
di kamar kost nya ALin memandangi cek di tangannya jumlah yg begitu fantastis pikirny melayang seketika
" 500 juta?? dia sadar gak ya tdi pas nulisnya " ALin berbicara sendiri di atas kasurny.
"hah bodoamat dia sadar atau gak itu bkan hal yg penting sekarang gua harus ke bank ambil uang nya urusan gua harus selesai Minggu ini karna gua ga mau mati tersiksa di negri orang dan gua harus pulang ke Indonesia setidak nya disana biaya hidup lebih murah dibanding di sini" batin ny sambil memandangi langit langit kamarny...
ya Alinda Mahendra seorang mahasiswa yg belum genap setahun tinggal di Australia yg mendapat beasiswa pendidikan disana namun tak sepenuh ny karna biaya hidup harus di tanggung sendiri....
bru 6 bulan ke beradaanny di sana ayah nya puneninggal secara mendadak hal itu pula yg membuat hidupny terasa berat untuk bertahan di negara itu krna tak ada lagi yg memberiny biaya untuk bertahan di sana karna semua aset yg di miliki ayah nya di ambil alih istri kedua ayahnya yg tak lain adalah ibu tirinya yg tak pernah menyukai ALin
***
""hai kak Gita ""
sapa ALin sembari duduk di kursi kafe milik Gita
Gita pengusaha beberapa kafe di negara itu namun sama berasal dri indonesia
" haiiii....ALin "
" kakak sibuk??"
"gak kok masih pagi "
"gimna petualangan ny sama Devan?"
"apaan sih kak malu tau ntar ada yg denger?"
" heiii di negara ini siap yg peduli tentang itu? kamu dri mana?"
__ADS_1
" dri kampus kak"
"sepagi ini?"
"ya kak aku udah mutusin kan aku harus pulang ke tanah air...."
Gita yg terkejut mendengar nya pun menatap ALin lekat
"kenapa Lin trus kuliah kamu giman???"
" aku akan terusin di sana kak setidak nya sampai D3 dulu ...di sana biaya hidup lebih murah.."
"kakak tau sendiri disini aku hanya sendiri dan gak ada yg bisa kuandalkan untuk biaya hidupku semenjak papa meninggal ."
air mata ALin berlinang saat ia mengenang kembali hidup nya ketika ayah nya masih ada tpi sekarang nasib telah mempermainkan hidup nya dengan jlan yg begitu miris menurutnya...
sementara ibu kandung nya dia tak pernah tau keberadaannya karna saat orang tuanya bercerai ALin masih sangat kecil....
suara lirih Gita mengejut kan lamunan ALin
"nanti klo dah sampe di tanah air kamu kabarin aku...nanti kamu bisa kerja paruh waktu di toko bunga tmanku nanti aku yg ngomong ke dia"
"makasih kak Gita udah selalu nolongin aku.. smoga nanti kita bisa ketemu lagi di sana" lirih ALin
"ammiinnn...tpi kamu tau gak Devan marah marah sma aku krna kejadian itu"
" sudah lah kak lupakan itu".
" dibayar brapa kamu?" Gita penasaran
__ADS_1
" 500 jta"
"waooww gila dia itu yah tpi emank itu bukan seberapa untuk ya?"
""haahhh sekaya apa dia?" ALin yg terkejut mendengar penuturan Gita...
"sangat sangat kaya" ucap Gita.
""ohhh "timpal ALin
***
setelah menempuh perjalanan yg lumayan melelahkan akhirnya ALin pun menginjakkan kaki kembali di jkarta
"akhirnya takdir membawaku pulang ke pangkuan ibu pertiwi" lirihnya ..
dia mendudukkan tubuh nya sebentar di kursi tunggu untuk istirahat sejenak sambil menunggu taksi
beberapa menit duduk disana seseorang dengan tubuh tinggi tegap wajah nan rupawan duduk di sebelah nya
" kamu juga pulang ALin?" suara itu sontak mengejut kan Alin krna ia ingat betul suara itu
"hah kak Devan?'" ALin pun buru buru menutup wajah nya dengan buku di tangan nya..
" why??" tanya Dev yg kebingungan melihat tingkah ALin sambil melirik kanan kiri seperti mencari sesuatu
" kenapa harus ketemu dia sih" batin ALin dengan wajah merah Marasa malu jika harus menatap laki-laki di samping ny itu...
" heyyy aku sedang bertanya kenapa kamu menutup wajah mu??
__ADS_1
" ya kak Devan aku pulang " dengan terpaksa ALin menjawab
Devan dengan senyuman tipis di bibir nya sambil menggeleng-gelengkan kepala merasa lucu dengan tingkah konyol gadis 19 tahun itu...