Cinta Di Jalan Yang Salah

Cinta Di Jalan Yang Salah
bab.20 dibalik sedihnya


__ADS_3

Dev menatap layar pipih milik nya,ia sedang berusaha menelpon seseorang namun tak ada jawaban dari seberang sana membuatnya khawatir.


"ayo lah sayang.......kenapa gak di angkat?"ucapnya lirih.


Dev khawatir jika sang kekasih masih a bersedih dan menangis lagi seperti semalam.


Tok.....


Tok...


Tok...


"masuk " masih tetap berusaha menelpon


" bapak panggil saya?" tanya Ray sang asisten sembari berjalan menuju meja sang atasan.


"iya Ray duduk lah sebentar" Dev mempersilahkan Ray duduk dan ia pun ikut duduk di sofa depan meja kerjanya bersama Ray.


Ray sudah mengerti jika ia di suruh duduk dan Dev ikut duduk bersama dengannya itu artinya Dev sedang ingin bicara serius dengannya bukan sebagai asisten melainkan sebagai sahabat dan pasti masalah lain diluar pekerjaan kantor.


" ada apa Dev?" Ray mulai penasaran


" sebelumnya lu pernah bilang kalau ALin punya ibu tiri bukan??"


"iya, ibu tiri yang di nikahi ayahnya saat dia berusia 13 tahun, kenapa Dev?"


" kemaren saat kami makan malam tanpa sengaja ALin melihatnya bersama seorang pria yang sepertinya usianya lebih muda darinya,dan sesampai di rumah ALin terlihat sangat sedih akan hal itu"Dev menjelaskan pada Ray mengingat raut kesedihan ALin tadi malam.


Ray langsung mengerti arah pembicaraan sang atasannya itu.


"ok akan saya selidik dan beri informasi secepatnya " jawab Ray


" thanks bro...gua tunggu"

__ADS_1


Dev pun berdiri menatap punggung sang asisten sekaligus sahabatnya itu berjalan meninggalkan ruangannya.


************


Di rumah ALin yang baru saja keluar dari kamar mandi duduk di tepi ranjang dan meraih benda pipih berwarna hitam miliknya dan ia terkejut saat begitu banyak panggilan masuk.


saat ia berniat buat menelpon kembali tiba tiba terdengar suara seseorang menekan password pada pintu.


Menyadari sang kekasih pulang ia pun keluar kamar Tanpa sadar kalau tubuhnya masih di balut handuk.


" Dev kamu pulang?" sapa ALin


" sayang....kenapa kamu ga jawab telpon ku?" Dev balik bertanya dan langsung memeluk sang kekasih sejenak kemudian ia melepas dekapannya dan memandangi tubuh ALin .


" kau sengaja menggoda ku dengan seperti ini? Hmmm?" goda Dev dengan memicingkan sebelah matanya sambil menarik ujung handuk ALin.


ALin yang baru tersadar bahwa dia belum mengenakan pakaian pun berusaha mempertahankan handuknya.


"Dev... Aku sudah mandi lho...!!" ucap ALin.


balas Dev yang mulai menciumi leher jenjang Alin.


Sentuhan nafas Dev tepat di leher dan telinganya membuat Alin merasa terpancing juga.ia tak bisa mengalah kan hasratnya saat Dev mulai menciumi dan meraba tubuhnya.


Dev yang merasa sang kekasih menikmati sentuhannya juga dengan cepat ia menggotong tubuh ALin menuju kamar dan dengan perlahan ia baringkan diatas ranjang berukuran king size yang menjadi milik Meraka berdua sejak beberapa bulan terakhir.


Ia ******* bibir ALin dengan lembut yang semakin lama terasa menjadi ciuman yang semakin panas


Setelah puas dengan bibir ALin,ia mulai turun ke leher menciumi dan menjilati sesekali dengan gigitan kecil yang meninggalkan bekas merah disana membuat Alin semakin tertantang.dengan jemari lentiknya ALin berusaha mencari kancing kemeja Dev dengan mata terpejam nikmat ia berusaha membuka kemeja Dev dengan perlahan.


Dev yang masih bermain di leher ALin perlahan menarik handuk yang menutupi tubuh sang kekasih hingga terpampang jelas dimatanya tubuh mungil nan indah itu membuat hasrat nya semakin tinggi dan ingin segera di tuntaskan.


Dev melepas kemeja yang msih menempel di tubuhnya hanya butuh beberapa detik tubuh mereka berdua sudah polos tanpa di balu sehelai benang pun.

__ADS_1


gairah yang semakin panas membuat mereka semakin bersemangat untuk segera menuntaskan hasratnya yang semakin tak terbendung.******* mereka yang bersahut sahutan memenuhi ruangan itu seakan menambah gairah Dev untuk semakin memperdalam permainannya ia dengan lihai menciumi setiap inci bagian tubuh dang kekasih membuat Alin semakin menggelinjang merasakan nikmat sentuhan Dev...


Akhirnya Dev ambruk di samping tubuh ALin dengan nafas yang masih memburu.mereka berdua terengah-engah seakan kehabisan oksigen.dadanya naik turun berusaha kembali menetralkan nafasnya setelah penyatuan panas mereka berdua mencapai puncak.


Dengan lembut Dev mencium kening ALin dan meraihnya ke dalam pelukannya untuk sesaat sebelum ia turun untuk membersihkan tubuhnya yang Bermandi peluh.


Ia bangun,berjalan dengan tubuh polos dan mengangkat tubuh ALin masuk ke kamar mandi untuk mandi bersama.


Dengan senyum manisnya ALin mengalungkan kedua tangannya di leher Dev.ia bahagia dengan perlakuan perlakuan kecil yang di berikan Dev yang mencintainya dan mengisi kekosongan hatinya selama ini meski ia tau bahwa pilihan yang ia buat salah tapi dirinya sangat bahagia.


*******


seusai makan malam ALin menuju kamar untuk melanjutkan tugas kuliahnya yang memang ia ikuti secara daring karna ia merasa terlalu lelah untuk bolak balik kampus.


Sementara Dev masuk keruang kerjanya dan menatap lurus kearah laptopnya mempelajari berkas berkas yang di kirim sekretarisnya.


dertt.....dertt.....dertt......


Getaran ponselnya mengalihkan matanya dan melihat itu dari asistennya.


" ya Ray kenapa?"


" baiklah masuk saja dan tunggu di ruang tamu" pinta Dev pada Ray di seberang sana.dan ia pun segera keluar dari ruang kerjanya menemui ray.namun saat melewati kamarnya ia melongok sebentar dan melihat ALin yang telah tertidur lelap.



" gimana Ray?" tanya Dev tak sabar untuk mendengar sesuatu yang memang ingin ia ketahui.



" ok. Jadi Rima itu ibu tiri ALin yang di nikahi ayahnya ketika usianya 13 tahun dan laki laki itu bernama Sam berusia 28 tahun dan dia mantan tunangan ALin, mereka bertunangan ketika ia duduk di bangku SMA namun ketika ayahnya meninggal Rima dan Sam di ketahui tinggal bersama di rumah itu dan kabarnya mereka pacaran bahkan sebelum bertunangan dengan ALin." Ray menjelaskan sedetail mungkin sesuai informasi yang ia dapatkan.


__ADS_1


" gua mengerti sekarang Ray di balik sedihnya,kenapa dia jadi sepilu itu saat melihat mereka kemarin dan sekarang gua paham"ucap Dev sambil mengusap kasar wajahnya.


__ADS_2