Cinta Di Jalan Yang Salah

Cinta Di Jalan Yang Salah
bab.29


__ADS_3

Ray menuntun ALin untuk duduk di kursi depan sebuah toko untuk beristirahat karna ALin mengeluh sakit perut.


ray menawarkan untuk mengantar nya pulang namun ALin menolak.


Ray masuk ke toko itu membeli minuman untuk ALin dan dia diam diam ia memutuskan menghubungi Dev dan memberi tahu kejadiannya pada Dev.


Ia tahu Dev mencarinya dari tadi dan suara Dev terdengar sangat cemas hingga sampai ia memutuskan sambungan telponnya.


Ray memberikan minuman yang barusan ia beli pada ALin dan duduk di hadapan ALin sambil menunggu Dev.sesekali ia menatap kekasih teman sekaligus bosnya itu.ia merasa kasihan pada ALin atas apa yang di alaminya saat ini.ia tahu persis kalau itu sangat menyakiti hati gadis itu karna ia sendiri dari kalangan menengah.terkadang ia juga merasa tidak adil saat ada orang yang memandang kasta ataupun materi menjadi sebuah ukuran untuk cinta dan kebahagiaan seseorang, seperti Dev dan ALin saat ini.namun ia tak bisa berbuat banyak meski ia dekat dengan Dev karena ia sendiri tetaplah hanya pekerja di perusahaan keluarga Wilson.



Tak lama kemudian Dev pun datang.ia keluar dari mobilnya dan berlari memeluk ALin.ia merasa lega saat melihat ALin baik baik saja.


sebelumnya ia takut dan cemas karna alin tak kunjung pulang dan nomor nya juga tak dapat di hubungi.


Ia pun memeluknya sangat erat hingga ALin merasa sesak.sadar ALin kesusahan untuk bernafas dan mendorong tubuhnya,ia pun melepas pelukannya.


" kamu dari mana sayang....kenapa tak memberi tahu ku?" tanya Dev menggenggam tangan ALin.


" aku capek aku mau pulang sekarang"jawab ALin singkat dan berjalan menuju mobil meninggalkan Dev dan Ray.


Dev hanya bisa menarik nafas dengan sikap ALin barusan


" sudah pulanglah mungkin dia lelah karna tadi dia mengeluh sakit perut" ucap Ray mengingatkan Dev


Dev pun menurut saja pada Ray dan masuk ke mobilnya bersiap untuk pulang.ia ingin bicara pada ALin namun ia melihat gadis itu bersandar dan menutup mata jadi Dev mengurungkan niatnya dan memilih untuk diam dan terus mengemudikan mobilnya.


"sayang kita sudah sampai ayo bangun" ucap Dev lembut sambil mengelus wajah sembab ALin untuk membangunnya karena ia pikir ALin tertidur namun tak ada jawaban.


"sayang....sayang.... " panggil Dev kembali sambil menggoyangkan tubuh ALin tapi tetap sama tak ada jawaban ALin. Ia menempelkan tangannya di kening ALin sontak Dev sangat terkejut tubuhnya sangat panas.


Ia pun keluar dan mengangkat tubuh ALin dengan cepat ia membawanya ke unitnya.ia membaringkan tubuh ALin di atas tempat tidurnya dengan sangat hati-hati dan buru buru ia menelpon dokter keluarganya dan memintanya datang ke apartemen nya.

__ADS_1


setelah dokter selesai memeriksa tubuh ALin.


Mereka pun berbincang di ruang tamu menjelaskan keadaan ALin.


" gimana dok keadaanya?" tanya Dev cemas


" dia dan janinnya baik baik saja dia hanya terlalu stress dan terlalu capek.jadi hindari hal hal yang membuat pikiran nya terbebani dan stress demi kesehatan bayi dan ibunya,ini obat dan vitamin saya resep kan tolong di minum sampai habis."


"baik dok terimakasih,mari saya antar" ucap Dev merasa lega mendengar penjelasan dokter.


********


ALin membuka matanya,kepalanya terasa pusing dan berat membuatnya tak mampu untuk bangun.


Tak lama Dev masuk ke kamar dengan membawakan semangkuk bubur di tangannya.


" sayang kamu udah bangun,kamu makan dulu semalaman kamu tidur dan gak makan setelah itu minum obatnya."


ALin menerimanya dan mulai menyendok ke mulutnya.dengan perlahan ia makan tanpa terasa air matanya mengalir.mengingat ucapan ayah kekasihnya.


melihat ALin menangis Dev pun memeluknya.


"semua akan baik baik saja sayang aku ada disini untuk kamu dan anak kita" bisiknya.


Ucapan Dev semakin membuat airmata ALin tak terbendung dan menangis sejadi jadinya di pelukan dev.hal itu membuat Dev bingung ia berpikir keras apa yang sebenarnya terjadi pada ALin hingga membuatnya sesedih itu.ia memeluk tubuh gadis itu erat berharap ALin akan menceritakan semua yang ia rasakan.namun tak ada ucapan apapun yang keluar dari mulut ALin kecuali suara tangisannya.


setelah agak lama menangis di pelukan Dev,ALin pun melepas dan mulai bicara pada Dev.



" kenapa kamu gak pernah bilang kalau keluarga mu sudah menjodohkan mu?" tanya nya masih dengan kepala menunduk


"tidak akan ada yang berubah sayang... percayalah aku tidak akan pernah menikah dengan siapa pun kecuali kamu"ucap Dev

__ADS_1


" kenapa kita tidak akhiri saja hubungan kita ini Dev,demi keluarga mu"


" kamu ini bicara apa ALin? Kamu sadar apa yang barusan kamu ucapkan? Aku cinta sama kamu Lin dan kamu itu sedang mengandung anakku bagai mana bisa kamu bilang seperti itu?" ucap Dev dengan suara meninggi,ia merasa marah mendengar ucapan ALin.



" tapi nyatanya cinta tidak cukup menjamin kebahagiaan seseorang bukan?" lirih ALin


" katakan apa yang sebenarnya terjadi sama kamu ALin, kenapa kamu bicara seperti ini,kata kata mu menyakiti hatiku ALin." balas Dev dengan marah dan keluar meninggalkan ALin di kamar itu.


ALin hanya diam dan menunduk ia tak berani menatap Dev yang sedang marah.ia hanya menatap punggung pria itu berlalu do balik pintu meninggalkannya.


******


Sementara di kediaman Wilson, Wilson telah menetapkan hari dan tanggal pertunangan Dev dengan Imel tanpa sepengetahuan Dev.meski tak setuju dengan keputusan suaminya tapi Sarah tak bisa berbuat banyak.


Hari ini ia tahu bahwa suaminya menemui ALin.


Ia pun duduk di ruang tamu bersama Wilson.


" pih kenapa papi bertemu ALin?" tanya Sarah.



" papi hanya ingin mengingatkan gadis itu akan posisinya dimana hanya itu saja" jawab Wilson santai.


" pih ketika papi mengatur pernikahan untuk Rafa dan Tania aku tak setuju tapi papi selalu bilang aku tidak boleh ikut campur karena aku bukan ibu mereka bukan?.tapi papi lupa bahwa aku yang menyusui mereka dan memberi mereka hidup dan kasih sayang.meski aku tak pernah melahirkan mereka tapi cintaku pada mereka melebihi apapun mereka annakku.bukankah karena aku mencintai dan menyayangi mereka sepenuhnya yang menjadi alasanmu menikahi ku walau kau tahu aku ini tidak sepadan dengan mu,lalu kenapa Dev tidak bisa bersama dengan gadis pilihannya pih? Dia anakku,anak kita pih." jelas sarah


" sudah lah mih tidak perlu mengungkit masa lalu,yang pasti tanggal pertunangan Dev dan Imel sudah di tentukan." ucap Wilson memberi tahu Sarah.



Sarah diam dan berlalu meninggalkan Wilson ia tak habis pikir dengan ke keegoisan suaminya itu.ia tidak pernah mau belajar dari masa lalunya.

__ADS_1


__ADS_2