
Sudah dua hari ALin bersikap diam saja pada dev.hal itu membuat Dev semakin jengkel ia tidak tahu harus berbuat dan bersikap bagaimana pada ALin.alin sama sekali belum mau diajak bicara olehnya.
Hari ini Dev berpikir harus bicara pada ALin dia tidak boleh diam terus seperti ini
Saat jam kerja usai Dev bergegas mengambil jas dan kunci mobilnya berlari ke arah ruang kerja ALin hingga ia mengabaikan Ray yang berusaha bicara padanya.sampai di depan ruangan ALin Dev pun terhenti melihat meja itu kosong.ia marah dan mengusap wajahnya dengan kasar.
ia benar benar merasa hilang akal karena ALin belum pernah semarah ini dan memperlakukan nya seperti ini.
Ia meraih ponsel dari saku celananya berusaha menelpon ALin,tapi nomor itu tidak aktif.ia memutuskan untuk pulang,dia berpikir ALin sudah pulang lebih dulu karena tidak ingin pulang dengannya
Ia melajukan mobilnya membelah padatnya jalanan kota.ia hanya ingin segera sampai apartemennya.
Sesampainya di apartemen milik nya ia pun buru buru masuk dan mencari ALin di setiap ruangan namun hasilnya sama ALin tak ada di sana.
Dev pun menjatuhkan dirinya diatas sofa miliknya dan meletakkan kepalanya pada sandaran sofa ia memejamkan matanya,kepalanya terasa sakit.ia tidak tau harus mencari ALin ke mna jadi ia memutuskan untuk menunggunya saja.
********
Di sebuah cafe yang cukup mewah ALin duduk di sebuah ruangan VIP milik cafe itu.alin duduk berhadapan dengan Wilson ayah kekasihnya itu.
Wilson meminta ALin untuk bertemu dengannya jdi orang kepercayaan nya menjemput ALin dari kantor.
ALin merasa gugup saat bertemu dengan Wilson.
Wilson memperkenalkan dirinya dan bicara dengan tegas dan tanpa berbasa-basi pada ALin ia meminta bertemu dengan ALin untuk menanyakan kebenaran tentang hubungannya dengan sehubungan mereka Wilson menunjukkan sikap tidak suka pada ALin.
" kita langsung saja pada intinya,karna aku tak suka dengan berbasa-basi.jadi saya meminta bertemu dengan mu ini soal hubungan kalian dan juga pernikahan putra ku.mungkin kau sudah dengar juga tentang perjodohan Dev jadi saya mau tinggalkan Dev secepatnya.buat alasan untuk meninggalkannya yang bisa di terima akal.karena saya tak mau kau menjadi penghalang pernikahannya jadi saya minta segeralah akhiri hubungan kalian dan tinggalkan dia.hubungan keluarga ku sudah cukup berantakan karena kehadiran mu di hidup putra ku." ucap Wilson dengan tegas tanpa memikirkan perasaan gadis di hadapannya.
ALin diam saja tak bisa membatah ucapan itu sama sekali bahkan untuk menatap Wilson pun ia tak punya keberanian.
" satu lagi kau harus ingat.saya tahu kau adalah putri pak Mahendra salah satu rekan bisnis terbaik kami tapi itu dulu.dan sekarang kau harus cukup tahu posisi mu bahwa kau tak pantas untuk Dev.
__ADS_1
Ini adalah cek kau ambil dan gunakan untuk jalani hidupmu lebih baik." tambah Wilson menyodorkan sebuah kertas kepada ALin lalu beranjak pergi meninggalkan ALin yang masih duduk terdiam di tempat itu.
Air matanya mengalir deras membanjiri pipinya yang mulus.hatinya sangat sakit mendengar ucapan Wilson.meski ia tahu dirinya tak akan pernah sepadan dengan Dev tapi hatinya terasa remuk mendengar ucapan itu.ia mengelus perut nya yang masih rata dan tak tahu harus berbuat apa
Dengan langkah gontai ia ambil cek yang di berikan Wilson dan memasukkannya kedalam tasnya lalu ia pergi meninggalkan cafe itu.
Ia menapaki trotoar di bawah sinar lampu jalan dan cahaya lampu kendaraan yang lalu lalang,air matanya terus saja mengalir tanpa henti.
"pah kenapa hidup ALin harus serumit ini,kenapa papa harus meninggalkan ALin sendirian" ucapnya lirih di sela Isak tangisnya.
Tanpa sadar ia sudah berjalan cukup jauh hingga membuat kakinya pegal dan perut bawahnya terasa kram. Ia pun duduk di sebuah kursi yang ada di trotoar itu untuk istirahat sejenak sambil menunggu taksi.
Tanpa ia ketahui dua orang turun dari mobil dan mendekatinya.
Tak lain Sam dan Rima membuat Alin sedikit terkejut saat mereka mendekati dirinya.
"akhirnya kita bertemu juga ALin tapi sayang kenapa harus di jalan seperti ini? atau jangan jangan laki laki itu sudah membuang mu?"ucap Sam sambil mengelus wajah mulus milik ALin.
" singkirkan tangan mu dari wajahku jangan pernah menyentuh ku" ucap ALin.
" hahhh kenapa kamu sok suci sekali ha?" bisik Sam tepat di telinga ALin hingga membuat Alin merasa takut.
" apa mau kalian?" tanya ALin
" ahhh rupanya kau tak ingin bertele-tele,sama aku juga jadi kita langsung saja ke intinya,cepat katakan dimana kuasa hukum ayah mu itu.aku udah capek untuk mencari nya.kamu pasti tahu kan jadi cepat katakan saja agar kita tak perlu lagi bertemu."ucap Rima.
"aku gak tahu,apa kalian belum cukup dengan semua yang telah kalian ambil dari papaku? Semuanya sudah kalian berdua dapatkan seperti yang kalian mau lalu apa lagi?" tanya ALin marah hingga membuatnya berteriak.
__ADS_1
" aku ingin menjual semua aset dan property ayahmu tapi terhalang surat kepemilikan karna semua di Baga kuasa hukum ayah mu sialan itu,kamu tahu sudah muak mencarinya jadi cepat katakan sebelum kesabaran ku habis." ucap Rima dengan tatapan tajam pada ALin.
"sampai kapan pun kalian berdua tidak akan bisa menjualnya dan sampai kapan pun itu tetap milikku jadi kali nikmati saja dulu sebelum menerima akibat dari perbuatan mu" tegas ALin sambil menunjuk wajah Rima.
ALin memang tak pernah tahu keberadaan kuasa hukum ayahnya. Mahendra tak pernah mengungkapkan keberadaan kuasa hukumnya hingga ia meninggal.seakan tahu yang akan terjadi kedepannya membuat Mahendra menyerah semua surat kepemilikan aset dan property pentingnya pada kuasa hukumnya tanpa sepengetahuan siapa pun.
Rima yang merasa emosi dengan sikap ALin padanya meminta Sam untuk menarik ALin menuju mobilnya.
ALin merasa dirinya dalam masalah ia berusaha untuk berontak dan berteriak minta tolong hingga mengalihkan perhatian orang yang berada disana.
Sam terus saja menarik nya tidak peduli dengan tatapannya orang padanya.
hingga sebuah kepalan tangan melayang tepat mengenai hidungnya hingga mengeluarkan darah segar
ALin melihat ke arah orang yang menolongnya ternyata itu Ray yang tak sengaja lewat ketika akan pulang dan melihat kejadian itu.
" kalau kalian tak mau berurusan dengan polisi segeralah pergi dari sini" tegas Ray.
" oh jadi sekarang dengan laki laki lain lagi? Ternyata kau sungguh munafik ALin kau tak jauh beda dengan ku."ucap sama tepat di wajah ALin.
"sepertinya kalian berdua memang lebih memilih kekantor polisi dari pada pergi.apa kalian tidak tahu kalian sedang berurusan dengan siapa sekarang? Wanita ini kekasih dari Devan Wilson kurasa kau sungguh mengenalnya bukan?" bentak Ray.
__ADS_1
Rima yang terkejut mendengar nama yang barusan di sebut Ray pun akhirnya menyeret Sam membawanya menjauh dari sana.ia tak ingin berurusan dengan orang itu karna ia tau persis siapa itu dari suaminya dulu meskipun ia tak pernah melihat wajahnya sekali pun. Sam masih merasa kesal pada Ray dan ALin tapi mereka berdua memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu.