
Mobil yang di kendarai Dev melaju membelah keramaian jalanan Jakarta yang lumayan padat karna jam pulangnya para pekerja. ALin yang pulang bersama dengan Dev,sepanjang perjalanan ALin hanya diam menyandarkan kepalanya dengan mata tertutup.hari ini sangat melelahkan baginya.tubuhnya terasa remuk pikirannya kosong,ia tak dapat memikirkan apa pun saat ini.
Setelah hampir 40 menit perjalanan
akhirnya mereka tiba di apartemen ALin.
ALin langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,tubuhnya terasa lengket sementara Dev duduk di balkon menikmati sebatang rokok.
tak berselang lama ALin pun keluar dengan tubuh yang masih berbalut handuk.ia duduk di meja rias untuk mengeringkan rambut panjangnya.
tak berselang lama Dev masuk dan mendekati ALin,ia meraih hairdryer dari tangan sang kekasih dengan telaten ia membantu mengeringkan rambut kekasihnya.
"honey..." Dev dengan ragu ragu seperti ingin mengatakan sesuatu.
"hmmm?" sahut ALin dengan mata terpejam.
"tinggal bersama yuk"
"bukannya kita udah bersama beb?" ALin menatap Dev
" maksud aku kita pindah ke apartemenku sayang selain jauh lebih luas juga lebih dekat ke kantor sayang" Dev meyakinkan ALin dengan mendekap tubuh ALin.
"kamu gak betah disini karna apartemenku kecil beb?" ALin terlihat murung
"bukan begitu sayang maksud aku biar lebih dekat dan aku gak harus bolak balik gitu, mau ya sayang" bujuk Dev
ALin diam sejenak untuk berpikir.baginya berat untuk meninggalkan tempat yang telah ia tinggali selama beberapa tahun terakhir.tapi rasa nyaman dan cintanya pada sang kekasih membuatnya akhirnya memutuskan untuk pindah dan tinggal bersama Dev meskipun belum memiliki ikatan apapun.
"oke aku ikut kamu dan pindah ke apartemen kamu,tpi berjanjilah sama aku, kamu gak akan pernah sia siakan aku"
"tidak akan sayang" jawab Dev tegas dan memeluk ALin erat dengan kecupan lembut di keningnya,ia sangat bahagia karena sang kekasih akan selalu menemani nya di tiap waktunya.
__ADS_1
Dev mendekatkan wajahnya berniat mencium bibir ALin namun tertahan oleh tangan ALin
"jangan sekarang sayang,aku lelah sekali" tolak ALin lembut dan membenamkan kepalanya di dada bidang milik Dev
"oke sayang... baiklah untuk hari ini tpi tidak lain kali"ujar Dev dengan mengedipkan sebelah matanya menggoda ALin lalu memeluknya.
\*\*\*\*\*
Hari ini ALin terlihat sangat sibuk membereskan barang barangnya yang baru saja di bawa sopir pribadi Dev.
barang dari apartemennya menuju apartemen milik dang kekasih.ia sengaja pindah di akhir pekan agar punya waktu yang lama untuk berbenah.
Dengan cepat ia membereskan semua barangnya di apartemen Dev.
ia merasa sangat kagum dengan apartemen milik sang kekasih yang sangat luas dan mewah dengan desain dan interior yang mengagumkan.meski hanya memiliki satu kamar tidur namun sangat luas jika di bandingkan dengan miliknya yang minimalis.
Hari ini ia di bantu oleh sang art Dev yang datang pagi pulang sore untuk berbenah karna Dev sedang ada pertemuan bisnis jadi tak dapat menemaninya hari ini.
Dev dengan cepat menuju mobilnya bersama Ray,ia ingin segera pulang dang bertemu sang pujaan hati yang ia tinggal sendiri di apartemennya.
"kita langsung saja pulang Ray" pintanya pada sang asisten
"oke siap!" jawab Rey yang telah siap mengemudi. dan mobil yang di tumpangi Rey pun melaju mengantarkan sang atasan untuk pulang, membelah jalanan kota yang tampak sepi mungkin karna hari ini adalah hari weekend.
setibanya di apartemennya ia melihat sang art yang sedang bersiap untuk pulang tapi tak menemukan sang kekasih.
__ADS_1
"mbok,ALin mana?" tanya Dev
"ada pak di kamar sedang tidur sepertinya kelelahan pak habis beberes seharian" mbok Narsih memberitahu.
"ya udah pak simbok pulang dulu"
" oh iya mbok terimakasih ya" jawab Dev tersenyum ramah pada wanita paruh baya itu.
Lalu Dev berjalan menuju kamarnya dan benar saja ia melihat sang kekasih sedang tertidur lelap di atas ranjang berukuran king size miliknya.
ia mendekat dan duduk di tepi ranjang nya dan membelai lembut rambut ALin.ia menatap dalam wajah ALin sang kekasih yang telah memikat hatinya.
Dev merasa sangat bahagia karena ALin sekarang telah tinggal bersama nya.meski ada sedikit rasa bersalah dalam hatinya karena meminta sang pujaan hati tinggal bersamanya tanpa membuat ikatan terlebih dahulu.
Dev terhanyut dalam pikiran nya sendiri namun tangannya tetap membeli rambut ALin.tanpa ia sadari ALin terbangun karena meras terganggu dengan tangan Dev.
"beb kamu kpan pulangnya? kog gak bangunin?" ALin berusaha duduk sambil mengucek matanya
"baru saja sayang,tapi lihat kamu tidur q gak tega banguninnya" senyum Dev
" capek ya?" ALin bersandar di dada Dev.
__ADS_1
Dev menggelengkan kepalanya dan membawa gadis itu ke dalam dekapannya.