Cinta Di Jalan Yang Salah

Cinta Di Jalan Yang Salah
bab.15 mengakui


__ADS_3

pagi itu Dev tiba di apartemen ALin,ia sengaja datang lebih pagi hari ini untuk sarapan bersama dengan ALin.ia menuju unit milik ALin dengan sebuah handbag di tangannya.


tok...tok...tok....


Dev berdiri tepat di depan pintu dan mengetuk.


ALin yang baru saja selesai mandi bergegas menuju pintu untuk membukakan.ia sudah tahu pasti Dev yang datang sepagi ini.tubuhnya hanya di lilit handuk dengan rambut yang masih terlihat basah.


"pagi sayaaannng...."


cup..sapa Dev di iringi dengan sebuah kecupan singkat di bibir ALin.matanya tak lepas dari handuk di tubuh ALin.ia memandang dari kaki hingga berakhir di wajah gadis itu.


"Kamu sengaja ya pagi pagi godain aku? hmmm?" goda Dev sembari menarik tubuh ALin ke pelukannya.


" Dev udah deh jangan mulai,ini udah siang"ALin mengingatkan sebelum hal lain terjadi.ia melepas pelukan Dev pergi menuju kamar.


"tunggu sebentar aku mau bersiap"


Dev menuju ke dapur,dan mengeluarkan sarapan yang ia beli saat perjalanan menuju apartemen ALin.setelah beres ia pun duduk menatap ponselnya sambil menunggu ALin bergabung.

__ADS_1


tak berselang lama ALin pun keluar dan duduk disamping Dev.


Dev memandangi tubuh ALin yang berbalut kemeja berkerah dan di padukan dengan celana bahan dengan rambut terurai namun terlihat sangat rapi.


" tumben rambutnya ga di kuncir kuda?" tanya Dev


" kamu mau aku dikira mau pamerin ini nanti?" jawab ALin sambil menunjukkan karya Dev yang bertebaran di leher dan dadanya.Dev tersenyum lebar dengan bangga melihat karyanya setelah sekian lamanya.


\*\*\*\*\*\*\*


mobil yang dikendarai Dev memasuki parkiran gedung kantor tak seperti biasanya ALin turun di halte depan kantornya kali ini ia turut memasuki parkiran toh juga sudah ketahuan pikirnya.


Dengan langkah kaki yang sedikit berat,ia memasuki lobi kantor bersama Dev namun dengan wajah menunduk.


ia tak berani mengangkat kepalanya,dan benar saja ada yang menatap sinis,dan ada juga yang menatap iri padanya.


dengan semakin erat Dev menggenggam tangan gadis itu,ia menyadari bahwa ALin merasa canggung dan malu di tatap demikian.namun, ia juga tak ingin terus menjalani hubungannya diam diam, terlebih di usianya saat ini yang telah memasuki kepala 3.


Mereka memasuki lift eksekutif,ALin merasa sedikit lega dan ia merasa bari bisa bernafas.

__ADS_1


" are you okey sayang?" tanya Dev saat melihat ALin menarik nafas.


"ya aku baik kog beb"jawab ALin meski masih gugup.


setelah lift terbuka ALin pun masuk menuju ruang kerjanya yang terlihat masih sepi.ia duduk dan langsung menatap layar monitor di hadapannya.


tak berselang lama rekan setimnya mulai berdatangan dan menatap nya,seakan menuntut sebuah penjelasan darinya.


" lu pacaran sama pak Devan Lin?" tanya Nia akhirnya mewakili dari semua yang berada disana Daan menatap ke arah dirinya.


"iya "akhirnya ALin mengakui kepada teman temannya toh juga sudah kepalang ketahuan karna ulah sang pacar kemarin.


"udah lama kalian pacaran ?" tanya Nia yang masih sangat penasaran.


"belum masih baru tapi mengenalnya sudah lama" jawab ALin.


******


Sementara di ruangannya Dev terlihat sangat bahagia hari ini.senyum di bibirnya tak menghilang sepanjang hari ini.hingga membuat Ray dan sekretaris nya itu heran.

__ADS_1


Ray yang menyadari sesuatu telah terjadi pada bos nya itu pun merasa bingung dan hanya bisA menggeleng kan kepalanya. tak terasa waktu telah memasuki jam makan siang.seseoramg memasuki ruangannya,senyumnya semakin mele bar saat ALin memasuki ruang kerjanya.ya ia meminta ALin untuk makan siang bersama dengan dirinya hari ini.


__ADS_2