Cinta Di Jalan Yang Salah

Cinta Di Jalan Yang Salah
bab 1 serasa mimpi


__ADS_3

ALin terpaksa membuka matanya yg masih terasa perih menahan ngantuk yg teramat sangat karna pantulan sinar matahari dri luar jendela yang membuat matanya terasa silau...badanny terasa remuk seketika dia di kejut kan suara seseorang dri luar kamar yg bukan milik ny itu...


"kau sudah bangun? mandi lah dan sarapan kita akan bicara."


pinta Devan sambil berjalan menuju lemari pakaianny sembari memilih milih baju di sana


"baik om "


ALin pun bangun dri tempat tidur berukuran king size itu dan menyadari bahwa tubuh nya polos tanpa sehelai benang pun seketika ia menyadari apa yg telah terjadi semalam dan tertunduk malu


"maaf kan aku" batin ALin meminta maaf pda dirinya sendiri saat mengingat bahwa dia telah merelakan mahkota berharganya hanya demi uang...


"ku tunggu di meja makan" ucap lelaki yg tak lain adalah Devan sembari keluar setelah usai bersiap sambil menatap wajah mungil di depan ny dengan rasa bersalah ..


****


ALin keluar dri kamar dan duduk dimeja makan behadapan dengan Devan.


"sarapan dulu " meminta tanpa menoleh pada ALin


"hmmm makasih om"sahut ALin dengan wajah tertunduk.perlahan ia memasukkan potongan roti di hadapan nya...


" kau butuh uang berapa?" Devan menatap lekat pda gadis itu


deeegg seketika jantung ALin berhenti berdetak mendengar ucapan Devan


" kau butuh uang bukan ? hingga kau menjual kesucian mu padaku"


"sebut kan saja berapa nilai nya maka akan ku kabulkan "


ALin masih terdiam mendengar ucapan Devan


iya masih tak percaya rasanya mendengar ucapan Devan hatinya terasa nyeri meski ia sadar bahwa itu adalah kemauannya

__ADS_1


"berapa pun yg om berikan "akhirnya ALin memberanikan diri menjawab Devan


"kau tau aku tak pernah merusak anak gadis orang meski aku sering berganti ganti wanita tpi dalam prinsip ku tak boleh bermain dengan gadis peraw\*n tpi berkat kau malam tadi aku menjadi lelaki jahat yg merusak anak orang" jelas Devan panjang lebar


"kenapa kau tak memberi tau ku sebelumny"


"maaf om aku yg salah tpi aku butuh "


"jangan memanggil ku om apa aku setua itu?" lirik Devan


"panggil kakak saja"


" skarang katakan brapa jumlah yg kau butuh?"tanya Devan lagi


"terserah kakak saja"


Devan berdiri dan mengambil sebuah kertas di laci meja ruang tamu di hotelny itu lalu memberikannya peda ALin


"siapa nama mu ?"


" apa itu cukup?'


ALin tertegun melihat angka dalam cek itu matanya membulat tak percaya


" namaku ALin kak.tpi apa ini tidak salah jumlah nya ka" tanya ALin masih belum berkedip melihat cek di tanganny


" tidak karna aku tak pernah salah"timpal Devan


"anggap saja itu jumlah yg tak seberapa jika di banding kan dengan apa yg telah ku dapat dri mu." sambil tersenyum sempul di bibirny mengingat petualangan nya tdi malam dengan gadis di hadapannya


" gunakan lah untuk keperluan mu "


"oh ya namaku Devan semoga kita bisa ketemu lagi setelah ini" tersenyum sambil mengedipkan sebelah mata nya pda ALin...

__ADS_1


ALin tercengang mendengar ucapan itu seketika ia menggelengkan kepala nya untuk menyadarkan dirinya


"semoga takkan pernah lagi" batin ALin


lalu ia berdiri dan menyambar tas ny...


" terimakasih kak aku pamit dulu "ucapnya sambil keluar di sana dengan berlari...


"terimakasi???? apa gadis itu sudah gila? bukankah dia yg rugi di sini?" lirih Devan dengan suara pelan sambil memandangi pintu yg telah tertutup....


***


dikamar Devan


dia duduk sambil mencari kontak Gita di hp ny...


" hallo Gita apa kau sudah gila? kenapa kau memberi kan barang bersegel untukku bukankah kau sudah tau klo aku tidak pernah memakai yg masih baru dan aku gak mau di cap jdi perusak anak orang.." dengan suara lantang Devan marah pada Gita


"..heyyyy jangan marah dlu Dev...


dia yg memintanya dia yang maksa jdi kamu gak usah merasa bersalah begitu."


sahut Gita dri sebrang sana...


"dia orang Indonesia?"


"iya Dev dia mahasiswa semester 2 disini"


"semester 2?pantas masih kecil"


"ya dia datang padaku dan bilang dia butuh dan kebetulan kamu nyari ya udah kan pas"


"haaahh semoga saja dia tak menyesal."

__ADS_1


"sudahlah Dev lupakan saja toh juga dia yg mau"..Gita mengakhiri telpon ny...


__ADS_2