
Hari weekand ALin tak berniat pergi ke mana pun.pagi ini dia masih enggan beranjak dari tmpat tidurnya begitu nyaman rasanya setelah 5 hari harus kejar kejaran dari segala pekerjaannya akhirnya dia bisa meluruskan pinggang dan kakinya hari ini.
Sambil sesekali ALin melirik ke arah jam di atas nakas di samping ranjangnya...hahhh masih terasa terlalu pagi untuk bangun.ia menarik kembali selimutnya berencana untuk tidur,namun baru saja ia akan memejamkan matanya tiba-tiba suara ketukan pintu dari luar terdengar.
"pagi pagi begini siapa sih yang bertamu"
mendengus kesal lalu bangkit berjalan menuju pintu.
" kak Devan"
matanya melotot melihat pria di hadapannya saat ini.
namun Devan lebih tak kalah terkejut saat melihat pemandangan di hadapannya.bagai mana tidak ALin yang hanya memakai tank top tanpa bra di padukan celana pendek yang panjangnya hanya sejengkal.
ALin yang tak menyadari mata Devan yang tak berkedip menatapnya langsung membalikkan badan
menuju sofa dan duduk disana dan di buntuti Devan di belakangnya.
"pagi pagi udah bertamu ini sih waktunya orang tidur"
" hehh apa tak ada pakaian yang lain yang lebih pantas dari itu? cepatlah ganti pakaian mu karna itu hanya akan membuatku gerah pagi ini"
sontak ALin terkejut mendengar ucapan sang pria dewasa di hadapannya barulah dia menyadari bahwa yang melekat di tubuhnya saat ini masih pakaiannya semalam.pakaian yang menjadi kebiasaan baginya pada malam hari.
berlari menuju kamar dan berganti pakaian tak berselang lama dia pun kembali keruang tamu untuk menemui tamu paginya itu,namun tak menemukan nya di sana.kemana dia pikir ALin.ia pun melirik ke arah dapur ketika mendengar suara dri sana
"sedang apa?"
ALin pun menghampiri ke dapur dan mendapati Devan yang sedang sibuk mengeluarkan sarapan dari handbag kertas yang dibawanya tadi dan menatanya di piring.
"kamu pasti belum sarapan kan? duduk sarapan dlu."
" sepagi ini kak Devan masak?"
" gak tadi beli saat perjalanan kesini"
__ADS_1
" ohhh lagian kak Devan ngapain coba pagi pagi buta kayak gini udah bertamu kesini"
" emang kenapa? gak suka?"
" bukannya gak sukaaa......"
"suka atau tidak gak masalah buatku tapi yang jelas kamu harus membiasakan diri sama aku.karna aku akan datang kapan pun aku mau"
Devan memotong kalimat ALin yang masih menggantung dan terkesan memaksa itu.
ALin hanya terdiam dengan mulut menganga mendengar kalimat yang baru saja di ucapkan laki-laki itu.
lalu menghembuskan napas kasar sambil menggelengkan kepalanya tak ingin merdebat.karna ALin tau betul percuma saja berdebat dengannya bagai mana pun ia takkan menang.
Devan yang merasa menang tersenyum lebar melihat sikap ALin sambil menyuapkan makanan ke mulutnya perlahan...
sesuai mencuci piring bekas sarapan mereka pagi itu ALin pun duduk di sofa ruang tamu apartemennya tepat di hadapan Devan
" kak Devan belum mau pulang?"
" bukan....tpi kak Devan pagi pagi kesini ngapain? masa iya hanya untuk sarapan? lagian kita ini bukan di kantor."
" kan aku tadi sudah bilang kamu itu harus terbiasa denganku karna aku akan sering sering kemari"
"hahhhhh"
ALin menghembuskan napas berat,dalamnya itu pasti akan sangat merepotkan
tak ada yang spesial yang mereka lakukan hari itu meski mereka menghabiskan waktu seharian penuh di apartemen ALin hanya sebatas mengobrol duduk dan menemani gadis itu menonton meski Devan tau gadis yang di temani nya merasa risih dan jengah tapi seorang Devan tak peduli yang pasti ia hanya ingin melihatnya saja seharian penuh.
*****
Senin telah kembali, seperti biasanya ALin pun sudah mulai sibuk dengan berkas yang menumpuk di mejanya begitu juga dengan teman teman satu timnya karna memang ini akhir bulan mereka semua pasti sangat sibuk.
suasana di ruangan itu pun sangat hening hanya terdengar suara keyboard komputer dari para pegawai disana.tak terasa jam pun sudah menunjukkan jam makan siang..
__ADS_1
" guys.... waktunya makan siang"
Andi salah satu teman dari team mereka mengingatkan.semua anggota team itu menoleh ke arah jam dinding di ruangan itu.
mereka semua bersiap akan menuju kantin namun seseorang sudah berdiri di pintu ruangan itu.mereka semua terheran untuk apa asisten si bos berdiri di sini pikir mereka.
disaat mereka semua menunjukkan ekspresi kebingungan Rayhan sang asisten pun berjalan mendekat menuju meja ALin dan itu membuat semua temannya semakin kebingungan.
" mbak ALin bos meminta anda keruangan nya sekarang"
dengan suara pelan layaknya seperti berbisik pada alin.tentu saja kalimat itu membuatnya bingung juga.
"guys....kalian turun duluan saja nanti gua menyusul"
ALin pun memecah keheningan diantara teman-teman nya yang masih terlihat bingung itu.
dan akhirnya teman teman nya pun meninggalkan ruangan itu begitu pun ALin berjalan menuju ruangan bos nya itu.
" bapak memanggil saya?"
" duduk " Devan menatap ke arah sofa di ruangannya
"ada yang bisa saya bantu pak ?"
" duduk lah dan makan siang bersama ku disini"
" apa pak? pak ini kantor."
" saya tau ini kantor ALin terus apa ada yang salah?"
ALin pun menatap kearah Reyhan yang hanya di balas dengan anggukan kepalanya yang berarti harus di turutinya
ALin pun tak punya pilihan lain selain menuruti kemauan bosnya itu.
meski kesal namun akhirnya dia duduk dan makan bersama Devan karna tak mungkin baginya untuk tidak makan karna dia sendiri juga merasa lapar.
__ADS_1