Cinta Di Jalan Yang Salah

Cinta Di Jalan Yang Salah
bab .3


__ADS_3

...30 menit perjalanan akhiny ALin smpai di dpan gedung berlantai 11 itu dia berjalan menuju lift dan menekan tombol menuju lantai 5....


...saat sampai di dpan pintu apartemen nya dia brhenti sejenak sambil menarik nafas dalam dalam.......


...setelah 2 tahun akhirnya dia tinggal di sana seorang diri tanpa siapa pun....


...ya apartemen hadiah pemberian sang ayah saat ulang tahun ny yg ke 17.....


satu satunya aset peninggalan sang ayah untuk nya yg tak di ketahui siapa pun.


...ALin bersyukur krna dia masih punya tempat tinggal meski tak mewah tapi cukup untuk dirinya dan yg panting dia tak harus byar sewa karna itu milik ny......


***


di balkon apartemen ny ALin duduk sambil menatap layar hp nya mencari sebuah no...


^^^" pagi dengan ka dion y? aku ALin"^^^


"oh iya ALin datang za langsung ke sini kita bisa ngobrol di sini alamat nya nanti aku Sherlock ya" jawaban dri sebrang lalu sambungan telponnya pun


terputus..


ALin pun bergegas keluar dengan tas kecil di tangan nya menuju alamat yg di kirim Dion padanya.


Dion adalah orang yg di kenal Gita yg akan memberikan pekerjaan untuk ALin melalui Gita.


..."ALin " seru Dion setelah melihat ALin berdiri di depan toko bunga milik nya......


..."ya kak dion"...


"ayo masuk. kamu boleh bekerja mulai hari ini"


"tpi kak?"


"gak apa apa Gita udah ngomong kog sama aku"


" terimakasih ka Dion"

__ADS_1


"jangan sungkan...oh ya kamu gak kenal aku?"


"hah."ALin mengernyit kan dahinya


"aku Dion kakak ny Sendy ...inget gak?"


"ahhhh iya ka maaf ALin gak terlalu inget alnya jarang ketemu kak Dion


sih'"


" oh ya giman kuliah kamu"


" ya begitulah kak bru masuk alnya"


" semoga lancar ya.."


" ya dah ka q langsung kerja y""


"ya silah kan".


ya ditoko milik Dion ALin bekerja paruh waktu atas permintaan Gita


***


di kantor Devan masih saja terbayang dengan wajah mungil menawan yg di tidurinya saat perjalanan bisnis ny yg tak lain ALin


"Rey ke ruangan ku sekarang"sambil menekan tombol telpon di mejanya meminta Rey siasisten pribadinya yg slalu menemani nya...


tok...tok...tok...


" masuk" Rey pun masuk


" ya Dev kau memanggilku"


"ya...kau tlpon Gita tanyakan nomor gadis itu"


"gadis mana lagi dev'

__ADS_1


"sudah minta saja pada nya dia sudah mengerti itu" dengan menatap tajam ke arah Rey


" ok akan ku tlpon tpi btw kenapa kau tak minta sendiri?"


" Rey kenapa harus berdebat?aku bilang tlpon saja"


"oke ...oke akan aku cari tpi apa aku mengenal gadis itu? "timpal Rey sambil mengangkat sebelah alisnya menggoda Devan


"kau sudah bosan kerja dengan ku?" ucap Devan suara penuh penekanan


"oke canda sob" Rey keluar dengan senyum lebar dibibir nya sambil menggeleng-gelengkan kepala...


"teman ga ada akhlak " lirih Devan sembil memandangi punggung asisten sekaligus sahabat dari kecilnya itu...


setelah kejadian itu Devan tak bisa melupakan wajah ALin hal itu pula yg membuat dia merasa tak tenang.


entah kenapa dia jdi penasaran juga dengan gadis mungil itu apalagi setelah dia tau juga bahwa ALin pun sudah kembali ke negri yg sama dengannya...


" kita pasti akan bertemu kembali ALin" lirih Devan sembari mengusap kasar wajahnya...


"ALin siapa?"


"kau apa tak bisa datang keruangan ku tanpa harus mengejutkan ku Eva?"bentak Devan pda karyawannya itu juga temannya semasa sekolah


" ya ampun Devan dari tadi gua ketuk pintu tpi kamu sibuk melamun aja"


"kenapa kau kesini?"


"nganterin laporan ini"


"letak kan sja disini dan cepat keluar "


usir Devan


" siapa ALin itu?pacar kamu?atau sekedar teman ranjangmu?"


" Eva kau benar benar tak sopan pada atasan mu!!"

__ADS_1


"aku hanya penasaran bos dasar tak pernah berubah"goda Eva sembari berjalan keluar dri sana


" hah dasar emak2 janda itu ingin tau aja urusan ku...punya teman kog semuanya gak ada yg lurus "sambil menyandarkan kepalanya di kursi miliknya...


__ADS_2