Cinta Di Jalan Yang Salah

Cinta Di Jalan Yang Salah
bab 21


__ADS_3

Sabtu pagi Dev dan ALin joging bersama di taman yang tak jauh dari apartemennya.


ALin duduk di sebuah kursi sambil menunggu Dev membeli minuman sambil melihat lihat sekitar,ia menghirup nafas dalam-dalam rasanya sudah lama sekali ia tak melakukan kegiatan semacam ini.ia slalu fokus menyibukkan diri untuk bertahan hidup di jantung kota ini.


Dev mengulurkan sebuah minuman dan duduk di samping Alin.


Ia memperhatikan wajah gadis mungil itu dan sebuah senyuman mengembang di bibirnya.


"capek ya?" dengan tangan Dev mengelus rambut ALin.


"sedikit....mungkin karna sudah lama gak pernah olahraga tpi gak apa apa kog" jawab ALin sambil tersenyum


Mereka duduk cukup lama menikmati udara pagi itu sambil melihat keramaian orang yang lalu lalang menikmati udara pagi seperti mereka.


tanpa di sadari seseorang mendekati mereka yang sudah memperhatikan pasangan itu dari tadi.


"hhhmmm kyaknya udara pagi ini cukup mendukung untuk pasangan yang lagi kasmaran ya?" canda gadis itu berjalan menghampiri


"kak Gita??"ALin berdiri dan memeluk gadis yang dulu pernah membantu dirinya sekaligus orang yang telah mempertemukannya dengan sang kekasih.


"gua tadi ke apartemen tapi ga ada orang makanya gua kesini,gua cuma mau ngasih ini,ingat harus datang ya jangan sampai lupa karna gua gak akan maafin kalian berdua kalau sampai gak datang" ancam Gita sambil menyerahkan sebuah undangan.


" hmmm jdi juga lu kawin sama dion.gua kira kalian bakal pacaran terus sampai tua" ledek Dev


"ha..ha..ha...gak usah ngeledek gua,lu tuh buruan di resmikan hubungan lu sama ALin biar sah" balas Gita sembari berdiri dan berpamitan untuk meninggalkan pasangan karna dia begitu sibuk dengan persiapan resepsi pernikahannya yang tinggal beberapa hari lagi.


*******


siang itu Dev menghabiskan waktu untuk menemani ALin berkeliling sebuah pusat perbelanjaan untuk mencari gaun yang akan di pakainya untuk ke pernikahan ALin.ia sebenarnya agak bosan karena ia tak pernah melakukan hal semacam ini sebelum nya.baginya itu sangat merepotkan tapi demi menyenangkan hati sang pujaan ia pun rela berjalan mengelilingi mall itu.


Setelah mendapatkan gaun dan sepatu yang di inginkan ALin,Dev mengajaknya ke sebuah toko perhiasan dan memilih satu set berlian yang sangat indah untuk ALin.


mendengar harga yang sungguh fantastis ALin berusaha menolaknya,karna ia merasa itu sangatlah berlebihan.jika dulu ia juga sering lakukan hal semacam itu namun berbeda dengan dirinya yang sekarang.ia lebih banyak memikirkan hari esok dari pada hanya untuk sekedar membeli perhiasan


Namun Dev tetap memaksa membeli nya sebagai hadiah untuknya.


Setelah semua sudah di dapatkan mereka menuju sebuah restoran untuk makan malam.

__ADS_1


********


ALin memasuki aula gedung yang sangat mewah tempat di selenggarakannya acara resepsi pernikahan Gita.


Ia berjalan dengan sangat anggun dengan tampilan yang sangat mempesona dengan balutan dress berwarna cream yang sangat serasi dengan kulitnya.


ALin langsung di sambut oleh Gita dan Dion.namun mereka bingung melihat ALin yang datang secara terpisah dengan Dev.


ALin dan Dev memang sengaja berangkat secara terpisah karna ALin yakin akan ada orang tua Dev di pesta itu mengingat bahwa Dev dan Gita teman semasa kecil.


ALin belum siap jika harus bertemu dengan keluarga Dev.ia takut dengan berbagai pertanyaan yang akan ditujukan pada dirinya dan tak punya jawaban untuk semua itu.apalagi dengan status mereka yang bagai langit dan bumi.


Saat acara hiburan Gita mengajak ALin tuk bertemu dengan orang tuanya dan memperkenalkan ALin pada mereka.


" ma kenalin ini ALin yang aku ceritakan ke mama" ucap Gita memperkenalkan


Hesti menyambutnya dengan senang hati,dan untuk sesaat ia tertegun melihat kecantikan ALin dan ada sedikit rasa yang berbeda dalam dirinya saat memeluk gadis itu.namun ia tak bisa mengatakannya,ia pun mengajak ALin untuk ngobrol.


setelah ngobrol cukup lama ALin pun pamit untuk meninggalkan Hesti dan suaminya ia berniat untuk pulang. ia merasa bosan karna ia tak banyak mengenal tamu tamu disana. Lain halnya dengan Dev yang sangat menikmati pesta itu karena banyak relasi bisnisnya yang hadir disana..


ALin berjalan melewati lorong hotel itu menuju ke parkiran untuk pulang namun saat di lobi sesosok pria dimasa lalunya menghampiri nya dan menarik tangan ALin.


"apa apaan sih kamu?" bentak ALin.


" gak usah jual mahal,kamu kesini pasti untuk uang bukan? Kita bisa habiskan malam ini karna sekarang aku juga punya uang ALin." Sam berusaha menyentuh wajah ALin namun dengan cepat tangannya di tepis ALin.


Sam tidak senang jelas terlihat sorot matanya yang sangat tajam karena merasa di tolak.


" ayolah ALin kamu pasti butuh uang bukan? Setelah kematian ayah mu bukankah hidupmu sangat menyakitkan karna ulah ibu tirimu itu?


tapi bagaimana bisa kau tumbuh menjadi secantik ini?" Sam berusaha menarik tangan ALin.


ALin berusaha berontak melepas genggaman itu dan menampar wajah Sam sekuat yang ia bisa.


Plaaak.....


Suara tamparan yang begitu keras hingga membuat orang SDI sekitar melihat ke arah mereka berdua.

__ADS_1


"bukan kah kematian ayah ku sebuah kebahagiaan untuk kalian berdua? Kenapa sekarang kau begitu peduli dengan ku haahhh? Bukan ka itu yang kalian mau hingga kau meminta untuk bertunangan denganku agar kau bisa masuk dalam kehidupan kami??


Jangan pernah samakan aku dengan wanita itu dan juga dengan mu karna kita sangat berbeda.kuharap kau paham dengan itu dan jangan pernah mengusik hidupku.silahkan kalian nikmati harta ayah ku sebelum kalian menyesalinya" tukas ALin penuh penekanan dan menunjuk wajah Sam.


Sam merasa sangat di permalukan Dangan tamparan di wajahnya membuat emosinya semakin tinggi.ia menyeret kasar tangan ALin dan membawanya menuju parkiran.ia tak peduli dengan tangan ALin yang sakit karna dirinya.


ALin berusaha untuk melepaskan tangannya namun tenaganya yang kecil tak sebanding dengan tubuh Sam yang kekar.


Orang orang di sekitarnya tak berani menolong ALin mereka hanya diam saja dan melihatnya.


Dev yang baru turun ke lobi heran dengan keramaian itu namun ia tak begitu menghiraukannya.ia tetap berjalan menuju parkiran.


Namun pandangannya teralihkan saat mendengar suara yang sangat dia kenal berteriak minta di lepaskan.


Ia pun berjalan dengan cepat menuju arah suara itu.


Betapa terkejutnya Dev saat melihat wanita yang dicintainya di di perlakukan kasar seperti itu.


"jangan sok suci kamu ALin,aku tau kamu tak sepolos itu katakan saja berapa harga untuk tubuh mu itu pasti akan ku sanggupi" Sam berusaha menarik dress milik ALin.


ALin merasa sangat ketakutan dengan tatapan Sam yang penuh nafsu


Dev yang sudah berada disana dan melihat kejadian itu merasa sangat marah dan emosinya semakin memuncak saat mendengar kata kata yang keluar dari mulut laki-laki itu.


Dev mendekatinya dan melayangkan bogem mentah tepat di wajahnya hingga membuat Sam jatuh tersungkur


" berani beraninya kau menyentuh nya dengan tangan kotor mu itu brengs*k" tukas Dev dengan sorot mata yang begitu tajam.


" siapa kau jangan pernah ikut campur dengan urusan ku.dia tunangan ku jdi aku berhak atas dirinya,jdi menjauh lah dari kami" Sam berusaha bangun dan menyapu darah segar yang mengalir dari sudut bibirnya


"bajing*n seperti mu tak pantas untuk nya jadi pergi dari hadapan ku sebelum ku patahkan semua tulang di tubuh mu itu.dan jangan pernah menunjukkan wajah mu di hadapannya nya sampai kapanpun dan ingat dia pacar ku.sekali kau tunjukkan wajah mu akan ku bunuh" ancam Dev dengan penuh penekanan. Sam pun pergi menjauh meninggalkan mereka berdua dengan sangat kesal.


Dev membuka jasnya dan memakaikannya di tubuh ALin untuk menutupi dress nya yang sobek.


ALin menangis dan tubuhnya gemetar ketakutan.


Dev memeluk erat Beberapa saat untuk menenangkan gadis itu lalu ia menuntunnya menuju mobil. Dan segera membawanya pulang.

__ADS_1


Dev hanya diam saat di perjalanan pulang,ia memberi waktu untuk ALin agar merasa sedikit tenang.


Ia tak pernah mengira kejadian seperti itu akan di alami wanitanya tesebut.ia berpikir itu pasti membuat sang kekasih sangat shock.


__ADS_2