
Setelah acara makan malam berakhir Dev pun langsung masuk ke kamarnya dan menelpon ALin untuk memastikan bahwa sang kekasih baik baik saja tapi sayang tak di angkat,Dev berpikir mungkin dia sudah tidur.jadi ia pun memutuskan untuk mandi dan berencana untuk langsung tidur.kepalanya terasa pusing dengan masalahnya saat ini.
Tapi berbeda dengan Rafa yang masih duduk bersama sang ayah dan juga Tania di ruang tamu.
" pih kenapa harus ada perjodohan lagi?apa papi tak memikirkan perasaan Dev dan kebahagiaan nya?"tanya Rafa.
"justru karena papi ingin Dev bahagia makanya papi memilih yang terbaik untuk Dev" jawab Wilson santai
"pih...papi harusnya bisa lihat dan belajar dari kegagalan kami pih.lihat Tania yang berujung dengan kdrt dan berakhir dengan perceraian begitu juga dengan ku meski aku bahagia dengan pernikahan ku sekarang tapi ayah jangan lupa kalau aku juga pernah gagal dan semua itu berasal dari perjodohan yang papi buat" jelas Rafa yang mulai sedikit terusik dengan jawaban sang papi yang sama sekali tidak merasa bersalah.
"bukan perjodohan kalian yang gagal tapi kalian berdua yang tak bisa menerima dan belajar" Wilson mulai sedikit kesal dengan argumen putra sulungnya yang merasa menentang keputusan ya.
"papi tak pernah berubah,inilah alasan aku tak pernah mau meneruskan bisnis papi karena papi selalu saja memutuskan semua sesuai keinginan papi,ingat pih Dev itu punya pacar dan dia berhak memutuskan hidupnya sendiri pih,apa papi mau ketiga anak papi berakhir dengan kegagalan? Apa papi pikir semuanya bisa di ukur dengan materi?" rafa mulai emosi dengan sikap sang ayah.
"tahu apa kamu soal hidup,papi hidup jauh lebih lama dari kamu jadi jangan menasehati,papi lebih tahu mana yang terbaik buat kalian" ucap Wilson.
"tapi papi lupa soal kelahiran kami pih.papi lupa kalau mami depresi saat mengandung kak Tania dan Rafa, bukankah itu juga berasal dari perjodohan papi dan mami Sinta dan mami semakin depresi saat kelahiran kami karena dia tak bisa menerima kehadiran kami berdua.papi pikir Rafa tidak tau kalau selama bertahun tahun mami Sinta berada di rumah sakit jiwa sebelum akhirnya dia mengakhiri hidupnya.aku tahu pih dan papi ingin mengulang kembali kejadian itu pada orang lain?papi benar benar egois." Rafa meninggalkan Wilson yang terkejut dengan ucapan putra sulungnya itu.bahkan ia tak pernah mengira kalau putra sulungnya itu tahu tentang masa lalunya yang kelam.dan ia tidak pernah melihat Rafa semarah itu bahkan saat dirinya di jodohkan.
merasa tertampar dengan ucapan sang anak Wilson tertunduk menerawang kembali ke masa lalunya yang kelam saat kelahiran kedua anak kembarnya.tak terasa air matanya membasahi pelupuk matanya.
Sinta dan Wilson menikah karna di jodohkan keluarga namun sampai akhir hidupnya Sinta tidak bisa menerima pernikahannya hingga membuat nya selalu acuh pada Wilson.hingga akhirnya tanpa sengaja mereka menghabiskan malam bersama karna Wilson yang mabuk dan memaksa Sinta.
hingga saat dimana dokter menyatakan bahwa Sinta mengandung anak kembarnya.
"selamat pak Wilson istri anda sedang mengandung" kata sang dokter menyelamati Wilson.
Meski sedikit terkejut tapi Wilson sangat bahagia saat itu namun berbeda dengan Sinta, kehamilannya saat itu membuatnya semakin depresi hingga ia seringkali menyakiti dirinya sendiri dan tidak jarang tiba-tiba menjerit tak jelas.
keadaanya semakin parah kala usia kandungannya semakin bertambah dirinya tak pernah bisa menerima kenyataan yang terjadi pada dirinya.
Hingga akhirnya kedua anak kembarnya terpaksa harus dilahirkan dengan prematur karna Sinta mencoba mengakhiri hidupnya.
__ADS_1
pada akhirnya Sinta terpaksa harus di rawat di rumah sakit jiwa setelah kelahiran anak kembarnya.
keadaan yang sangat sulit bagi Wilson kala itu harus membawa pulang kedua bayinya tanpa ibu mereka.
Hingga akhirnya ibu Wilson membawa Sarah yang saat itu baru kehilangan bayinya untuk menjadi ibu susu bagi cucu kembarnya itu.
Wilson slalu berharap setelah 3 tahun lamanya di rawat di rumah sakit agar Sinta bisa sembuh meski harus berpisah dengannya ia rela asalkan kedua anaknya bisa melihat ibunya akan tetapi takdir berkata lain hingga akhirnya Wilson mendapat kabar dari rumah sakit bahwa Sinta istrinya di temukan meninggal dunia karna bunuh diri.
Wilson merasa sangat terpukul saat itu dan sangat menyesal namun ia harus tetap kuat demi si kembar Tania dan Rafa yang dirawat Sarah kala itu.
*********
Seperti biasa Dev dan ALin sarapan bersama sebelum berangkat.
Pagi itu ALin terlihat tak bernafsu dengan makanan di hadapannya.perutnya terasa mual dan kepalanya pusing.
Dev merasa heran dengan sang kekasih tak biasanya ia seperti itu pikirnya.
" aku agak pusing dan perut ku rasanya gak enak.mungkin masuk angin kali sayang nanti juga sembuh" jawab ALin.
Namun mualnya semakin menjadi kala mencium aroma parfum Dev yang berdiri disampingnya.
ueekkk......
ALin merasa semua isi perutnya akan keluar ia pun berlari ke toilet.
Dev merasa khawatir dengan keadaan ALin,ia pun mengikutinya ke toilet.
Setelah ia merasa sedikit lebih baik ALin pun membasuh wajahnya.
"kamu kenapa sayang?? Hari ini kamu gak usah ke kantor ya!!" pinta Dev.
__ADS_1
ALin hanya diam seperti sedang memikirkan sesuatu saat ia membuka rak kecil di kamar mandinya.
Ia sadar bahwa pembalut yang ia stok bulan lalu belum di buka sama sekali.
Jantungnya berdegup kencang untuk sesaat pikirannya melayang .seketika lututnya melemah hampir saja membuat tubuhnya terjatuh.untungnya dengan sigap Dev merangkulnya.ia takut apa yang ia pikirkan benar benar terjadi.
" sayang kita ke dokter sekarang ya,kamu itu sakit" ucap Dev sambil menuntun ALin keluar dari kamar mandi.
" gimana kalau aku hamil Dev" ucap ALin dengan air mata mengaliri wajah mulusnya tiba tiba membuat Dev sangat terkejut.
" tidak apa-apa sayang ada aku di sini aku pasti akan sangat bahagia dan bertanggung jawab dengan semua yang terjadi padamu sampai kapan pun"ucap Dev dengan sangat yakin untuk menenangkan ALin dan juga dirinya sendiri meskipun ia sendiri sangat bingung dengan posisinya saat ini.
*****
di sebuah klinik tak jauh dari apartemennya ALin berbaring di ranjang pasien sedang di periksa oleh dokter dengan alat USG dan di temani Dev.ia sangat takut wajah nya pucat dan tangannya terasa dingin, seakan mengerti apa yang di rasakan ALin, Dev menggenggam tangan itu dengan sangat erat sambil sesekali memperhatikan ke arah monitor meski ia tak mengerti apa yang ada di layar itu.
Setalah usai ALin pun turun dari ranjang pasien itu di tuntun kekasihnya Dev.
Mereka duduk berhadapan dengan sang dokter,
"selamat ya pak,bu, ibu positif hamil dan usia kandungannya sekarang memasuki 8 minggu,tolong di jaga ya pak bu."kata dokter itu.
Degggg.......
Jantungnya berdetak kencang, apa yang ALin pikirkan ternyata benar benar terjadi ia hanya diam saja tak bisa berkata apapun.
demikian pula dengan Dev tak kalah terkejut mendengar penjelasan sang dokter,ia tidak tahu apakah ia harus bahagia atau tidak dan yang pasti pikirannya semakin kacau saat ini.
" ini resepnya pak mohon di ambil dan di minum sesuai aturan ya Bu,pak" ucap sang dokter.
" baik dok terimakasih dok" jawab Dev keluar dari ruangan itu sambil menuntun ALin menuju farmasi untuk mengambil obat yang telah di resep kan dokter.
__ADS_1