
ALin berdiri sejenak menatap gedung 12 lantai di hadapan nya.ia bersyukur bahwa selama ini dirinya masih di kelilingi orang orang baik setelah kepergian ayahny.masih ada orang yang membantunya dirinya,sekecil apa pun itu ALin sangat bersyukur...
ALin menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya perlahan seakan membuang kegugupannya.
ini adalah hari pertama untuk dirinya mulai bergabung di perusahaan besar itu atas saran dari tetangga apartemen nya itu....
"kamu pasti bisa ALin....ya harus bisa...semangat ALin " gumamnya lirih menyemangati dirinya sendiri.lalu ia berjalan memasuki lobi dari gedung itu menuju lift karna ia di tempatkan di lantai 12...
lalu ia pun menemui Eva disana..
" mbak"
" eh kamu udah nyampe? maaf tadi ga bisa bareng alny tdi harus nganter Dani ke sekolah, susternya izin hari ini" Eva menerangkan panjang lebar
" iya mbak gak apa-apa?"
"ya udah yuk aku kenalin ke rekan kerja kita"ajak Eva
Mereka berjalan bersama menuju ke ruang kerja ALin Tampa mereka sadari sepasang mata sedang memperhatikan dari sudut bangunan itu saat mereka berjalan dengan senyum lebar di bibir nya siapa lagi kalau bukan Devan...
*****
" hai teman teman minta waktunya sebentar kenalin ini alinda Mahendra rekan baru kita, kuharap dengan lengkapnya personil kita bisa meningkatkan kualitas kinerja kita,dan semakin solid" Eva memperkenalkan ALin sebagai ketua tim marketing itu dibarengi dengan senyum ramah dan lambaian tangan ALin
dan tentu disambut baik oleh rekan rekan barunya itu...
bak sebuah kelebihan bagi ALin karna memang dirinya mudah di terima orang baru.mungkin karna paras cantik ,ramah dan lembut yang dimiliki gadis itu hingga mudah baginya untuk bergaul dan beradaptasi...
selama ini dirinyalah yang membuat batasan untuk dirinya sendiri hingga ia menjadi orang yg suka menutup diri dari pergaulan luar...
ALin pun berjalan menuju meja kerjanya setelah di tinggal Eva kembali ke ruangannya sendiri...
"hai aku Nia"sapa seorang wanita dewasa disamping nya sambil menyeret roda kursinya agar bisa mendekat dengan meja ALin.
" hai mbak nia minta bimbingannya mbak" balas ALin ramah
"jangan panggil mbak ahhh panggil Nia aja"pinta gadis itu
" tpi mbak kan senior saya"
" ALin di sini tuh gak ada senior dan Junior kita sama disini"
ALin pun tersenyum mendengar tutur kata gadis disebelahnya.sungguh rekan kerja yang benar-benar welcome pada dirinya....
****
diruang berbeda Devan bersiap turun ke lantai 1 untuk makan siang.ia teringat akan gadis cantik yg tdi pagi yang sempat ia perhatikan..
__ADS_1
"Rey setelah makan siang minta CV anak baru itu sama Eva"
" ya pak" sahut rehan sambil membuntuti bos sekaligus sahabatnya itu..
saat berjalan memasuki kantin sepasang mata terbelalak saat melihat Devan yang sedang mengambil makanan di ikuti asisten dan sekretarisnya itu.
bagaimana tidak ALin tidak pernah menyangka kalau ia akan bertemu kembali dengan laki-laki itu.
seketika selera makannya menghilang saat Nia di sebelahnya menyenggol dirinya sambil berbisik di telinganya,
"emang pesona si bos luar biasa ya, siapa aja yg liat pasti meleleh uhhhhh gantengnyaaaaaa"
sepertinya Nia menyadari kalau ALin dari tadi memperhatikan bos mereka yang sangat didambakan para karyawan wanita itu...
namun ucapan Nia barusan lebih membuat ALin terkejut karna ada kata si bos di sana...
" wait...wait....Nia tadi kamu bilang apa? si bos?"
" iya si bos,pak Devan emang bos kita kan? jangan bilang kamu gak tau Lin "
tebak Nia saat melihat wajah kaget ALin
" haahhh mampus gua" ALin menutup matanya sambil menundukkan kepalanya...
"kog mampus kenapa?"Nia bingung
saat setelah usai makan ALin bergegas masuk menemui Eva di ruangannya.
" mbak boleh masuk?"
" ALin,masuk aja ada apa ?"
" mbak kenapa ga bilang kalau bos kita itu......"ucapnya menggantung
"Devan maksud kamu? kayaknya kamu punya hubungan ya sama dia??"tebak Eva dengan nada menggoda ALin
"apaan sih mbak Eva gak kog?"
" aku tau saat pertemuan kalian di apartemenku waktu itu?"
"aduh mbak please deh jangan bikin gosip"
"mbak tau kog sepertinya kamu itu spesial di mata bos kita itu"
"maksud mbak itu apa siiihhhhh??"
"dimana kamu ketemu dia dlu? ayolahh jujur aja sama mbak Lin..." Eva semakin menyelidik
__ADS_1
"tpi mbak jangan bilang siapa siapa,iya aku kenal dia waktu di Australia.."
"waaaahhh udah lama dong kalau gitu....kalian pacaran?"Eva antusias
"ihhh apa sihh gak gitu mbak"ALin membekap mulut Eva takut didengar orang
"ahhhh iya juga gak apa-apa pantes Devan itu antusias banget saat gua bilang Lo mau kerja disini"
"apaaa??"
"udah pernah tidur sama dia yaaaaaa..."goda Eva
deeeggg...
jantung ALin seketika berhenti berdetak saat mendengar ucapan Eva wajahnya memerah
"mbak Eva ngaco ihh"
"gak usah dijawab gua udah tau,,karna gua udah kenal Dev itu sejak kecil"
"emank buaya itu tau aja mna yang bening" Eva mengedipkan sebelah matanya membuat ALin makin salah tingkah...
***
" pak CV yang bapak minta"
Rey menyerahkan sebuah amplop coklat pada Devan
"makasih Rey"
Devan membuka amplop yang berisi CV seorang karyawan baru di perusahaan yang di pimpin nya itu.
gadis yang mampu membuatnya menunggu selama beberapa tahun terakhir..
ia berhenti membacanya seperti memikirkan sesuatu saat melihat nama ayah gadis itu...
menatap ke arah Rey
Rey yg sudah mengerti tatapan bos yg telah di dampingi nya selama 5 tahun itu mendekati
"Rey kamu ingat pak Mahendra?"
"ya pak"
"apa dia punya anak?"
"akan saya cari tau pak"
__ADS_1
ya dlu Mahendra adalah salah satu rekan bisnis Devan sebelum ia dikabarkan meninggal karna serangan jantung....