
Seperti hari kerja biasanya ALin menuju ruang kerjanya. setelah memasuki ruang kerjanya ia heran melihat teman-teman nya yang sedang berkerumun di sekitar mejanya entah apa yang terjadi di sana ia tidak tahu.
" pagi guys...." ALin menyapa teman teman nya dan memecah kerumunan itu.
semua mata yang ada di ruangan itu berbalik tertuju padanya.
" ciiieeee ....yang dapat buket pagi hari dari siapa tuhhhh?" salah seorang temannya menggoda ALin.
ALin yang tidak mengerti pun merasa bingung.
" buket bunga?"
ALin berjalan menuju mejanya dan benar saja sebuah buket bunga mawar merah yang sangat cantik terletak di atas meja kerjanya.
ia bingung melihat bunga itu,sangat indah dan terdapat sebuah kertas kecil berwarna merah muda diatasnya
ALin menarik kertas itu dan membukanya ingin segera tahu siapa yang mengirimkan bunga itu ke mejanya
Namun saat di buka ia tak menemukan nama pengirimnya, hanya sebuah kalimat,
" bunga indah untuk seorang yang spesial"
ALin pun menggeleng kepala tak ingin pusing memikirkan itu karna memang tak menemukan nama pengirimnya.
ia segera duduk untuk memulai pekerjaannya.
Nia yang di sampingnya mendekati meja ALin.
" dari siapa Lin?" masih penasaran
"entahlah tidak ada namanya" ALin menjawab tanpa menoleh pada Nia
" sepertinya kamu punya pengagum rahasia nih" Nia menebak
__ADS_1
" siapa??"
" seperti si bos mungkin"
ALin yang mendengar ucapan sahabat itu pun kaget dan seketika menoleh padanya.
"hussshh jangan bikin gosip lagi ahh..."
ALin mengingatkan Nia,ia takut kalau nantinya itu akan menjadi gosip panas lagi diantara teman-teman nya.
Ia merasa tidak enak hati karena kejadian makan siang bersama atasannya beberapa hari lalu saja sudah menjadi gosip yang memusingkan kepalanya.
Beruntungnya hanya beredar diantara teman satu timnya saja tak sampai ke lantai lainnya.tapi meski hanya diantara teman satu timnya berbagai pertanyaan dari rekannya itu berhasil membuatnya pusing karna ia tak bisa menjawab dengan blak blakan soal perkenalannya dengan sang pimpinan mereka itu.
Di tengah sibuknya ALin dengan pekerjaannya handphonenya bergetar membuatnya melirik kearah benda hitam itu.
Ia meraih benda itu dan melihat sebuah pesan masuk dari seseorang yang namanya tertera dilayar handphonenya dengan tulisan kak Devan.
" bagaimana kamu suka bunganya?"
melihat isi dari pesan itu akhirnya ALin pun tahu ,
ia Manarik nafas panjang dan menghembuskan nafas nya dengan perlahan.
Di ruang yang berbeda Devan menatap layar ponselnya seperti sedang menunggu sebuah balasan dari pesan singkatnya.
lama di tunggu namun tak mendapat kan balasan
"apa dia tidak suka?"
"atau dia marah?"
Devan menebak nebak sendiri sambil melirik arah kanan dan kiri seperti orang yang kebingungan.
"kamu kenapa?" tanya Rayhan yang merasa aneh dengan sikap bosnya itu dari tadi.
" udah kayak orang linglung saja" tambahnya sambil meletakkan makanan yang dia bawa untuk Devan karena sudah masuk jam makan siang dan hari ini mereka tidak berencana untuk ke kantin.
"apa ALin tidak suka ya bunga yang aku kasih?" akhirnya bertanya pada Reyhan setalah diam beberapa menit.
__ADS_1
"mungkin" jawab Reyhan sekenanya
" tapi kenapa?"
"kamu benar-benar tidak tahu kalau apa yang kamu lakukan itu hanya akan menimbulkan masalah untuknya Dev " Ray mencoba menjelaskan
" maksud kamu?"Dev masih belum paham
" kamu pikir saja bro,kamu itu bos dan dia hanya pegawai biasa apa menurut mu itu tdak akan menimbulkan gosip miring diantara para pegawai lain? meski sebenarnya kamu suka padanya tapi mereka kan tidak tahu " Ray memberi pengertian pada bos nya itu.
" terus gua harus gimana?"
" temui dia di tempat lain atau ke apartemen nya mungkin dan bicarakan lah dengan nya " Ray memberi saran pada Dev.
Sejak beberapa tahun terakhir Dev memang seperti menjauh dari wanita semenjak kejadian antara dia dan ALin tapi apa mungkin itu membuat Dev jadi terlihat bodoh soal wanita? Rey bergumam dalam batinnya sambil menggelengkan kepalanya.
\*\*\*\*\*
Diapartemen ALin bersiap untuk tidur karna besok ia masih harus bekerja kembali.
tok...tok....tok.....
tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.ia pun berjalan menuju pintu untuk melihat siapa tamunya itu
" kak dev,? silahkan masuk" ALin mengajak masuk.
" kak dev malam malam kesini ada apa?" ALin ingin tau alasannya meskipun dia yakin itu pasti ada hubungannya soal bunga tadi pagi
" maaf soal kejadian tadi pagi" dengan ragu Dev meminta maaf karna seumur hidupnya dia belum pernah mengucapkan kata itu.terkesan egois dan sombong memang tapi itulah seorang Devan yang akhirnya menerima masukan dari Reyhan.
" lupakan saja bukan masalah yang besar tapi kalau boleh aku minta sama kak Devan jangan memperlakukan ku seperti itu di area kantor karena itu akan menjadi bahan pembicaraan dikantor" ALin menjelaskan pada Dev berharap pria itu akan mengerti maksudnya.
__ADS_1
" ok baiklah itu pasti tak akan terulang" akhirnya Dev Marasa lega mandengar jawaban yang keluar dari mulut gadis di hadapannya senyum tipis terlihat di bibir Dev ia senang karna ALin tak marah sama sekali padanya.