Cinta Di Jalan Yang Salah

Cinta Di Jalan Yang Salah
bab.32


__ADS_3

Wilson tampak tertunduk di depan istri dan anak anaknya.ia sama sekali tak menyangka bahwa apa yang ia perbuat itu telah menyakiti semua keluarganya dan juga ALin.


Ia terduduk di sofa ruangan itu dengan wajah yang sulit untuk di tebak saat ini.ia melihat putra bungsunya yang masih duduk di lantai membenamkan wajahnya di dada sang ibu.tatapannya tampak kosong dengan air mata di wajahnya .


semua terlihat diam di ruangan itu,tak ada yang bersuara sama sekali.mereka terhanyut dengan pikiran masing-masing.


Tiba tiba ponsel Wilson bergetar di samping nya.melihat ayahnya tak bergeming sama sekali Rafa memutuskan untuk menjawabnya.


" ya halo"


" baik kirimkan alamatnya segera kami akan kesana sekarang" jawab Rafa tampak panik dan mereka semua melihat ke arah Rafa


" ada apa?" tanya Sarah


" mi asisten om Santoso telpon katanya Imel mencoba mengakhiri hidupnya mi dan sekarang sedang di rumah sakit." jawab Rafa memberi tahu.belum usai mereka terkejut dengan kabar Dev sekarang mereka harus menerima kabar dari keluarga Imel juga yang tak kalah mengejutkan.


" mami sama papi pergi saja ke rumah sakit gak enak sama keluarga om Santoso.


Dev biar Rafa dan kak Tania yang temani.pinta Rafa pada ayah dan ibunya


" baiklah Raf tolong bicara pada dev.mami titip adik mu ya"


" ya mi." ucap Rafa


Wilson dan Sarah bersiap akan keluar dari rumah itu Dev berdiri di hadapan sang ayah.


" berapa orang lagi yang akan papi korbankan demi ke egoisan papi itu.


Tak cukup dengan menyakiti kami anak anak mu sekarang dua orang gadis dan satu bayi tanpa dosa telah papi hancurkan hidupnya." ucap Dev dengan tatapan benci pada papinya itu.ucapan yang begitu menohok di dada Wilson.


Wilson diam saja dan berlalu pergi dari hadapan putranya.


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Wilson dan Sarah diam saja tidak ada diantara mereka yang memulai pembicaraan.keduanya hanyut dalam pikiran masing-masing

__ADS_1


sementara Rafa masih terus berusaha untuk menasehati sang adik agar bisa menyelesaikan semua masalah ini dengan kepala dingin dan hati yang tenang.


**********


tujuh bulan sudah kepergian ALin,belum membuat Dev menghentikan pencariannya.hampi semua kota ia sebar orang untuk mencarinya hingga menyebar membuat selembaran pencarian orang hilang namun tak membuahkan hasil atau pun sekedar petunjuk untuk menemukannya.


Dev yang dulu ceria dan sering tersenyum kini kembali ke mode Dev yang dulu sebelum mengenal ALin.


Dev yang pemarah,dingin,cuek tak pernah ada senyum atau sekedar sapa kepada siapa pun,bicara hanya seperlunya saja.


Kini Dimata para stafnya Dev jauh lebih menakutkan dari Dev yang dulu.


Ia duduk di ruang kerjanya sambil menatap foto USG bayinya yang dulu sengaja ia tempelkan di laptop nya.ia mengusap foto itu dengan jarinya dan tak jarang ia berbicara sendiri ke foto itu.


" sayang apa kamu sudah lahir? Kalian dimana sekarang? Apa kau perempuan atau laki laki?" lirihnya dengan penuh kerinduan.


dev begitu rindu pada sosok yang dulu selalu menghiasi hari harinya itu.


Ia meminta Ray untuk mengantarkannya pulang ke apartemennya yang sudah lama tak ia tinggali semenjak kepergian ALin.


Hal itu akan semakin membuat nya tersiksa jadi ia tinggal di kediaman Wilson sejak kejadian itu


Dev memasuki apartemennya,ia melihat sekeliling tampak bersih dan tak ada yang berubah disana karna memang ada yang ia tugaskan membersihkan setiap 2 hari sekali. ia masuk ke kamar yang dulu mereka tempati dan duduk di ranjang yang selalu menjadi saksi bisu panasnya malam yang dilaluinya dengan sang pujaan hatinya.


Dev berjalan menuju lemari yang sangat besar di kamarnya ia melihat baju bajunya dan ALin masih tertata rapi disana. Lingerie dan gaun malam yang dulu sering ALin tampilkan di hadapannya masih tergantung berbaris rapi disana.ia begitu rindu sosok itu,rindu dengan wangi tubuhnya.


Ia duduk di meja rias yang slalu menjadi tempat ALin untuk menata rambutnya yang indah dan masih lengkap dengan berbagai alat make-up nya tertata rapi disana.membuka laci meja itu melihat berbagai aksesoris gadis itu masih utuh disana.dan sebuah bingkai foto ALin saat usia 19 tahun yang begitu cantik dan manis terpajang disana.membuatnya teringat kali pertama ia mengenal gadis itu hingga tergila gila padanya.


Dev meraih bingkai itu dan menatap nya dalam dalam penuh kerinduan.


" sayang....kau di mana kembali lah aku begitu merindukan mu."lirihnya.


tanpa sengaja sebua foto lain jatuh dari balik bingkai itu.

__ADS_1


Dev memunguti foto itu dan melihat tulisan di belakangnya.


"papa,mama,Anggi ,ALin"


Dev melihat foto keluarga di tangannya ia terkejut.


" ini kan Gita,Tante Hesti dan pak Hendra apa jangan jangan?" lirih Dev saat melihat gadis kecil yang sangat di kenalnya itu.


" tapi kenapa namanya Anggi?" Dev bermonolog sendiri.


Ia memasukkan foto itu ke dalam saku jas nya dan segera keluar dari sana.


Saat di perjalanan ia menelpon Gita untuk mengajaknya bertemu namun saat ini Gita sedang ada acara jadi tak bisa menemuinya.


"Ray dulu saat kau mencari tau soal ALin apa ada informasi tentang ibu kandungnya?" tanya Dev


" tidak ada Dev semua tetangganya di sana tidak mengenal istri pak Mahendra sebelum rima.yang mereka tahu dulu pak Hendra pindah kesana bawa ALin dan pengasuhnya bernama mbok Darmi saja dan mereka bilang pak Hendra pindahan dari Kalimantan."jawab Ray dengan tetap fokus pada kemudi mobilnya.


Dev tampak berpikir keras dan sesekali ia memijat alisnya.


" apa kau sudah tahu mbok Darmi itu dimana?"


"maaf Dev sampai saat ini belum di temukan,ada apa Dev?" tanya Ray penasaran


" aku nemuin foto keluarga ALin seperti nya ada hubungannya dengan Gita."jawab Dev menunjukkan foto di tangannya ke Ray.


membuat Ray memutar kepalanya ke belakang melihat arah foto itu


"ahhhh kau mau membunuh ku ya,fokuslah melihat ke depan kalau tidak menepi sebentar jangan berbalik sambil mengemudi gitu.kalau mau mati jangan ngajak ngajak,aku belum mau mati masih pengen ketemu sama anakku."omel Dev membuat Ray menepikan mobilnya dan meraih foto itu.


" benar Dev ini pak hendra,Gita dan mamanya apa ALin adiknya Gita? Tapi Gita bilang nama adiknya bukan ALin kan?" Ray ikut berpikir


"sudah lah kita pulang saja dulu.gita sedang ada acara jadi tidak bisa diajak bertemu mungkin besok saja kita temui dia."ajak Dev menyandarkan kembali kepalanya.

__ADS_1


Ray melajukan kembali mobilnya menuju kediaman keluarga Wilson untuk mengantarkan bos sekaligus temannya itu pulang karena beberapa bulan terakhir Dev tak pernah mengendarai mobilnya sendiri.


__ADS_2