
Ruangan Dev hari ini tampak kosong karna dia sedang meeting di luar kantor.tampak seorang wanita berparas cantik dengan tinggi semampai berjalan dengan anggun menuju ruangan Dev.
Semua staf di sana menyapa dengan ramah dan hormat.
Ia duduk di sofa sambil sesekali mengamati ruangan itu.
tak lama setelah kedatangan nya Dev pun datang dan bergegas menuju ruangan dimana seseorang telah menunggunya.
Braaaakkk......
Dengan terkejut wanita itu melihat ke arah pintu yang di buka sangat keras oleh Dev.
"bisa gak sih kalau buka pintu pelan saja?"
" ini ruangan ku jadi terserah aku donk" jawab Dev sambil memeluk wanita itu
" kakak sudah lama menunggu?? Kog gak bilang-bilang kalau mau pulang?" tanya nya lagi.
"emangnya kalau aku bilang kamu mau jemput? Gak juga kan?" Tania sang kakak balik bertanya
" mami sma papi juga udah sampai kemaren di rumah sepertinya nanti malam kamu harus pulang ke rumah, soalnya tdi ku dengar papa juga telpon Rafa dan seperti nya dia juga akan pulang dari Surabaya" jelas Tania.
Dev hanya diam dan tidak menjawab ucapan sang kakak dia hanya menanyakan kabar Tania dan orang tuanya serta sibuk mengalihkan pembicaraan.
Setelah mengobrol cukup lama akhirnya Tania memutuskan untuk pulang.
"jangan lupa untuk pulang dan makan malam dirumah" ucap Tania mengingatkan sambil berlalu pergi.
__ADS_1
saat jam kerja usai Dev menghampiri ALin dan akan mengantarnya pulang
" hmmm sayang hari ini kamu sendirian dulu di apartemen yah,soalnya aku harus pulang ke rumah orang tuaku dan makan malam disana kamu gak apa apa kan?" tanya Dev sedikit ragu saat mereka dalam mobilnya.
" oh orang tuamu sudah pulang? Gak apa apa kok sayang aku bisa sendiri harusnya tadi juga kamu gak usah anterin aku kan aku bisa naik taksi atau bus" ucap ALin sembari tersenyum pada Dev
"aku lebih tenang kalau udah anterin kamu.atau kamu mau ikut ke rumah papi?"
" mungkin suatu saat sayang skarang kamu pergi sendiri saja dulu." jawab ALin
*********
Dev memasuki pekarangan sebuah rumah mewah tempat dimana dulu ia di besarkan.
Ia keluar dari mobilnya dan memandang sekeliling rumah itu untuk sesaat,ia tak ingat secara pasti sudah berapa lama ia tidak pulang ke rumah itu.
Sejak semua bisnis dan usaha papinya di serahkan padanya,kedua orang tuanya memutuskan untuk lebih banyak menghabiskan tinggal di luar negeri hanya pulang sesekali saja saat mereka rindu tanah air dan anak anaknya.
"Devan kamu sudah datang??? Mami sangat merindukan kamu nak,gimana kabar kamu hah????" seorang wanita berparas cantik namun tak lagi muda usianya berlari kecil dan memeluknya.
"Dev sehat mam seperti yang mami lihat sekarang,apa kabar mami?" tanya Dev dan mencium kening wanita yang telah melahirkannya itu.
"mami dan papi kamu baik."
tak lam kemudian seorang lelaki tua dengan perawakan tinggi dan kekar dan masih terlihat tampan meski wajah nya sudah penuh kerutan,keluar dari sebuah kamar,Dev lalu berdiri dan menghampiri,ia memeluknya.
"papi sudah tua" ucap Dev sambil melepas pelukannya
__ADS_1
sang ayah hanya tertawa mendengar ucapan putra bungsunya itu
"karna itulah alasan papi membiarkan semua usaha dan bisnis papi serahkan padamu,papi ingin menikmati waktu papi yang tak banyak ini bersama mami kalian." jawabnya dengan suara tawanya yang renyah.
Saat mereka sedang asik berbincang.sesorang yang di tunggu pun akhirnya tiba yaitu Rafa kakak laki laki Dev.
Sang ayah berdiri memeluk anak dan menantunya itu serta dengan semangat menggendong cucu pertamanya yang masih batita.lelaki tua itu terlihat sangat bahagia saat berkumpul bersama anak anak dan cucunya.
**********
Mereka pun makan malam bersama.setelah lama tak pernah makan dimeja yang sama, mereka makan dengan bahagia sambil sesekali mengobrol hal hal kecil seputar usaha dan pekerjaan anak anak nya.
Setelah usai makan malam mereka semua pindah ke ruang keluarga untuk sekedar bersantai dan menikmati kebersamaan layaknya keluarga.
"kapan kamu nikah Tan?"tiba tiba Wilson bertanya pada putri sulungnya itu.
Seketika suasana menjadi hening Yanga awalnya penuh canda.
"Tania belum terpikirkan untuk menikah lagi pih ,tania masih ingin sendiri dan masing ingin berkarier" jawab Tania.
"Tania....papi dan mami ini sudah tua sampai kapan kamu akan terus berkarir dan usia mu juga sudah tak muda lagi Tan." ayah nya mengingatkan putrinya itu.
" Tania tau Pih...tapi tak mudah buat Tania untuk memulainya setelah kegagalan Tania pih"Tania mencoba menjelaskan perasaan nya pada sang ayah mengingat bahwa ia pernah gagal dalam rumah tangganya yang pertama.
" papi tahu tapi papi harap kamu bisa mulai belajar dan membuka diri nak demi masa depan mu juga" ayahnya mencoba untuk memahami putri kesayangannya itu.
"dan kamu Dev papi sudah mengatur perjodohan kamu dengan anak teman papi" ucap Wilson kembali sambil menatap kearah Devan.
__ADS_1
" perjodohan????" seketika semua mata yang ada di ruangan itu tertuju pada sang ayah.mereka semua merasa terkejut dengan keputusan sang ayah.
Dev sendiri tak pernah membayangkan bahwa ia akan sama dengan kedua kakaknya yang berakhir dengan perjodohan.dev berpikir setelah kegagalan kedua kakaknya sang ayah akan berhenti membuat perjodohan semacam itu.