
Setibanya di kantor ALin memasuki ruang kerjanya,teman temannya yang sudah tiba lebih dulu, serentak menatap ke arah dirinya karna penampilannya yang tak biasa membiarkan rambut panjangnya terurai seperti itu,terlihat jauh lebih anggun dari biasannya.ada yang memujinya ada juga yang menggodanya
Dia sengaja mengurai rambutnya hari ini dan di padukan dengan kemeja berkerah untuk menutupi bekas merah yang bertebaran di lehernya.dengan sedikit canggung karna merasa di pandangi ia berjalan menuju meja kerjanya.
Nia yang peka dengan gelagat canggung ALin pun menggeser kursinya mendekati ALin.
"tumben lu telat kenapa?"tanya nia
"oh tadi pagi gua telat bangun" ALin berbohong
"hmmm masssaaa?? tapi gua gak percaya dan gua mencium aroma sesuatu nih!!!" Nia mulai menggoda ALin saat melihat tanda merah di leher dan dada ALin yang tak tertutupi kemeja dan rambutnya
"ih lu itu yah jangan aneh-aneh deh"ALin menepiskan tangannya sambil mendorong kursi Nia agar menyudahi pembicaraan itu.
*******
Di ruangannya pagi ini Dev terlihat sangat berbeda.senyum yang merekah bak bunga yang baru mekar terlihat jelas di bibirnya dari sejak pagi ia sampai di kantor.suasana hatinya sangat baik pagi ini,hingga membuat sekretaris nya itu bingung,sudah hampir 4 tahun ia bekerja dengan Dev belum pernah melihat senyum selebar itu di bibir sang bos nya itu.
Rey berjalan dengan tumpukan berkas di tangannya berjalan menuju ruang kerja sang CEO, tiba-tiba di hentikan sang sekretaris yang mejanya tepat di samping pintu masuk ruangan itu.
" pak Rey itu si bos kenapa? kayaknya mood nya lagi bagus tuh!!!" tanya Rendi si sekretaris itu
"ya bagus dong kalau moodnya baik setidaknya pemandangan di wajahnya terlihat cerah iya gak?" jawab Rey bergurau karna ia sebenarnya tau apa yang terjadi dengan bos gilanya itu.
tok....tok.....tok.....Ray mengetuk pintu ruangan itu
"masuk" sahut suara dari dalam
" ini berkas dan semua laporan yang bapak minta"Rey meletakkan tumpukan kertas di tangannya ke atas meja Dev
" eh btw lu semalam nginep di apartemen ALin ya?" tanya Ray
" iya,kenapa?" tanya Dev balik tanpa menoleh ke arah Ray
" hahh pantas saja senyum lu lebar banget hari ini,jadi trending topik pagi ini di kalangan kantor tau gak? udah gua duga pasti ada sesuatu."
__ADS_1
" udah deh bawel,,keluar lu sana emang lu gak ada kerjaan? kita ini sedang di kantor,ingat gua bos lu."usir Dev dengan tatapan mengintimidasi ia tak ingin moodnya hari ini di rusak oleh siapapun.
******
jam makan siang pun tiba ALin menuju ruangan Eva karna tadi dirinya di minta keruangan kepala divisi nya itu dan turun bersama menuju kantin.
Eva sengaja mengajak ALin untuk makan berdua tanpa rekan satu tim mereka.ia ingin menanyakan langsung ke ALin karna ia curiga kalau ALin ada hubungan dengan bosnya itu mengingat kelakuan Dev pada gadis mungil itu belum lagi kemarin Eva melihat mobil Dev terparkir di depan gedung apartemen tempat mereka tinggal hingga pagi hari.
saat mereka makan mata Eva menangkap tanda merah di dada ALin saat dia menunduk belum lagi di lehernya yang begitu terlihat jelas oleh mata Eva yang duduk berseberangan.
"ehhhemm. lu abis ngapain sama Dev? "goda Eva dengan mata genitnya.
ucapan Eva barusan membuat Alin tersendak.
uhuuuuk.... uhuuuukk....
" nih minum dulu" Eva menyodorkan minuman dan di terima ALin langsung meminumnya.
"mbak Eva apaan sih?" bisik ALin pelan ia malu kalau sampai ada yang tau soal mereka.
"sstttt.... jangan kenceng kenceng mbak,malu!!!!!"dengan jari telunjuk yang di letakkan di bibirnya pertanda untuk diam karna dirinya tak ingin menjadi bahan perbincangan nantinya.
" sepertinya Dev memang benar-benar ganas banget ya?"Eva semakin menggoda ALin dengan tertawa kecil hingga membuat memerah wajah gadis di hadapannya.
*****
ALin melirik ke arah jam dinding yang tergantung di ruangan itu.menyadari jam kerja akan segera berakhir ia pun mulai membereskan mejanya karna hari ini ia berencana akan langsung pulang.tubuhnya terasa sangat lelah hari ini.
Saat dirinya sedang sibuk membereskan meja kerjanya seseorang sudah berdiri di depan mejanya menunggunya.semua mata di ruangan itu tertuju pada sosok pria itu sambil berbisik-bisik. entah apa yang di lakukan bos mereka itu di ruangan itu saat jam kerja telah usai.
ALin menyadari ada seseorang di depan mejanya mengangkat kepala dan betapa terkejutnya melihat sang kekasih berdiri tepat di depannya dengan semua mata tertuju padanya seakan penuh tanya.
ia memaksakan senyumnya pada semua rekan satu timnya.di saat dirinya masih bingung melihat situasi di ruangan itu tiba-tiba Dev mendekat dan menarik tangannya.
" kita pulang sekarang honey?" ajak Dev.
__ADS_1
ALin hanya mampu memejamkan matanya lalu tersenyum pahit di hadapan teman temannya mengikuti langkah kaki Dev yang menggandeng tangannya.
ia bisa melihat wajah rekan kerjanya yang bingung tak percaya melihatnya.
dan ia sudah bisa menebak apa yang akan terjadi besok di kantornya.
*******
Sepanjang perjalanan menuju parkiran entah berapa puluh atau bahkan ratusan pasang mata menatap dirinya yang di gandeng sang CEO mereka.
ia pun duduk di samping kursi kemudi dengan wajah yang masih belum percaya dengan apa yang barusan ia alami.ia diam seribu bahasa tak mengerti apa yang di lakukan kekasihnya itu.
Dev yang menyadari sikap ALin yang diam saja akhirnya bertanya memecah keheningan diantara mereka berdua.
"kamu kenapa sayang,kog diam saja dari tadi?"
"kamu beneran tak tau atau pura pura ga tau Dev?"ALin menatap tajam wajah Dev.
Dev mengerti arah dan tujuan pertanyaan ALin akhirnya tersenyum dan mengelus lembut rambut gadis itu.
"aku gak mau hubungan kita terus di tutup tutupi sayang,biarkan saja mereka semua tahu,aku gak masalah kog." Dev mengungkapkan keinginannya.
" tapi bagi ku itu masalah Dev, karna bagaimana pun aku ini hanya pegawai biasa di kantor dan kamu itu atasan aku.apa nanti kata orang orang kantor tentangku?" ALin cemas
" sudah lah sayang jangan memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi,kalau pun iya abaikan saja kamu punya aku sayang"
ALin hanya mendengus kesal dan menyandarkan kepalanya tak ingin lagi berdebat dengan Dev.percuma saja karna tak akan pernah bisa menang jadi ia lebih memilih diam.biarkan saja mengalir seperti air mengikuti alur cerita kehidupannya.
ALin pun memejamkan matanya,ia sudah bisa membayangkan kegaduhan yang akan terjadi esok hari di kantor karna ulah bos sekaligus pacarnya itu.
pertanyaan demi pertanyaan yang akan di tujukan rekan rekan nya pada dirinya pun sudah dapat ia pastikan.tatapan yang menuntut penjelasan dari teman temannya pun sudah dapat ia bayangkan.
sekali lagi ia menarik nafas dan menghembuskan dengan kasar sambil memejamkan matanya.
Dev hanya tersenyum melihat tingkah gadis mungilnya itu.
__ADS_1