duduk di sampingnya ikut meraba-raba jemari Vlora. Dengan isyarat mata keduanya menegaskan untuk saling membantu .
'Aku tidak akan membiarkan siapapun mengusik keluargaku. Kau pikir aku akan diam saja saat kau memisahkanku dengan putriku. Tidak apa menurutimu sebentar, setidaknya saat ini aku yakin putriku sudah berada di tempat yang aman. Aku yakin putriku sudah bertemu dengan daddynya.' gumam Vlora.
Nalurinya sebagai seorang ibu membuatnya kuat dan berusaha tetap tenang. Bukan hanya Ozan yang membutuhkannya tapi, putri kecilnya sangat bergantung padanya. Jangankan Vlora yang terlahir sebagai manusia. Bahkan, hewanpun akan mati-matian melindungi anaknya. Siapapun tidak mau dipisahkan dari orang tua atau anaknya.
Tali itu semakin mengendur, mobil itu pun melaju semakin kencang melewati jalan yang berliku dan berdebu. Semakin jauh dan semakin masuk ke dalam hutan.
Vlora mengedipkan satu matanya, memberikan kode kepada si gadis kalau tali yang mengikat tangannya sudah terlepas. Vlora tidak mau buang waktu ia mencondongkan tubuhnya dan melingkari leher Kate dengan tangannya berusaha merebut stir kemudi yang dikuasai Katerine.
"Akhhhh dasar gila!" umpat Kate setengah terkejut dengan apa yang dilakukan Vlora.
"Hentikan mobilnya, Kate. Aku tidak sudi menurutimu. Kau pikir aku mau dipisahkan dengan putriku?"
__ADS_1
"Diam! Aku tidak akan menghentikan mobil ini!" sentak Kate, ia semakin menginjak pedal gas sampai mobil itu semakin melaju kencang tanpa tujuan yang jelas.
Stir bulat itu pun berbelok ke kanan dan ke kiri. Membuat mobil itu semakin oleng. Vlora dan Kate masih tidak mau saling mengalah. Vlora berusaha pindah tempat duduk ke samping Katerine.
"Lepas!" Kate mendorong Vlora sampai membentur pintu. Namun, Vlora masih melawan dan berusaha meraih stir darinya.
***
Sementara mobil anak buah Kate yang mengikuti dari belakang sudah dihadang anak buah Ozan. Mereka yang sudah berhasil mendapatkan informasi lokasi terakhir dari supir yang membawa Vlora langsung ke tempat kejadian. Bahkan, petugas kepolisian pun ikut bertindak sampai memantau menggunakan helikopter.
Sementara Ozan membawa muka cemas berusaha mengejar mobil yang diyakini ada Vlora di dalamnya. Beberapa saat kemudian dentuman keras terdengar di telinga Ozan. Dari jarak yang tidak terlalu jauh Ozan melihat mobil itu menabrak pohon besar.
"Vlora!!!" teriak Ozan, ia keluar dari mobil dan berlari mendekati lokasi kejadian. Mobil itu sudah berhenti dan mengeluarkan asap dari bagian dalam, Ozan semakin panik dan berusaha membuka pintu mobil. Dilihatnya kate sudah tidak sadarkan diri di bangku kemudi.
"Vlo...." Ozan mendengar runtihan Vlora, ia masih berusaha mengeluarkan Vlora dari sana. Petugas kepolisian pun sudah sigap melakukan evakuasi.
Ozan sudah berhasil membuka pintu. Dilihatnya Vlora hampir tidak sadarkan diri, wajahnya pun terlihat pucat. Ozan berusaha mengeluarkan Vlora.
Vlora masih sempat tersenyum melihatnya.
"Di mana putri kita?" tanya Vlora lirih, ia merasakan sakit disekujur tubuhnya.
"Dia aman, putri kita menunggumu, sayang. Kita pulang, ya." Ozan memeluk dan menggendong Vlora sampai ambulance yang baru tiba di lokasi kejadian.
Semua sesuai prediksi polisi beruntung mereka ssmpat berjaga-jaga dan sigap menyiapkan ambulance.
__ADS_1
Dua korban lain yaitu gadis belia dan ibunya pun dievakuasi dan dibawa ambulance. Sementara Kate pun ditangani dan dikawal petugas kepolisian.
"Aku tidak mau ke rumah sakit. Aku baik-baik saja. Aku mau ketemu putri kita," Vlora menolak dibawa ke rumah sakit.
"Jangan sekarang sayang, biarkan dokter merawatmu," jawab Ozan.
"Tidak, aku mau anakku."
Akhirnya Ozan membawa Vlora kembali ke mansion dan memerintahkan sekretarisnya membawa putri mereka di sana.
Ketika sampai di mansion, Vlora ditangani dokter ahli dari rumah sakit. Beruntung ibu satu anak ini tidak terluka parah. Hingga dokter mengijinkan bertemu dengan anaknya.
Vlora menangis bahagia bisa memeluk dan mencium putrinya lagi. Kini, mereka hidup bahagia tanpa ada ancaman dari pihak manapun.
***
"Ampuni saya, Tuan! Tolong maafkan saya." Supir Ozan menangis dan meminta maaf secara langsung kepada Ozan. "Saya terpaksa melakukan itu karena nyawa anak dan istri saya terancam. Maafkan saya Nyonya."
Vlora yang baru saja memberi Asi untuk putrinya pun tersenyum kepadanya.
"Siapapun akan berkorban dan melakukan apapun untuk menyelamatkan keluarga yang dicintainya. Karena putrimu juga aku bisa kembali dan berkumpul lagi dengan keluarga kecilku. Aku harap setelah ini kita bisa hidup lebih baik dari sebelumnya," jawab Vlora.
Meskipun masih marah namun Ozan menyerahkan semua keputusanya kepda Vlora. Baginya hidup damai dan bahagia dengan keluarga adalah yang utama.
Hari itu juga supir mendapatkan hukuman, ia dimutasi ke daerah terpencil bersama istri dan anaknya. Katerine pun dihukum seberat-beratnya.
__ADS_1