
Pertemuan yang sering terjadi diantara Devan dan ALin pun membuat mereka lebih dekat. meski pun harus dilakukan kan di luar kantor,dan entah sejak kapan Devan lebih sering mengunjungi apartemen ALin.
ALin yang sudah tumbuh menjadi seorang gadis dewasa menyadari semua perlakuan bosnya itu padanya mulai dari perhatian perhatian kecil yang sering ia berikan hingga mengunjunginya sesering mungkin.
perlahan ALin mulai menyukai pria itu. meski terkesan sombong dan dingin tapi ALin tahu bahwa laki laki itu memiliki hati yang hangat hanya saja Devan tak pandai mengungkap kannya.
seiring berjalannya waktu ALin merasa nyaman dengannya,ia merasa seperti menemukan seseorang yang benar-benar peduli padanya karna sudah begitu lama rasanya tak ada yg peduli atau pun sekedar menanyakan soal dirinya...
ALin yang sedang duduk di taman seberang gedung apartemen tempat tinggalnya itu bersama seorang anak kecil sekitar 5 tahun usianya.
seseorang mendekati mereka dan duduk di sana siapa lagi kalau bukan Devan.
" kenapa dia sama kamu?" Dev bertanya sambil menatap ke arah bocah laki-laki di samping ALin.
" ya mbak Eva nitipin tdi katanya dia mau ada urusan" menjawab Devan tanpa menoleh padanya
" haaah.... dia itu apa tidak ada tempat lain buat nitipin anaknya? kenapa harus kamu?" Devan kesal mengingat rencananya yang ingin mengajak ALin keluar.
"ya sudah lah toh juga aku libur buatku gak masalah kog"
__ADS_1
"buatku yang masalah!"
ALin menatap heran Devan ia bingung kenapa dia terlihat sekesal itu? ALin merasa dia yang di titipin kenapa dia yang jengkel pikirnya ALin menggeleng tak mengerti.
tak ada obrolan penting diantara mereka hanya terlihat sesekali tersenyum di sela obrolan itu sambil sesekali memperhatikan bocah kecil itu.
menghabiskan waktu berjam-jam duduk menemani ALin disana membuat Dev merasa bingung dengan dirinya.entah sejak kapan dia bisa sesabar itu hanya untuk sekedar mengobrol seketika dia tersenyum tipis merasa ada yang salah dalam dirinya.
\*\*\*\*\*
saat sore menghampiri mereka pun memutuskan untuk kembali ke apartemen sekalian mengantar anak itu ke ibunya yang sudah pulang sejak tadi. kini tinggal mereka berdua di sana.
Devan bangkit dari duduknya dan berpindah ke sebelah ALin yang hanya menatap nya...
" ngomong apa kak Devan bukan dari tadi kita ngomong?" di balas sedikit bercanda oleh ALin meski ALin sudah bisa menebak arah ucapan Devan.
"Lin kak Dev suka sama kamu dan itu terjadi sudah sangat lama, kamu mau jadi pacarku?" Devan to the point mengungkapkan perasaan di hatinya.
Deggg.....deg...deg...jantung ALin berdetak sangat kencang meski ia sudah menebaknya tapi tetap saja jantungnya berdegup.
" kak Devan yakin tak akan menyesali nya saat tau siapa ALin dan latar belakang hidupku? semua tak seperti yang terlihat kak,dan dari awal kesan pertemuan kita sudah tak baik." ucapan lirih ALin dengan tatapannya yang lekat ke wajah Devan
__ADS_1
Devan mengerti maksud ALin karna dia sendiri tau latar belakang dan banyak hal tentang gadis itu namun ia tak ingin membuat Alin merasa minder dan rendah diri. Dev menggenggam tangan ALin untuk meyakinkannya
"kak Devan yakin dengan perasaanku sendiri dan tak akan pernah menyesal Lin." Dev terlihat sangat yakin
" kuharap itu bisa ku percaya kak"
" jadi? kamu mau kan?" Devan ingin mendengar jawaban ALin.namun hanya di balas anggukan dan senyum di bibir ALin.
" kita pacaran?" Dev terlihat sangat antusias dan di balas anggukan lagi dari ALin
Devan merasa lega perasaannya berbalas ia pun memeluk ALin dengan erat dan pelukan itu di balas ALin.
" jangan pernah sia siakan aku"lirih ALin
" tak akan pernah"jawab ALin sembari melepas pelukannya dan mendekat kan wajahnya ke wajah ALin
cup.......
kecupan singkat berhasil mendarat di bibir ALin.Alin yang tak siap hanya melongo dengan yang barusan terjadi Devan hanya tersenyum melihat ekspresi wajah ALin.
"oh ya tadi kamu bilang soal awal pertemuan kita menurutku gak salah dan aku suka itu.dan yang pasti kita akan sering mengulanginya." Devan berbisik di telinga ALin dengan senyum licik menggoda ALin.
ALin yang belum sadar dengan kiss yang di berikan Devan kini di suguhi kalimat erotis menurutnya yang sontak membuat wajahnya memerah dan panas karena malu.
__ADS_1