Cinta Di Jalan Yang Salah

Cinta Di Jalan Yang Salah
bab.30


__ADS_3

Dev kembali ke kamarnya setelah beberapa lama ia berada di ruang kerjanya untuk menenangkan hatinya yang kesal pada ALin.


ia membuka pintu dengan hati hati,ia melihat ALin sudah tertidur pulas,ia pun membaringkan tubuhnya disamping gadis yang dicintainya itu.


Ia menatap wajah cantik gadis mungil di sampingnya dan mengelus wajah itu dengan penuh cinta.


lama ia memandangi wajah itu, Dev merasa menyesal karna meninggikan suaranya pada ALin.tapi ia juga benar benar tak ingin kehilangan ALin.perlahan ia mengelus perut rata gadis itu dengan penuh rasa sayang


" kamu harus tetap bersamaku sayang...kamu tidak boleh pergi apapun yang terjadi"ucapnya lirih sambil memeluk tubuh ALin.


Saat bangun tidur Dev bersikap seperti biasa seolah tak terjadi apapun diantara mereka sementara ALin masih mengira kalau Dev masih marah karena ucapannya semalam.


Tiba tiba Dev memeluknya dari belakang ketika ia sedang menyiapkan sarapan.dan mencium pundak gadis itu.


" kenapa kamu diam saja hmmm apa kamu masih ngambek samaku?" tanya Dev karna ALin masih diam.


" kamu udah gak marah sama aku?" ALin balik bertanya


" hmmm gak,kapan aku bisa marah lama lama sama kamu sayang?" jelas Dev kembali mencium wajah ALin.


" aku takut kamu masih marah sama aku makanya aku diam saja" ucapnya


" gak kok tapi aku minta kamu jangan ngomong seperti itu lagi ha?" ucap Dev dan hanya di jawab anggukan dari ALin.


Mereka pun bersiap untuk berangkat kekantor.


sesampai di kantor ALin menuju meja nya dan Dev menuju ruangannya.


Baru saja ALin duduk di mejanya sebuah pesan masuk ke ponselnya.


"tanggal pertunangan Dev sudah di tentukan jadi segera lakukan apa yang sudah ku katakan jangan pernah main main dengan keluarga ku,ingat jangan sampai Dev tahu aku yang menyuruh mu" isi pesan yang tak lain dari Wilson papi Dev.


ALin terkejut membacanya ia tak menyangka bahwa pertunangan Dev sudah di tentukan.ia tak mendengar apapun tentang itu dari Dev.


Awalnya ia yakin saat Dev mengatakan bahwa tidak akan terjadi apapun dan tidak akan melepaskan dirinya.


Kepercayaan nya goyah saat membaca pesan Wilson skarang ia yakin bahwa dirinya memang tidak pantas disandingkan dengan Dev.


ALin pun tidak bisa membendung airmatanya.ia berlari ke toilet dan menangis sejadi jadinya disana tanpa bersuara.ia berpikir bahwa Dev menutupi semua itu darinya.


*****


Dev baru keluar dari ruang meeting di ikuti oleh asisten dan sekretarisnya.ia berencana untuk mengajak ALin makan siang bersama.

__ADS_1


Dev melihat mejanya kosong ketika melewati ruangan itu. Dev berpikir sejenak Kemana ALin pergi karena tadi pagi ALin tidak bicara apapun padanya.


Ray tahu apa yang sedang di pikirkan bosnya.


" tadi ALin izin pulang,katanya dia gak enak badan" kata Ray.


" tadi pagi dia baik baik saja dan dia gak bilang apa-apa" balas Dev.


" itu sering terjadi saat seorang wanita sedang mengandung sama seperti moodnya sering berubah " bisik Ray.


" hahh kamu tahu lebih banyak dari pada ku jangan bilang kamu udah nikah diam diam tanpa sepengetahuanku Ray?" ucap Dev menghentikan langkahnya.


" hahaha mana mungkin aku berani" ucap Ray di sela tawanya dan menarik lengan Dev unjuk melanjutkan langkahnya


" kamu juga mulailah berpacaran dan menikahlah jangan betah jdi jomblo kamu takut berkarat dan jdi gak berfungsi nanti" celetuk Dev sambil mengedipkan sebelah matanya pada Ray dan tertawa di balas lemparan tatapan tajam oleh Ray.


Dev berusaha menelpon ALin ia khawatir karna ALin tak memberi tahunya.


" kamu di mana sayang katanya kamu pulang karena gak enak badan kenapa gak bilang ?" tanya Dev setelah tersambung dengan ALin.


" aku gak apa apa cuma pengen istirahat saja tadi kan kamu meeting jadi aku izin ke kepala bagian" jawab ALin di seberang


" ya udah kamu istirahat tunggu aku pulang" pinta Dev lalu menutup telponnya.


Dev yang merasa di perhatikan Ray pun duduk dihadapannya.


" kenapa?" tanyanya


" kenapa kalian tidak menikah secara diam diam karena bagaimana pun bayi itu butuh ayah Dev."ucap Ray menyarankan


" aku juga berpikir seperti itu tapi apa ALin bisa menerimanya?" ucap Dev tak yakin


" kau belum mencobanya Dev karna jika sampai pertunangan mu di umumkan dia lah yang paling terluka Dev." kata Ray memberitahu sahabatnya itu.


Dev hanya diam saja tapi hatinya membenarkan apa yang di katakan Ray.


******


sementara ALin sedang berusaha untuk menjual apartemen yang dulu di tinggali nya dulu saat ia belum pindah ke apartemen Dev.


Ia sudah membuat keputusan yang tidak diketahui oleh Dev.


Ia merasa sangat kecewa pada Dev kenapa ia harus mendengar semua tentangnya dari ayahnya tapi bukan dari mulut Dev sendiri.

__ADS_1


ALin masih berpikir bahwa Dev menyembunyikan semua itu darinya dan ALin merasa ia tidak perlu bertanya lagi padanya.


ALin menjual semua yang ia miliki yang pernah ia beli dengan uangnya.


Setelah semua urusannya selesai ALin kembali ke apartemen Dev ia bersikap seperti biasa seolah tak terjadi apapun.


ketika ia masuk ia mendapati Dev sedang menunggunya.



" kamu dari mana sayang kok kamu ga istirahat bukankah tadi kamu sedang tidak enak badan??" tanya Dev cemas.


"aku tadi habis menemui dokter kog" jawab ALin berbohong pada Dev.


"kenapa gak tunggu aku ?" tanya Dev lagi sambil memeluk ALin.


" aku cuma gak mau ganggu pacarku yang sedang sibuk."jawabnya berusaha membuat suasana seperti biasa saat ia menghadapi Dev.meski hatinya sangat perih.


Ia berusaha melepaskan dekapan Dev dengan lembut


" aku lelah Dev.aku mau mandi dan istirahat sebentar."pinta ALin dengan menatap wajah pria dihadapannya.


"hmmm mandilah." balas Dev melepas pelukannya dari tubuh mungil gadis itu


ALin bergegas menuju kamar mandi dan menyalakan shower.dan ia menangis dalam diam hatinya begitu terasa sakit.ia berpikir kenapa pria yang sangat ia cintai dan yang membuatnya bahagia selama ini tega membohonginya bahkan setelah tahu kehamilannya.



Ia menangis dibawah shower dengan mendekap tubuhnya sendiri.ia tidak bisa memikirkan apapun lagi kecuali harus pergi dari hidup Dev.ia tak bisa menerima semua kejadian yang begitu tiba tiba ini untuknya.


ALin cukup lama berada di kamar mandi hingga membuat Dev merasa heran dan cemas dan memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandinya.


" sayang kenapa kamu lama banget mandinya?" tanya Dev dari luar pintu.


" aku cuma pengen berendam,sebentar lagi selesai kok."balasnya.


"ok aku tunggu cepatlah aku udah siapin makan malam." Dev memberi tahu agar ALin segera menyudahi mandinya karna ia khawatir akan kedinginan.


ALin pun menyudahi mandinya dan segera keluar.ia takut Dev akan menanyakan yang lain lagi jika ia keluar lebih lama.


Setelah berpakaian dan merapikan rambutnya ia pun keluar dari kamar dan menuju meja makan di mana Dev sudah menunggunya.Mereka pun makan tanpa bersuara,meski tidak berselera ALin tetap memaksakan diri untuk makan.


Dev melihat ALin diam saja dan ia pun tak ingin memulai untuk bicara.ia berpikir mungkin mood kekasihnya sedang tidak baik jadi dia juga memutuskan untuk diam saja dan makan dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2