Cinta Di Jalan Yang Salah

Cinta Di Jalan Yang Salah
bab.33


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Ray memasuki pekarangan rumah mewah kediaman keluarga Wilson.


Dev turun sementara Ray langsung berpamitan untuk pulang.


ketika Dev melewati ruang tamu ia melihat mami dan papinya disana.


Dev berlalu melewati mereka tanpa menyapa atau pun melirik.


Begitulah sikap Dev pada orangtuanya setelah kepergian ALin.


Wilson tampak tertunduk dan tak bisa berbuat apapun.ia hanya dapat menyesali semua yang telah terjadi.


Sementara Sarah begitu merindukan Dev putranya yang dulu sering memeluk dan berbincang padanya.rasanya sudah sangat lama Dev tak pernah melakukannya.


Dev masuk ke kamarnya,ia duduk di atas ranjangnya dengan tatapan kosong.rindu dan rasa sesal yang ia pendam sering kali ia luapkan dengan minuman keras.


Ia membuka sebuah botol minuman,ia duduk di bawah ranjangnya dengan minuman di tangannya.demikian lah Dev melewati hari harinya agar bisa tertidur dan melupakan rasa rindunya untuk sesaat.


Dev membuka matanya,ia mendapati dirinya tertidur semalaman di bawah ranjangnya setelah ia mabuk dan masih dengan pakaian yang dikenakannya kemarin.


ia turun menuju dapur karena ia merasa lapar dan duduk di meja makan


Menunggu makanan di hidangkan.


Bak raga tanpa nyawa Dev hanya diam saja walaupun kedua orangtuanya disana.


Sarah semakin merasa khawatir melihat keadaan Dev yang tampak berantakan.ia tak tahu harus berbuat apa pada putranya itu.bahkan untuk bertatapan secara langsung pun Dev seolah menghindari apalagi untuk di ajak bicara rasanya sangat sulit.


Hal itu membuat perasaan sesal Wilson semakin besar.ia tak pernah membayangkan dampak pada putra bungsunya itu akan sebesar itu.


********


Di sebuah cafe tak berada jauh dari kantor dev,Gita bersama ibunya Hesti sedang menunggu ke kedatangan Dev karna mereka sudah janji akan bertemu disana.


cukup lama mereka menunggu akhirnya sang tuan muda pun muncul bersama asistennya yang slalu mendampingi nya kemana pun ia pernah.

__ADS_1


Lama tak bertemu membuat Gita sedikit heran dengan penampilan Dev terlihat tak seperti dulu yang slalu rapi,cool,dan macho kini ia tampak sedikit tak terurus dan rambutnya yang agak panjang membuatnya terlihat bak duda anak 2.gita tak pernah tahu soal kepergian ALin yang dia tahu hanya soal batalnya perjodohan Dev.


" hai tante.."sapa Dev ramah pada Hesti ibu Gita


"hai Dev.....apa kabar? Tante ikut prihatin dengan kegagalan pertunangan kamu ya maaf Tante saat itu gak tau karna kita lgi di Kalimantan waktu itu"


"ah gak apa apa tante semua sudah berlalu juga"


"oh ya Dev ada apa kamu ajak aku ketemu sama mama segala,padahal kami sedang sibuk menyiapkan acara buat ulang tahun adik aku" ucap Gita penasaran


Dev menyodorkan selembar foto pada Gita



"coba lihat foto itu.aku temukan kemari mungkin ini bisa jadi sebuah petunjuk buat kamu untuk tahu soal adik kamu"



Hesti dan Gita begitu kaget saat melihat foto keluarga itu.


"ini benar papa ma dan ini indah waktu bayi,Dev kamu temukan foto ini dimana? "tanya Gita.


" aku temukan di apartemen ku di balik foto ALin,dan aku juga sudah selidiki bahwa ALin benar putri pak Mahendra" Dev menjelaskan semua yang ia tahu tentang ALin.


"jadi dia adikku Dev? Bagaimana mungkin, selama ini aku dekat dengannya tapi aku tidak tahu apapun bahkan aku telah melakukan hal yang buruk padanya" Gita menangis tersedu-sedu saat ia kembali mengingat bahwa ia yang memberikan adiknya itu pada Dev.


Gita merasa dirinya sangat buruk.


" ALin yang kamu sering cerita kan sayang? sekarang dimana dia Dev?" tanya Hesti menatap Gita dan Dev bergantian.


"maaf kan aku Tante aku telah kehilangan dia dan sampai saat ini aku gak tau dia ada dimana. Aku mohon Gita bantu aku tuk temukan dia.


ALin pergi saat hari pertunangan ku dan ia pergi dalam keadaan hamil.kita harus temukan dia" Dev tertunduk sedih dan kecewa pada dirinya sendiri


" apa maksud mu Dev aku pikir kalian telah berpisah sehingga kau bisa putuskan untuk bertunangan dengan gadis lain.bagai mana mungkin bisa jadi seperti ini" Gita semakin merasa buruk hatinya sakit bagai tertusuk duri.bagai tersambar petir disiang bolong mendengar adiknya pergi dalam keadaan hamil tanpa membawa apapun.selama ini ia tak begitu tahu tentang hubungan ALin dan Dev karena ia di sibukkan dengan bisnis dan keluarga nya.

__ADS_1


demikian pula dengan Hesti ia tak bisa bayangkan bagai mana hidup putrinya yang masih begitu muda menjadi ibu tunggal di luar sana.


"besok adalah ulang tahun ALin , seperti biasa setiap tahun kami merayakannya di panti asuhan kamu mau ikut Dev? Sekali Gus kita minta doa mereka agar kita segera bertemu dengannya" pinta Gita dan di setujui oleh Dev.


Sejak keluarga mereka terpisah Gita dan keluarganya selalu mencari keberadaan adiknya itu meski tak pernah berhasil,dan selalu merayakan ulang tahunnya di panti asuhan yang berbeda beda.


**********


Dev masih betah duduk sendiri di ruang kerjanya maski hari sudah menjelang malam ia tak berniat untuk pulang.


ia menatap lurus keluar menyaksikan sibuknya ibukotanya terlihat dari padatnya Kerlip lampu lampu kendaraan yang memenuhi jalanan malam.


Begitu ramai tapi tidak dengan hatinya yang begitu sangat sepi.


Hari hari yang ia lalu sunggu begitu menyiksa hatinya.ia berusaha untuk menghibur dirinya dengan menghabiskan waktu untuk bekerja tapi tetap saja tak bisa mengisi kekosongan hatinya.


tok....


Tok...


Tok.....


Ray masuk ke ruangan Dev tanpa menunggu di beri izin.


Ia sudah menunggu Dev dari tadi untuk pulang tapi tak kunjung datang maka ia putuskan untuk mendatangi ruangannya.


" Dev apa kita belum mau pulang? Ini sudah malam"


" kau mau minum Ray?" Dev balik bertanya


" kenapa harus minum,pulang lah besok kita ada pertemuan pagi,kau harus istirahat Dev" Ray barusaha mengingatkan


" Ray besok ulang tahun ALin yang 24 tahun, aku tidak bisa bayangkan bagaimana ia hidup di luar sana dengan bayiku.ia masih begitu muda dan harus menjadi ibu tunggal karena kebodohan ku Ray" ucap Dev dengan airmata yang menggenang di pelupuk matanya


" Dev aku tahu kau sangat merindukannya dan merasa bersalah tapi kau juga harus tetep bertahan demi dirinya.kita akan tetap mencari nya maka kuatlah dev.jangan pernah putus asa dan merusak tubuh mu seperti sekarang.kau terlalu sering mabuk Dev"Ray mengingatkan dan menyemangati sahabat sekaligus atasannya itu.

__ADS_1


sebagai sahabat yang tumbuh bersama Ray pun tak tega melihat Dev seperti sekarang.ia tahu betapa tersiksanya Dev.


__ADS_2