Cinta Di Jalan Yang Salah

Cinta Di Jalan Yang Salah
bab.25


__ADS_3

Di ruangan Dev tidak bisa fokus pada pekerjaannya,ia masih terus memikirkan ucapan sang ayah.ia merasa itu terlalu mengejutkan.ia tak pernah berpikir jika semua itu akan dilakukan ayah nya padanya.


Dan ia tak pernah membayangkan apa yang akan terjadi bila sampai rencana perjodohannya terdengar oleh ALin.


Dev memijat kepalanya yang terasa nyeri saat berpikir keras atas kejadian itu.



Tok ...tok.....tok.....


"maaf pak,pak Wilson ada disini" ucap sekretaris nya.


" apa?? papi disini? Ya sudah antar masuk."perintah Dev


"baik pak" jawab sekretarisnya sembari undur diri


Tak berselang lama Wilson masuk keruang kerja putra bungsunya itu


Ia menatap takjub atas pencapaian Dev selama beberapa tahun terakhir.


Ia merasa bangga mewariskan semua itu pada Dev.


Meski ada rasa sedikit tak adil dengan putra sulung nya yang tak mau menerima warisan darinya.


Wilson duduk di sofa dan memandang ke arah Dev.



"Dev malam ini kita ada makan malam dengan keluarga pak Santoso.anggap saja ini tahap pengenalan antara kamu dan putri pak Santoso."



"pih kenapa harus ada perjodohan lagi? Dev tidak bisa pih" balas Dev


" kenapa? Usia mu sudah tidak muda lagi Dev.atau kamu sudah punya pacar?"


" ya Dev punya pacar pih" jawab Dev ragu karna ia tahu setelah ini papinya pasti akan menyelidiki latar belakang siapapun yang dekat dengannya Sam seperti yang di alami kedua kakaknya.

__ADS_1


"siapa gadis itu? Seperti apa dia? Apa bisnis orang tuanya?"


"pih kenapa semua harus berakhir dengan kasta atau kekuasaan.apa pentingnya semua itu kalau ternyata tidak bahagia pih.tolang lah pih jangan teruskan perjodohan ini." Dev memohon pada Wilson.


"tau apa kamu soal kebahagiaan?apa kamu pikir papi tidak memikirkan kebahagiaan mu??karena papi ingin kamu bahagia makanya papi memilih imel.dia gadis yang baik,pintar dan keluarga nya sudah kita kenal cukup lama dan bisnisnya tak kalah besar.sudahlah jangan lupa datang nanti malam jangan coba untuk tidak datang." perintah Wilson sembari pergi meninggalkan Dev yang terlihat kesal.


Dev marah dengan keputusan sang ayah.dia membanting semua barang yang ada di hadapannya hingga ruangannya terlihat bak kapal pecah.ia duduk di sofa dengan keadaan berantakan.


melihat kondisi seperti itu Ray tak berani mengajak Dev untuk makan siang.


Ray memilih untuk memberitahu pada ALin.


tok...tok...tok...


ALin masuk tanpa menunggu jawaban.ia terkejut melihat keadaan Dev dan ruangannya yang berantakan.


ALin tak berani bertanya padanya karena ia tahu Dev masih marah.


Ia menyodorkan makanan dihadapannya.


Tanpa menjawab Dev langsung memeluk ALin sangat erat.ia sangat bingung bagaimana harus bicara pada ALin.


ALin merasa bingung dengan tingkah Dev.


**********


Di kediaman Wilson Tania sedang berbicara dengan sang mami.sebagai sang kakak yang memikirkan perasaan dan kebahagiaan adiknya.


Ia tak ingin adik bungsunya juga harus di jodohkan dan berujung perceraian seperti dirinya.ia meminta maminya untuk membujuk sang ayah.


" mih...tolong bujuk papi masalah perjodohan Devan mih.apa mami mau Dev juga harus merasakan kegagalan yang sama seperti aku dan Rafa? ini gak benar mih" ucap Tania.


" mami tahu sayang,tapi mama tak bisa berbuat banyak jika itu sudah di putuskan papi.meski mami menolak,itu tidak akan merubah keputusan papimu nak" ucap sang mami sambil membelai rambut putrinya itu.


Wilson memasuki rumahnya,ia melihat Tania dan sang istri sedang berada di ruang tamu.


Wilson siakan tau apa yang mereka bicarakan namun ia sengaja tidak bertanya dan hanya berlalu melewati mereka dan hanya mengingatkan makan malam yang mereka rencanakan.

__ADS_1


**********


di sebuah cafe Dev duduk bersama Rafa.


Rafa sengaja meminta bertemu dengan Devan.


Rafa meminta Dev menceritakan semuanya tentang hubungannya dengan ALin padanya agar ia bisa bicara dengan papi mereka. Karna ia tahu dari Tania kalau Dev punya pacar dan dia tau kalau mereka sudah tinggal bersama selama setahun terakhir.


Dev pun menceritakan semua tentang hubungannya dengan ALin.dan semua tentang latar belakang ALin yang ia ketahui.


"kenapa kamu tak bawa saja ke hadapan papi dan mami?"


"kakak tau sendiri papi gimana,dia tidak akan pernah diam jika tau soal ini.aku gak mau kalau sampai ALin harus terluka karena aku kak "


"cepat atau lambat papi pasti tahu Dev"ucap Rafa lirih.


"tolong bantu aku ngomong sama papi ka,aku gak bisa kalau sampai kehilangan ALin." ucap Dev.


*********


setalah mengantar ALin pulang Dev kembali pamit untuk ke rumah orang tuanya.


Dev belum siap menceritakan soal perjodohannya pada ALin.


Dan ia hanya beralasan untuk menemui papi maminya saja


Sementara di kediaman Wilson semua sudah menunggu kedatangan Dev termasuk keluarga Santoso.


Saat Dev sudah tiba mereka pun memulai jamuan makan malam sambil sesekali berbincang dan bergurau.


Namun berbeda dengan Dev dan Rafa hanya diam saja dengan tatapan yang sangat dingin.bahkan saat orang tua mereka memperkenalkan satu sama lain.


"Imel bagai mana,apa kamu setuju dengan perjodohan kalian nak?" tanya Wilson pada putri temannya itu.


"maaf om saat ini Imel belum bisa putuskan,Imel butuh waktu untuk mengenal mas Devan."jawab imel dengan santun.


"hahaha om tahu tidak apa apa kalian bisa jalani dulu tapi om harap kalian segera menikah." sambung Wilson dengan tawa khasnya.dan di balas senyum manis Imel meski ia merasa sedikit risih dengan tatapan dingin Dev.

__ADS_1


__ADS_2