Cinta Di Jalan Yang Salah

Cinta Di Jalan Yang Salah
bab.22


__ADS_3

Akhirnya Dev dan ALin sampai di apartemennya.


ALin duduk di sofa ruang tamu dengan wajah yang masih terlihat takut dan marah.


Dev memberinya minum untuk mengurangi rasa gelisahnya.


" sayang kamu baik baik saja?" tanya Dev untuk memastikan


" ya aku gak apa apa, makasih udah nolong aku,kalau kamu gak datang aku gak tau apa yang akan terjadi sama aku" jawab ALin


"melindungi mu tugasku sayang.....tapi kalau boleh tahu siapa dia sepertinya kalian saling kenal,kamu boleh cerita sama aku aku pastikan dia tak akan pernah mendekati mu lagi." dev sengaja bertanya meskipun dia sudah tau tapi dia ingin mendengar langsung dri wanitanya itu.


Alin menarik nafas dalam-dalam dan menceritakan semua tentang Sam dan Rima tanpa menutupi apa pun dari Dev.


Dan hal itu sesuai dengan yang Dev ketahui.namun satu hal yang belum pernah ia dengar bahwa ALin punya kakak kandung yang terpisah saat mereka masih kecil.


" aku tak banyak tahu tentang mama dan kakak ku,yang ku tahu mbok Darmi dulu sering bilang kalau aku punya kakak yang ikut dengan mama,dan aku tak pernah tau alasan perceraian papah dan mama bahkan mereka tinggal dimana pun aku tak pernah tahu.papa tak pernah menunjukkan foto mereka atau hanya sekedar bercerita itu dan papa sering memarahi ku bila bertanya soal itu." ALin menceritakan semuanya.


Dev berusaha untuk menghibur ALin yang terlihat sangat sedih.


" sayang... Kamu tenang saja kita akan cari mereka bersama!"


"aku tak terlalu berharap Dev karna bagaimana pun mereka tak akan mengenali ku karna dulu papa bawa aku saat masih bayi umur 6 bulan.mustahil menemukannya tanpa ada petunjuk Dev"


" sayang.... Kamu lupa siapa pacar mu ini? Kita pasti akan menemukan mereka termasuk mbok Darmi mu itu" ucap Dev meyakinkan dan membawa ALin ke dalam pelukannya.


***********


Awal minggu,pagi itu ALin sibuk menyiapkan barang barang Dev ke koper yang akan di bawanya untuk perjalanan bisnisnya.

__ADS_1


Bak seorang istri ia menyiapkan semuanya dengan telaten.


Dev yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggangnya memeluk tubuh gadis itu dari belakang.


Dirinya sedikit ragu untuk meninggalkan sang kekasih untuk waktu yang cukup panjang.


"kamu gak apa apa sayang aku tinggal sendirian disini?" sembari melingkarkan tangannya di perut ALin dan meletakkan dagunya di antara leher dan bahu gadis itu.


" ini bukan yang pertama kali nya sayang....kamu sudah sering lakukan ini jadi aku baik baik saja"ucapnya lirih


" tapi kali ini aku meninggalkan mu cukup lama.untuk 2 Minggu ke depan kamu harus tidur sendirian dan kamu pasti akan sangat merindukan ku" goda Dev dengan senyum nakal di bibirnya karena ia tahu bahwa dirinya lah yang akan paling merasa tersiksa dan merindukan sang kekasih.


ALin berbalik dan menghadapkan wajahnya tepat di wajah Dev.


" iya aku pasti akan sangat merindukanmu,dan kamu harus tetap menelpon ku saat ada waktu, jaga mata dan hatimu agar tetap untukku." bisik ALin tak kalah menggoda Dev dan dengan cepat ia mengecup bibir pria dihadapannya itu dan berlalu meninggalkannya untuk berkemas karna hari ini dia pun harus ke kantor.


Setelah mengantar Dev ke bandara ia pun bergegas menuju kantor.


***********


Hingga tak terasa jam kerja telah berakhir semua staf bersiap untuk meninggalkan meja masing masing demikian pula dengan ALin.


Namu saat berjalan melewati ruang kepala timnya. Eva memanggilnya dan mengajak makan bersama dan untuk sekedar ngobrol bersama setelah lama mereka tak pernah melakukannya.


ALin yang sedang di tinggal dinas oleh Dev pun tak keberatan dengan ajakan Eva.


" Deni gak apa mbak kalau kita pulang terlambat? Kasian dia di tinggal sendiri." ucap ALin mengingat bahwa Eva punya anak yg masih kecil.


sambil menunggu menu yang di pesan mereka asik berbincang bincang.

__ADS_1


" Deni udah di jogja lin.setelah masuk ajaran baru dia ku pindah kan dan tinggal dengan ibuku disana.toh juga tak lama lagi aku juga akan pindah kesana"



" kenapa mbak, lalu pekerjaan di kantor? Kog mbak gak pernah cerita?" ALin terkejut dengan ucapan eva.



" yah aku akan keluar dari perusahaan setelah menikah dan akan ikut tinggal di Jogja karna calon suami ku juga tinggal dan punya usaha disana, bagaimana pun juga aku sudah terlalu lama berjuang sendiri dan ku pikir aku harus bahagia bukan?"


" Dev sudah tau mbak?"tanya ALin lagi.


"sudah dan harusnya surat pengunduran ku sudah di proses mungkin bulan depan aku dah keluar."jelas Eva.


Setelah pesanan datang mereka pun mulai makan dalam diam.namu di sela sela makan itu Eva kembali menatap ALin.


"Lin kita kenal sudah cukup lama,kamu anak yang pintar dan sangat baik aku merasa kalau kita sudah sangat dekat.aku pengen kamu dan Dev segera meresmikan hubungan kalian.aku tau Dev sangat mencintai mu dan aku bisa lihat itu dimatanya,namun akan lebih baik jika kalian segera menikah karna ku tau jalan yang kalian ambil saat ini sangatlah salah karna jika terjadi sesuatu hal kamu lah yang paling di rugikan lin.aku memang sangat mengenal Dev sejak kecil dia adalah orang yang sangat bertanggung jawab.namun saat orang tua nya sudah masuk dalam hubungan kalian itu tak akan pernah berakhir dengan keinginan kalian." Eva memberi saran pada ALin sebagai orang yang sudah mengenal keluarga Dev dengan sangat baik.



Eva adalah anak sopir pribadi ayah Devan dulu semasa hidupnya dan itulah sebabnya ayah Devan memperhatikan pendidikannya dulu dengan ray.sedangkan ayah Ray dulu sama seperti dirinya yang menjadi asisten pribadi ayah devan.itulah mengapa Eva sangat mengenal keluarga itu terlebih lagi Eva tinggal di lingkungan yang Sam dengan Dev karna keluarga nya dulu tunggal di rumah art milik Dev karna ibunya juga ikut bekerja disana. Ibunya berhenti dan kembali ke Jogja setelah ayahnya meninggal dan majikannya itu lebih sering tinggal di luar negeri.


********


sepanjang perjalanan pulang menuju apartemen ALin terus saja mengingat kata kata Eva.


" jika bersangkutan dengan pernikahan anak anaknya orang tuanya tak pernah main-main harus dengan kriteria keluarga nya" ucapan Eva yang membuat Alin merasa sedikit gelisah.terlebih lagi jika mengingat dirinya yang sangat berbanding jauh dengan Dev.


__ADS_1


Ia takut meski mereka saling mencintai tapi akan dikalahkan dengan keputusan orang orang di sekitar dev.ia takut jika suatu hari nanti keluarga Dev tak akan pernah menerima dirinya.


ia takut jika keluarga Dev merasa dirinya tak pantas.dan banyak hal yang ia takutkan saat ini.


__ADS_2