
Setelah pertemuan paginya berakhir
Dev keluar ruangan meeting.
Ia membatalkan semua jadwalnya siang hari dan menyerahkan semua pekerjaannya hari ini pada Ray dan sekretarisnya.
Ia keluar dari kantor karna ia berjanji pada Gita dan keluarganya untuk ikut merayakan ulang tahun ALin di sebuah panti asuhan yang berada di pinggir ibu kota.
Dev melajukan mobilnya membelah jalanan kota yang tampak sepi.butuh waktu yang cukup lama untuk sampai disana.karena jarak kantor Dev dan panti asuhan yang di tuju ya cukup jauh.ia mengendarai mobilnya sendiri dengan kecepatan sedang sambil sesekali ia mengamati pinggiran jalan yang ia lalui berharap ia akan menemukan sosok yang sangat di rindukannya.
*******
sementara di sebuah panti asuhan sebuah acara sederhana dan doa bersama di lakukan oleh keluarga gita.semua anak anak di sana tampak begitu antusias dan begitu riang.
Mereka semua mendoakan agar keluarga mereka segera bersama.
Tampak keluarga Gita begitu terharu saat melihat anak anak disana yang mendoakan mereka dengan sangat tulus.
Acara pun berakhir Gita bersiap akan pulang begitu pun dengan Dev.
Mereka semua berpamitan pada pengurus panti.
Tiba tiba seorang wanita paruh baya menghampiri mereka dengan airmata di wajahnya.rambutnya tampak telah memutih dan kerutan kerutan halus di wajahnya.
"nyonya Hesti" sapanya sambil meraih tangan Hesti.
Melihat wajah itu Hesti dan Gita sontak kaget.matanya membulat seakan tak percaya dengan pemandangan yang mereka lihat.
"mbok Darmi?" Hesti memeluk wanita tua itu
__ADS_1
Dev pun tak kalah terkejut mendengar nama itu.selama ini ia pun mencari wanita itu.tak disangka akan bertemu di saat ALin sedang tak disisinya.
" kenapa mbok ada disini apa yang terjadi? Dimana mas Hendra dan indah mbok?" tanya Hesti bertubi-tubi membuat wanita tua itu tiba tiba menangis.
Dev membawa wanita itu duduk di sebuah kursi taman dan menenangkannya dan memintanya untuk menceritakan apa yang terjadi.
" maaf nyonya tuan Hendra sudah meninggal, dan non ALin sampai saat ini simbok belum bertemu dengannya."
"mbok apa mas Hendra tak pernah mengingat kami?" tanya Hesti dengan berurai airmata mendengar mantan suaminya itu telah meninggal
" tak sedetik pun tuan melupakan nyonya dan non Anggi,tapi semua telah berubah setelah ia tahu bahwa nyonya telah menikah ,saat kami datang untuk menjemput nyonya dan non Anggi saat itu adalah hari pernikahan nyonya dilangsungkan." ujar mbok Darmi berurai airmata.
FLASHBACK
Mahendra dan Hesti terpaksa bercerai karna orangtuanya Hesti yang tak pernah suka dengan Mahendra yang berasal dari keluarga tak mampu,ia hanyalah seorang anak yatim piatu.
setelah perceraian itu Hendra memutuskan untuk meninggalkan kota Kalimantan dan berpindah ke Jakarta dengan membawa indah putrinya yang asih berusia kurang dari satu tahun bersama mbok Darmi.
Di Jakarta ia memulai bisnisnya hingga sukses.beberapa tahun Hendra kembali ke Kalimantan untuk menjemput istri dan putri sulungnya.
sesampai nya di kota itu betapa terkejutnya dia melihat istrinya duduk bersanding di pelaminan dengan laki laki lain.
Bagai luka di siram cuka demikian lah perasaan Hendra.saat itu juga ia putuskan untuk kembali ke Jakarta bersama putrinya indah dan mbok Darmi pengasuhnya itu.
Dan alasan mengganti nama putri menjadi ALin agar ia bisa melupakan mantan istrinya.
********
Gita menangis, perasaan nya tak karuan,ayah yang selama ini ia rindukan telah tiada dan adik yang selama ini ia cari ternyata dekat dengannya tapi ia tidak mengenalinya dan untuk kedua kalinya ia harus kehilangan adiknya kembali.ia berpisah dengan adiknya saat usianya 8 tahun.
__ADS_1
" tuan Hendra tak pernah selingkuh nyonya itu hanya fitnah tuan besar untuk memisahkan nyonya dan tuan Hendra"ucap mbok Darmi menceritakan semua yang ia tahu.
" lalu indah mbok" Gita penasaran
" non indah berganti nama menjadi ALin ketika usia 3 tahun non.dan maafkan simbok non karena belum bertemu dengannya semenjak dia pergi ke Australia dan nomornya tidak bisa simbok hubungi" ucapnya.
Dev akhirnya mengerti rumitnya kisah keluarga yang di alami.
kini keluarganya di temukan saat ALin tak disisinya.
Dev berjanji dalam hatinya ia akan membawa pulang ALin bagai mana pun caranya bahkan jika harus membutuhkan waktu yang lama ia akan tetap mencari nya
demikian pula dengan Gita merasa sangat kecewa.ia mengetahui sebuah kebenaran tentang ayah dan adiknya namun saat sang adik tak berada di dekatnya.ia menatap Dev lekat.
"bagai mana pun caranya Dev kita harus bawa dia pulang"pinta Gita
" aku tahu aku akan berusaha mencarinya bahkan keluar negeri sekalipun jika perlu" ucap dev.
" aku bukan kakak yang baik Dev, bagaimana mungkin seorang kakak bisa menyerahkan adiknya pada om om dan laki-laki buaya seperti mu Dev, bagaimana aku bertemu dengannya nanti?" ucap Gita spontan membuat Dev melotot
"maksudmu aku om om? Aku buaya?
Enak saja kita seumuran Gita dan aku bukan buaya aku sangat mencintai ALin hanya dia seorang walaupun dulu aku pernah berganti ganti pasangan dan bermain main dengan banyak wanita tapi itu dulu sebelum aku kenal adikmu.jadi jangan membuat cap yang buruk padaku."tegas Dev dengan tatapan tajamnya
*******
di ruangannya Dev meminta Ray untuk di ruangannya.deveminta Ray untuk kembali melakukan pencarian dengan menyebar orang orang kepercayaan mereka di berbagai daerah.
mereka menyebar foto ALin untuk memperluas jaringan pencarian bahkan kini Dev melibatkan polisi untuk pencarian itu.
__ADS_1