
Sudah satu pekan ALin tak masuk kantor karena ngidam parah.hari ini ia memaksa Dev agar ia di izinkan ke kantor karna ia merasa bosan di rumah.
Sesampai di kantor teman-teman satu timnya bertanya kenapa ia tidak masuk ALin hanya bisa berbohong dengan berkata bahwa dirinya sakit.tak mungkin ALin mengatakan yang sebenarnya pada teman-temannya.
Meski merasa khawatir tapi Dev terpaksa harus mengizinkan ALin kekantor.saat di kantor pun pikirannya tak bisa tenang kepikiran ALin,kondisi tubuhnya belum benar-benar pulih.
Disaat pikirannya sedang berkecamuk dengan semua masalah yang di hadapinya Ray membawa masuk seseorang ke ruangan Dev.
"ada tamu untuk bapak"ucap Ray.
Dev terkejut melihat Imel ada di ruangannya.ia pun mempersilahkan Imel duduk dan ingin tahu tujuan kedatangan Imel ke kantornya.
"ada apa kamu kesini?"tanya Dev menatap tajam ke arah Imel.
"maaf Dev aku datang ke kantormu tanpa memberi tahu,tapi aku to the point saja dan langsung saja kita ke intinya.aku tahu kamu tidak setuju dengan perjodohan ini.akku tidak tahu apa alasan kamu menolaknya tapi kamu juga harus tahu aku juga tidak ingin perjodohan ini di lanjutkan karna aku punya hubungan dengan orang lain jadi kita berdua harus sepakat untuk bicara pada orang tua kita masing-masing dan meyakinkan mereka agar perjodohan ini di hentikan" tutur Imel ramah menjelaskan tujuannya pada Dev.
Dev sedikit terkejut mendengar penjelasan Imel tapi ia tidak memungkiri hatinya terasa lega setelah tahu bahwa bukan hanya dirinya yang tidak menerima perjodohan itu.
Sekarang ia hanya ingin berusaha meyakinkan ayahnya agar tidak memaksanya.
" kenapa kamu menolak perjodohan ini?"tanya Dev
" seperti yang aku katakan tadi Dev aku punya hubungan dengan orang lain yang di tentang keluarga ku,aku tahu akan sangat sulit untuk mengubah keputusan keluarga ku tapi sedikit lega karna kau juga tidak inginkan ini Dev.aku punya alasan kuat untuk membujuk keluarga ku jadi kau juga yakinkan keluarga mu agar tidak menyakiti gadis yang kau cintai Dev " sambung Imel
"terimakasih sudah memberitahu ku Imel" balas Dev.
"kalau begitu aku pamit,maaf sudah menyita waktumu Dev" jawab imel tersenyum sembari pamit pulang
Dev di kejutkan lagi saat Dev membuka pintu untuk mengantar kepulangan imel.matanya membulat melihat ALin berdiri di depan pintu entah sejak kapan.
__ADS_1
Dev melihat air mata menggenang di pelupuk matanya.
Imel menatap ALin seakan mengerti situasinya ia pun langsung meninggalkan ruangan itu.
ALin mendengar semua apa yang di bicarakan Dev dan imel.hatinya terasa sakit meski ia tahu Dev menolaknya.tapi ia tak pernah berpikir kalau Dev akan menyembunyikan hal sebesar itu darinya.saat mata mereka saling bertemu ALin berusaha untuk terlihat baik baik saja,tapi Dev tahu bahwa gadis itu berpikir berbeda tentangnya.
ALin pun berbalik kembali ke meja kerjanya tadinya ia hanya ingin mengajak makan siang bersama karna ia tak melihat Dev di kantin atau pun Ray membawakan makanan untuknya.dan ia tak tahu sama sekali kalau Dev sedang ada tamu.tapi niatnya terhenti ketika mendengarkan pembicaraan Dev dari balik pintu yg tidak tertutup rapat .
Dev mengejar ALin ia ingin menjelaskan semuanya tpi jam istirahat telah berakhir.para staf satu persatu kembali ke meja masing masing, akhirnya Dev mengurungkan niatnya untuk bicara dengan ALin dan ia pun hanya mengelus rambut ALin sejenak dan kemudian berbalik menuju ruangannya.
********
Sementara di kediaman Wilson,Wilson sudah mengetahui hubungan Dev dan ALin lewat orang kepercayaan Anya beserta seluruh latar belakang ALin.hingga mereka tinggal di satu apartemen Wilson pun tahu.namun hal itu tidak mengubah keputusannya.
Berbeda dengan Sarah saat ia mengetahui hubungan Dev dengan ALin,ia merasa bersalah,ia merasa kasihan jika sampai Dev harus di pisahkan darinya.baginya status dan latarbelakang ALin bukan lah masalah baginya.karna ia sendiri bukan berasal dari keluarga yang begitu hebat.ia hanya putri seorang pegawai biasa jadi baginya itu bukalah masalah,tapi bagi suaminya itu adalah sebuah standar untuk keluarga mereka.
Malam itu kebetulan ALin sedang sendiri di apartemennya karna Dev ada rapat di kantor dan akan terlambat pulang.
Ting....tong....
ALin berjalan menuju pintu saat ia mendengar bunyi bel dari luar.ia membuka pintu dan sedikit bingung karna ia tidak mengenali tamunya dengan ragu ragu ia mempersilahkan Sarah dan Tania masuk.
ALin membawa kan mereka minuman dan duduk.sebelum ALin bertanya Sarah langsung menyapa dan mengenalkan dirinya.
" saya maminya Devan dan ini Tania kakak sulung Devan,Tante tahu kamu pasti bingung melihat kami,maaf karna anak Tante tidak mengenalkan kamu."ucap Sarah ramah matanya tak lepas memandangi wajah gadis itu lekat demikian juga dengan Tania.
__ADS_1
" kamu sangat cantik,tapi rasanya wajah mu tak asing untukku " ungkap Tania yang merasa kagum dengan wajah kekasih adiknya itu.
" makasih mbak" jawab ALin singkat
" maaf karena putra ku membawa mu masuk dalam hal serumit ini,mungkin kamu sudah dengar tentang perjodohan Dev,tapi aku tau Dev sangat mencintai mu dia tak pernah menerimanya tapi papinya bukan lah orang yang bisa di ajak tawar menawar.tapii Tante mohon apapun yang terjadi jangan meninggalkannya kalian harus berjuang demi cinta kalian berdua.tante minta maaf tak bisa berbuat banyak untuk kalian berdua" ucap Sarah lirih dengan airmata di wajahnya tangannya menggenggam erat jemari lentik gadis di hadapannya.
Sarah merasa buruk ketika dia tak bisa berbuat banyak untuk anak anaknya.ia merasa selalu merasa bersalah atas kegagalan kedua anaknya tapi ia tak bisa berbuat banyak karena suaminya bukan tipe orang yang mudah di pengaruhi.
Tania memeluknya untuk menguatkan hati maminya itu.
ALin hanya terdiam,dia tidak tahu apa yang harus ia katakan, karena hatinya pun saat ini penuh dengan tanya yang ia sendiri tak bisa jawab.
ketika Sarah dan Tania akan bersiap untuk berpamitan tiba tiba Dev pulang.
Sarah pun duduk kembali untuk bicara dengan Dev.
"mi....tolong bantu Dev untuk bicara sama papi jelaskan padanya mi." pinta Dev pada maminya.
"Dev kamu tahu papi bukan tapi mami akan coba bicara dengannya.tapi mami benar benar kecewa sama kamu,kenapa kalian harus tinggal bersama Dev?kamu tahu ini salah kan?
Tapi ya sudah lah,kamu harus tahu kalau papi kamu sudah tahu hubungan kalian." Sarah terlihat kecewa pada putra bungsunya itu.
Setelah kepulangan ibu dan kakaknya ia pun duduk di samping Alin.
Ia berniat untuk mengajak ALin bicara tapi ALin merasa kesal dan iapun bangkit berdiri dan meninggalkan Dev.
ALin masuk kekamar dan menutupi tubuhnya dengan selimut hingga kepalanya.
__ADS_1
Dev hanya terdiam dan menjambak rambutnya.ia merasa frustasi dengan masalah yang dihadapi nya saat ini.ia tak berani memaksa ALin untuk bicara,ia takut itu akan mempengaruhi kondisi tubuh dan mental nya mengingat keadaannya yang tengah hamil.jadi ia pun memutuskan untuk menunggunya hingga ia mau di ajak bicara.