Cinta Di Jalan Yang Salah

Cinta Di Jalan Yang Salah
bab. 6 harapan


__ADS_3

ALin berdiri dengan kedua tangan di tekuk ke pagar pembatas balkon tubuhnya sedikit membungkuk sambil memandangi ke arah keramaian jalanan bermandikan kelap kelip cahaya lampu di malam hari...hatinya sedikit laga karna akhirnya skripsinya lulus dan ia begitu tidak sabar menunggu wisuda nya dan berharap akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.dan berharap juga ia dapat melanjutkan kembali study nya untuk menggapai cita-cita nya yg masih tertanam di hatinya...


meski saat ini hanya D3 tapi ALin yakin ia akan mendapat pekerjaan yang jauh lebih baik untuk dirinya...


" hai belum tidur?"


" eh mbak Eva, blom bisa tidur mbak.mbak sendiri blom tidur?"


" blom nih, gimana skripsi kamu?"


"udah beres mbak rencana ny blan depan ALin wisuda mbak"


"wah bagus dong"


"bagus tp ALin blom tau mau lamar kerja kemana mbak"


"oh ya Lin klo kamu mau bisa masukin lamaran ke tmpat aku kerja, kebetulan divisi aku kosong tuh 2 orang"


"tpi kira kira bisa gak mbak kan aku cuma D3 ?"


"udah nanti aku yang urus yg penting kamu nya benar benar niat"


" ok deh mbak mkasih ya"


"ya Lin aku masuk duluan nih "


"ya mbak"


Eva tetangga sebelah nya yg selalu menjadi tempat curhatnya meski usianya jauh berbeda dri ALin dan juga statusnya sudah janda anak satu tpi entah kenapa ALin merasa slalu nyaman curhat dengannya...


***

__ADS_1


hari yg di tunggu ALin pun tiba...


wisuda nya hari ini akan di gelar.alin begitu bahagia, saat namanya di panggil air matanya luruh membasahi kedua pipinya akhirnya perjuangan yg begitu melelahkan yang kadang merasa jatuh bangun akhirnya berbuah kepuasan tersendiri baginya...


berjuang sendiri tidak lah mudah bagi ALin yg sebelumnya tak pernah ia lakukan ya...sebelum ayah meninggal ia adalah seorang putri yang memiliki segalanya namun semua itu berubah 180° setelah kepergian sang ayah..


saat ini harapan nya hanya satu yaitu segera bekerja mendapat penghasilan lebih baik untuk menghidupi dirinya sendiri.


air matanya kembali tak terbendung saat melihat dirinya berdiri sendiri tanpa di dampingi oleh siapapun


"ya tuhan ternyata aku benar-benar sebatang kara sekarang" batin nya lirih


pahit Memeng tapi itulah kenyataannya...


****


di kantor Devan sedang di sibukkan dengan pekerjaan yg begitu menumpuk hingga hari ini ia melewatkan jam makan siangnya..


tiba tiba


Devan melirik ke arah pintu


"masuk"


"Lu gak makan siang Dev?"


"pak..panggil pak Eva kita sedang di kantor" sahut Devan tanpa mengangkat wajah nya masih fokus pada berkas di tangannya


"iya pak Devan tpi ini jam istirahat"


"kenapa kamu kesini? bukannya makan"

__ADS_1


"aku mau ngomong sesuatu sma kamu"


"bukannya dari tadi kamu udah ngomong?" masih tetap fokus


" ya tpi ini serius pak Dev"


"katakan apa itu?"akhirnya Devan berhenti dan meletakkan pena di tangannya


"gini kan di divisi aku ada 2 meja yg kosong kira kira boleh gak sih aku rekomen 1 orang buat ngisi meja itu Dev?


"tanpa tau kualitasnya bagai mana mungkin aku bisa bilang iya va?"


"tpi dia anaknya pintar kog rajin lagi nanti aku yg bimbing dia sampe bisa deh Dev?


"va bukannya aku gak mau atau gak yakin sama kamu tapi kamu kan tau sendiri seleksi penerimaan karyawan baru di sini harus benar benar'


"iya tpi aku pastiin sama kamu Dev kamu gak bakal kecewa sma dia"


"siapa sih orang nya sampai kamu begitu yakin? pacar kamu ya?"tatapan Devan menyelidik


"enak aja ini tuh tetangga sebelah aku tuh dia kan udah wisuda trus aku juga suka sma kepribadian nya mkanya aku saranin"


"ALin itu maksud kamu?" Devan membelalakkan matanya terkejut sekaligus girang hatinya karna akan dekat dengan gadis itu...


"ok tpi kamu benar benar harus tanggung jawab dan harus bimbing dia dalam hal ini jangan smpai mengecewakan " dengan nada dingin namun hatinya sangat senang...


"0k siap bos"sambil melenggang pergi "jangan lupa suruh buat CV nya dlu" teriak Devan


"siap" sahut Eva sambil melambaikan tangannya kebelakang...


"huuuh dasar karyawan gak ada akhlak"

__ADS_1


dengus Devan..


"


__ADS_2