Cinta Di Jalan Yang Salah

Cinta Di Jalan Yang Salah
bab.17 Niat hati


__ADS_3

Setelah usai makan malam Dev pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena ia belum mandi semenjak sampai di rumah sore tadi, sementara ALin sibuk membersihkan meja dan mencuci piring bekas makan malam mereka berdua.


Tak butuh waktu lama Dev keluar dan menuju lemari memilih baju yang akan dia kenakan.kaos putih di padukan dengan celana pendek selutut menjadi pilihannya malam ini.


lalu ia pun berjalan menuju balkon kamarnya yang lumayan luas,ia duduk di sebuah kursi yang ada di sana.


Ia duduk menatap kearah jalanan kota yang begitu padat di penuhi gemerlapnya lampu lampu kendaraan yang masih lalu lalang menembus malam,sambil menikmati rokok di tangannya.


tak berselang lama ALin pun menyusul, tanpa aba aba ia duduk di pangkuan Dev.


melingkarkan tangannya di leher Dev, dan menatap wajah pria itu dengan senyum di bibirnya.


Dev merasa senang karena ini pertama kalinya ALin bermanja padanya.ia membalas dengan senyum dan mencium pundak gadis di pangkuannya.


"udah mulai berani kamu ya?" Dev mulai menggoda ALin.



"hmm,kamu gak suka ya beb?" ALin mengangguk dan bertanya



"suka,suka banget malah"ungkap Dev jujur dengan apa yang dia rasakan sambil mencium pundak ALin kembali.



Dengan posisi masih di pangkuan sang kekasih ALin terdiam sejenak ia hanya memandangi wajah pria itu dengan kepala di penuhi pertanyaan namun tak di ungkapkannya.


Dev yang memeluknya dari tadi pun akhirnya bertanya membuat Alin tersentak dari diamnya.


"ada apa sayang? sepertinya kamu mikirin sesuatu?" Dev menebak



" hmmm beb......hmmm aku mau lanjutin kuliah S1 gimana?" ALin bertanya ragu ragu.



"kamu Risen dari kantor?" tanya Dev



" gak beb aku mau ambil kuliah malam."



"kamu yakin sayang? gak terlalu capek nantinya?" Dev sedikit ragu dan khawatir



"gak kog beb percaya deh sama aku,aku pasti bisa"ALin meyakinkan agar Dev menyetujui niat hatinya yang tertunda sejak lama.

__ADS_1



" ya udah sayang tapi pastikan kalau kamu gak kecapean,hmm?" Dev akhirnya luluh dan tak bisa menolak keinginan sang kekasih.



\*\*\*\*\*\*\*\*\*


ALin yang sibuk sekali hari ini di kantor dengan semua pekerjaannya,hingga ia tak menyadari jam sudah menunjukkan jam makan siang.


tiba-tiba Nia mendekatinya untuk mengajaknya makan bersama hari ini.


"oh... udah siang saja gak terasa " ALin menoleh dan tersenyum


Ia bangkit dari duduknya,lalu berjalan menuju kantin dengan tangan menggaet tangan Nia.


" tapi btw lu gak makan sama si bos kan?" tanya Nia tiba-tiba dengan jari menunjuk ke arah wajah ALin


"ihhhh apaan sih!!! gak lah,ngapain coba?" ALin tersenyum dan pura pura malu.



"gak usah ngeles deh semua orang juga melihatnya dan tahu kalau lu sama si bos ada apa apanya" Nia


ngedumel


" jangan gosip,udah ayo buruan " ALin sedikit menyeret tangan Nia.



namun semenjak ia resmi menjalin hubungan dengan ALin ia lebih sering turun ke lantai bawah untuk makan atau mungkin akan makan bersama ALin di ruangannya.


tapi hari ini entah kenapa ia kembali mengajak Ray makan bersamanya.


" lu berantem sama ALin? kog gak makan siang bareng dia?" tanya Ray penasaran dan berbicara layaknya teman karena sedang jam istirahat



" kenapa? lu gak mau makan bareng gua lagi?" Dev balik bertanya sambil terus fokus ke makanan di hadapannya tanpa menoleh kearah Ray



" bukan begitu, bukannya semenjak lu pacaran sama dia slalu makan ke bawah atau gak bareng dia disini?" Ray masih penasaran



" dia pengen makan bareng temen nya katanya"akhirnya Dev menjawab


"oh ya,tolong Carikan kampus yang jaraknya gak terlalu jauh dari apartemen gua ya,"perintah Dev


"Kampus?buat siapa? lu mau kuliah lagi?" Ray heran

__ADS_1



"buat ALin bukan buat gua,katanya pengen lanjut S1 dia"jawab Dev



"oke nanti gua cariin, gua balik keruangan udah mau masuk." Ray akhirnya pamit setelah usai makan siang.



" hmm nanti pulang duluan saja gua nyetir sendiri saja"



"siaap" jawab Ray sambil terus berjalan menuju keluar sambil melambaikan tangannya tanpa menoleh.



\*\*\*\*\*\*\*


Jam kerja pun berakhir namun alin masih saja belum beranjak dari duduknya.ia masih saja sibuk dengan komputernya,bersama Eva yang sedang membuat laporan dan persiapan persentase untuk miting Minggu depan karna besok hari weekend.


Diruangan itu tinggal hanya mereka berdua,suasana kantor sudah sangat sepi karna seluruh pegawai sudah pulang terlihat hanya ada beberapa staf yang masih lembur di akhir bulan.


saat mereka berdua sedang sibuk dan tidak menyadari tiba-tiba Dev mendekati ke arah mereka.


"sayang,kita pulang sekarang?" Dev melingkarkan tangannya di bahu Alin.membuat gadis itu sedikit terkejut karna tak menyadari kehadiran Dev disana.



"lu gak bisa pulang sendiri? ALin masih harus bantu gua sebentar lagi." Eva menatap tajam ke arah bos nya itu



"gua cuma pengen ngajak pacar gua pulang" Dev memprovokasi



"iya gua tahu dia pacar lu tapi bisa gak tunggu sebentar lagi hmmm?" Eva melotot



" heiiii ini udah jam pulang,gua cuma pengen ajak pacar gua pulang biar dia gak kecapean lagian bukannya itu kerjaan lu?" Dev menjawab dengan suara pelan sambil memalingkan wajahnya dengan senyum tipis di bibirnya.



"iya gua tau itu kerjaan gua tapi gua pinjam pacar lu sebentar buat bantuin gua,atau lu mau besok gua datang ke apartemen lu buat ngerjain ini?" Eva sedikit mengancam karena ia tahu kalau Dev dan ALin sudah tinggal bersama



" enak saja besok libur lu gak usah ke apartemen gua ganggu saja" Dev menyentak Eva.

__ADS_1


Sementara ALin hanya diam dan tersenyum melihat atasannya dan juga pimpinan mereka itu berdebat.ia tak heran karena ia sudah seringkali melihat hal serupa dari kedua orang itu.tumbuh dan sekolah bersama membuat mereka berdua menjadi teman dekat yg kadang lupa bahwa posisi mereka bos dan pegawai.karena kedekatan seperti itu pula yang membuat Eva dan Ray mengetahui semua tentang dirinya.


__ADS_2