
Malam itu ALin duduk di balkon kamar nya,matanya jauh menerawang masa lalu kala ia melihat pria yang merangkul Rima ibu tirinya.tanpa ia sadari air matanya membanjiri wajahnya.
perlakuan buruk yang di terima nya dari pria itu saat ia menemuinya sepulang dari Australia
" sayang... Aku kembali ke indonesia kita ketemu ya,aku mau ngobrol banyak sama kamu." dalam sambungan telponnya sehari setelah kepulangannya
*******
Sore setelah usai bekerja ia pun menuju sebuah cafe untuk menemui pria yang sudah lama yang ia rindukan tak lain Sam tunangannya.mereka berdua bertunangan saat dirinya masih di bangku SMP.
Dengan hati yang berdebar ia memasuki cafe itu dan mencari sosok yang di kenalnya.
Matanya tertuju pada satu meja namun jantungnya seakan berhenti berdetak untuk sesaat. Sekejap rasa rindu yang ia pendam berubah menjadi remuk dan hancur melihat pemandangan di hadapannya.bagai mana tidak,ia melihat dengan matanya saat Sam memeluk dan mencium ibu tirinya.
Ia berjalan menuju meja itu, sebisa mungkin ALin menahan air matanya dan menetralkan nafasnya yang terasa sesak.
"sayang.....kenapa kamu sama Tante Rima" suaranya bergetar
"ahhhh kenalin dia pacar aku dan satu lagi kita putus dan lupakan soal pertunangan kita" dengan senyum yang begitu lebar sambil melirik ke arah Rima yang tersenyum puas dengan pengakuan Sam
"kenapa Sam????kenapa???apa selama ini kalian sudah merencanakannya?" ALin masih tetap berusaha menguatkan hatinya namun air matanya sudah tidak terbendung lagi dan lolos begitu saja dari pelupuk matanya
"iya....kenapa??? Bahkan sebelum bertunangan kami sudah pacaran, dan kamu pikir saja sendiri kenapa aku tertarik tunangan dengan bocah manja seperti dirimu haaahh??? kamu pikir aku benar-benar mencintaimu mu???
ALin..... ALin......kalau bukan karena harta ayah mu tak mungkin aku dan Rima mau masuk ke kehidupan kalian...
Sekarang ayah mu sudah meninggal dan semua hartanya sudah di tangan Rima jadi untuk alasan apa aku harus bertahan dengan mu yang telah menjadi gelandangan kamu pikir aku setulus dan seikhlas itu?????tidak ALin jadi mari kita sudahi drama ini." Sam mengungkapkan semua tanpa memikirkan perasaan ALin...
Dengan hati yang hancur dan sesakit sakitnya ALin berjalan keluar dari cafe itu.perasaannya yang tulus selama ini ternyata hanya di manfaatkan oleh Sam.orang yang dia harapkan untuk menjadi pengobat rasa sakit yang dialaminya setelah kepergian sang ayah ternyata juga mengkhianatinya, bahkan lebih menjijikan lagi karna itu dilakukan dengan orang yang ia benci.
**********
Dev masuk ke kamar mereka namun ia tak melihat ALin tadinya ia berpikir kalau ALin pasti sudah tidur.
__ADS_1
"sayang....." ia memanggil ALin namun tak ada jawaban.matanya mencari sekeliling kamar dan berhenti pada pintu menuju balkon yang terbuka.
Ia berjalan ke arah pintu itu dan melihat ALin sedang duduk termenung disana dan air matanya terus saja mengalir tak henti henti.hatinya sakit mengingat semua masa lalunya
"sayang.....kamu kenapa?"Dev mendekati dan membawa ALin ke dalam pelukannya.
Namun tak ada sahutan dari bibir ALin hanya suara tangis ALin yang semakin kuat dan tubuhnya bergetar.ia menangis sesenggukan di dada Dev seakan melupakan segala rasa sakit di dadanya.
"menangis lah bila itu dapat mengurangi rasa sakit mu,tidak apa apa semua akan baik baik saja"
Dev semakin memeluknya erat dan membiarkan ALin menangis dalam dekapannya.hingga akhirnya suara tangisan itu berangsur-angsur hilang dan hanya terdengar sesenggukan.
Perlahan Dev melepas pelukannya dan melihat mata gadis itu sudah terpejam.karna kelelahan menangis.
Dengan hati hati Dev mengangkat tubuh ALin dan menidurkannya di ranjang besar miliknya.ia menatap wajah gadis itu dalam dan begitu banyak pertanyaan yang muncul di kepala nya saat ini.namun ia tak menemukan jawabannya,satu satunya yang dapat menjawabnya hanya gadis di hadapannya.
ia pun berbaring di samping Alin,tangannya membelai rambut gadis itu
"entah apa yang terjadi dimasa lalu mu hingga kau bisa menangis seperti ini sayang."ucapnya lirih lalu memeluk tubuh gadis itu dan ikut tertidur.
******
Pagi saat ALin membuka matanya ia melihat Dev sudah tak di samping nya,ia berpikir kalau Dev sedang mandi,ia pun keluar menuju dapur untuk menyiapkan sarapan namun sesampai di dapur ia terkejut,sarapan sudah siap di atas meja.ia kembali ke kamar dan melihat kamar mandi dan ternyata kosong Dev tak disana.
"sayang aku berangkat kekantor, hari ini kamu gak usah masuk dulu kepalamu pasti pusing jangan lupa sarapan dan beristirahatlah"
ternyata Dev sudah berangkat ke kantor tanpa membangunkannya
ALin duduk di tepi ranjangnya dan memijit pelipisnya yang terasa berdenyut dan matanya bengkak mungkin karna ia terlalu banyak menangis semalam.
Ia pun berjalan menuju dapur untuk sarapan.perlahan ia memakan sarapannya untuk memulihkan kembali tenaganya.
Hari ini tubuhnya terasa lemas dan tak berdaya,moodnya pun terasa buruk hari ini.
Seusai sarapan ia pun kembali ke kamar untuk istirahat..
*********
Di kantor Eva mencari sosok teman sekaligus adik baginya namun tak menemukannya dan mejanya pun kosong...
"mbak ALin gak masuk ya?tumben,dia kenapa ya mbak?"Lia sahabatnya bertanya pada atasannya itu.
__ADS_1
"gak tau juga,gak ada kabar dia" sahut Eva.
Ia pun berjalan menuju ruangan Dev dengan membawa laporan berkas untuk atasannya itu
tok......
Tok.....
Tok....
" masuk" Dev mempersilahkan tanpa menoleh
" pak laporan kemarin dan hari ini" Eva mendekati sembari menyodorkan laporannya
" ya letakkan saja Va,...oh ya tolong tangani pekerjaan ALin untuk hari ini y,,," pinta Dev.
"baik pak, tpi btw ALin kemana pak?"
" dia sakit, oh ya Va,dulu waktu kamu tetanggaan sama ALin apa dia pernah cerita tentang masa lalunya gak?" tanya Dev masih penasaran hal apa yang membuat gadisnya itu menangis sesedih itu.
"hmmmm gak pernah hanya sebatas ayah dan kuliahnya di Australia saja" jawab Eva.
"kenapa emang???apa terjadi sesuatu diantara kalian?" Eva penasaran
__ADS_1
" gak apa apa kog,cuma tanya saja,ya udah kamu boleh kembali" pinta Dev.