
"Ini terdengar tugas yang berbahaya" celetuk Jerome memecah keheningan, Aurora menghela nafasnya lalu menatap langit cerah pagi itu.
Di depan kantor media terkenal yang nampak bonafit dengan gedung pencakar langitnya, terlihat Aurora dan Jerome berdiri dibawah pohon yang rindang. Keheningan diantara Jerome dan Aurora bermula saat keduanya membaca tugas yang diberikan atasan Aurora kepadanya lewat sekertaris, perintah untuk meliput secara diam - diam kelompok mafia yang akan mengadakan transaksi narkotika di sebuah dermaga dengan dukungan dibalik layar dari oknum penegak hukum.
Jangankan untuk wartawan biasa yang juga seorang wanita, bagi badan intelejen negara saja melakukan pengintaian dan penyelidikan untuk kasus besar seperti ini sangatlah beresiko tinggi hingga mereka harus melibatkan regu keamanan yang ketat.
Sangat tidak masuk akal namun Aurora kesulitan untuk menolak, pekerjaan itu adalah ladang uang bagi Aurora. Mendapatkan liputan rahasia seperti ini merupakan sejarah baru bagi dunia jurnalistik, biasanya kasus mafia besar seperti itu selalu luput dari liputan media manapun.
Keberadaan Jerome disisinya lah yang membuat Aurora yakin jika mengambil tugas ini akan lebih mudah, perlindungan yang akan dia dapatkan akan melebihi perlindungan dari penembak jitu dan juga penjinak bom. Bagaimana tidak, Jerome yang kini berhasil memiliki kekuatan lebih sejak meminum darah suci milik Aurora pastilah membuat tubuh Jerome tidak akan mudah ditembus oleh senjata manusia.
Peluang akan keberhasilan yang tinggi membuat Aurora merasa sangat percaya diri jika melakukan tugasnya bersama Jerome, karirnya sebagai jurnalis pasti meroket tinggi karena berita eksklusif kembali dia dapatkan. Ambisi Aurora terhadap kenaikan karirnya masihlah sangat menggebu.
Namun tiba - tiba Aurora tersadar jika semua pikirannya itu tidak semudah yang dia bayangkan, keraguan mulai mengganggu pikiran Aurora. Mengingat kembali ketika resiko pekerjaannya tinggi, dia takut hal itu akan kembali mencelakai Jerome jika keduanya gagal melakukan liputan besar ini.
"Aku tahu.. tapi kata sekertaris bos ku, itu kewajiban karena perusahaan sudah membayar mahal untuk informasi itu. Sialnya aku datang disaat yang gak tepat~" timpal Aurora terdengar menyesal datang terlalu pagi ke kantor, Jerome tertawa lalu meremas kertas berisi informasi itu.
"Biarkan aku saja yang melakukannya, kamu bersembunyi lah didekat tempat transaksi dan tunggu hasil dariku. Manusia tidak bisa melihat kecepatan ku, jadi akan lebih mudah bagiku mencuri informasi kalau kamu berada ditempat yang aman" ucap Jerome
"Tapi..." belum selesai Aurora berkata, Jerome memotong.
"Manusia biasa tidak akan mampu membunuhku" timpal Jerome, mendengar ucapan Jerome membuat Aurora tersadar jika dia sedang mengkhawatirkan seorang vampir.
Berbeda dengan kejadian perampokan bank yang pernah terjadi sebelumnya, kali ini para penjahat itu tidak mungkin mempersiapkan peluru perak untuk menghindari metal detektor. Akhirnya Aurora menyetujui saran Jerome, keduanya pun mulai melakukan perjalanan menuju dermaga di pinggir kota yang merupakan dermaga satu - satunya di kota itu.
Sebuah dermaga dipinggir kota dengan hanggar - hanggar tinggi tempat untuk memperbaiki kapal - kapal yang mengalami kerusakan, terlihat disekitar area dermaga sepi dari kegiatan orang - orang. Pagar yang menjulang tinggi mengelilingi dermaga pun terlihat tertutup dengan rapat dengan tulisan 'dermaga ditutup sementara' pada pagarnya, sehingga sulit untuk orang luar melihat apa yang terjadi didalam.
Sesuai dengan informasi, ketika Jerome dan Aurora sampai di dekat dermaga terlihat dermaga ditutup untuk umum dengan alasan yang tidak jelas. Tidak hanya itu, terlihat tidak ada aktifitas apapun di dermaga itu dan itu membuat Aurora heran. Dari balik sebuah pohon yang tidak jauh dari pagar luar area dermaga, Aurora dan Jerome mengawasi segala aktifitas diarea dermaga. Namun setelah beberapa saat berlalu, memang tidak ada kegiatan apapun disana.
Sebelum memulai kegiatannya, Jerome meminta agar Aurora menyamarkan penampilannya agar tidak terlihat seperti seorang wartawan. Sebuah butik baju sederhana mereka kunjungi, dengan menggunakan baju kasual seperti seorang yang sedang melakukan perjalanan untuk berkuliah Aurora akhirnya memutuskan untuk menyamar seperti seorang mahasiswa, kini penampilan Aurora tidaklah mencolok lagi. Tidak ada lagi kartu identitas yang menggantung dilehernya, sepatu yang Aurora kenakan pun berganti lebih casual dengan warna pink putih hingga terlihat mencolok sebagai mahasiswa.
Kembali menuju daerah sekitar lokasi transaksi seperti yang diinfokan oleh atasannya, Jerome dan Aurora bertingkah seperti sedang asik menikmati perjalanan mereka. Tentu saja dengan mata yang teliti dan awas terhadap sekitar.
"Tidak ada orang, apa benar akan ada transaksi narkoba ditempat ini?" tanya Aurora heran
"Wajar saja kamu tidak tahu karena beberapa dari mereka bersembunyi dibalik tembok, di atas genting, dan didalam salah satu hanggar itu ada sekitar seratus orang yang sedang berkumpul" jawab Jerome
__ADS_1
"Benarkah?" tanya Aurora seraya menoleh untuk menatap wajah Jerome.
Pertanyaan Aurora seakan dia melupakan kemampuan sang vampir yang mendampinginya itu, ketegangan yang Aurora rasakan membuatnya sedikit panik dan cemas.
"Aku membaca pikiran mereka semua" jawab Jerome dengan senyum menatap Aurora, dengan anggukan kepala Aurora merespon jawaban Jerome.
Jerome yang memahami Aurora sedang panik menjelaskan apa yang dia ketahui, hal itu dia lakukan agar Aurora tenang karena Jerome telah mengerahkan kemampuannya untuk melindungi Aurora dan membantunya dalam menjalankan pekerjaan.
Keduanya kembali terdiam dan tatapan mereka beralih pada dermaga itu, tidak lama terlihat rombongan mobil yang hendak memasuki dermaga. Sesuai perkataan Jerome, terlihat empat orang tiba - tiba muncul dari balik tembok pagar untuk membukakan pagar yang tertutup itu. Setelah rombongan mobil masuk, empat orang itu pun segera menutup kembali pagar lalu kembali bersembunyi.
"Inilah saatnya" celetuk Jerome sembari meminta kamera pada Aurora
"Berhati - hatilah" timpal Aurora sembari memberikan kameranya pada Jerome
Setelah menerima kamera itu, tiba - tiba Jerome menghilang begitu saja. Dengan kecepatan yang dimiliki Jerome, mata manusia Aurora tidak mampu untuk mengikutinya. Tapi Aurora terus mencari keberadaan Jerome diarea dermaga dan diatas atap salah satu gedung saat itu samar - samar Aurora melihat keberadaan Jerome, padahal jarak antara tempat Aurora ke tempat Jerome saat itu sangat jauh.
"Vampir memang beda..." gumam Aurora, ketika itu terlihat dua bayangan manusia misterius dari belakang Aurora.
Dari atas sebuah atap yang tinggi pada salah satu gedung disekitar area transaksi, Jerome dengan serius dan berhati - hati memperhatikan lokasi sekitar untuk menghitung jumlah orang yang berada didalamnya. Setelah yakin barulah Jerome memulai aksinya memasuki gedung dengan cara membuat celah diantara genting dengan tarikan tangannya yang kuat dan cepat, kecepatan tangan itu membuat tidak ada bunyi yang dihasilkan dari tarikan genting itu. Jerome memasuki gedung itu lalu segera mencari dimana orang - orang lebih banyak berkumpul, tidak lupa Jerome membuat pingsan beberapa orang yang juga berada disekitarnya agar aksi diam - diamnya tidak diketahui penjaga yang berkeliling disekitar Jerome.
Semua yang berada didalam gedung itu kompak mengenakan setelan tuxedo berwarna hitam dengan kacamata yang juga berwarna hitam, deretan mobil - mobil mewah berwarna hitam pun juga menghiasi suasana dasar gedung tempat Jerome bersembunyi. nyaris tidak ada suara yang terdengar jika tanpa menggunakan kekuatan pendengaran vampir yang sensitif. Sebuah transaksi narkotika yang besar tampak benar - benar akan terjadi didalam gedung itu.
Semakin yakinlah Jerome jika memang informasi itu benar - benar didapat oleh atasan Aurora dengan modal uang, karena sebelumnya Jerome sempat meyakini jika hal janggal itu adalah campur tangan Arion untuk menjebaknya lagi. Beberapa kali Jerome nampak mengambil gambar dengan kamera yang dipegangnya saat dua orang yang terlihat penting itu bertemu dengan perwakilan dari empat belas orang yang baru turun dari mobil, semua berjalan sesuai keinginan Jerome sampai tiba - tiba pintu masuk hanggar terbuka.
"Ada penyusup!!" teriak seseorang yang membawa senjata laras panjang, dia terlihat masuk kedalam gedung sembari menyeret Aurora.
Terkejut lah Jerome ketika itu, dia tidak menyangka posisi Aurora ketahuan padahal saat Jerome pergi dia sudah memastikan jika tidak ada gerombolan penjahat disekitar tempat Aurora bersembunyi dan menunggu.
"Lepaskan!! aku sudah bilang aku hanya kebetulan lewat!!!" teriak Aurora seraya memberontak untuk melepaskan tangannya dari tangan si penjaga.
"Diam!! aku tahu kamu berbohong!!" bentak penjaga yang menyeret Aurora
"Bawa wanita itu kesini!!" perintah salah satu dari dua orang yang terlihat paling penting diantara gerombolan penjahat itu, penjaga yang membawa Aurora kembali menyeret Aurora untuk mendekati orang penting itu.
"Lama tidak bertemu, nona" ucap orang yang meminta penjaga menyeret Aurora mendekatinya, Aurora pun menatap mata orang yang menyapanya.
__ADS_1
Betapa terkejutnya Aurora ketika mengetahui siapa orang yang ada dihadapannya itu, kepala polisi Robert ternyata dalang dibalik semuanya. Seseorang yang pernah Aurora temui di kantor Arion pada kasus perampokan bank, saat itu memang dia terlihat bukanlah seorang polisi yang baik.
Disaat bersamaan, terlihat Jerome ingin segera menolong Aurora namun tiba - tiba Jerome menghentikan niatnya dan terdiam sejenak. Semua karena saat itu Jerome membaca pikiran Aurora yang mengatakan...
***isi di kepala Aurora yang dibaca oleh Jerome****
Jerome!! aku tahu kamu disini, jangan selamatkan aku dulu! aku ingin membongkar semuanya!
********************************************************
"Dasar bodoh, kamu sedang dalam kondisi yang tidak baik" gumam Jerome, meski terlihat gelisah dan ingin segera menyelamatkan Aurora namun Jerome memahami apa yang diinginkan oleh Aurora.
Gadis itu memanglah angkuh, namun Jerome yakin dengan kecerdasan yang dimilikinya Aurora pasti bisa mengatasi situasi itu. Meskipun melihat Aurora diperlakukan kasar membuat Jerome geram hingga ingin membantai semua penjahat yang ada disana.
"Kunjungan yang mengejutkan, aku tidak menyangka kamu akan datang ketempat seperti ini" ucap Robert lagi pada Aurora
Suara dengan nada yang sama, Aurora masih mengingat bagaimana tatapan mata dan suara dari polisi Robert ketika bertemu dengannya di kantor Arion, perbedaannya hanyalah pada baju yang dikenakan. Kini polisi Robert menanggalkan seragam kepolisiannya dan terlihat menggunakan setelan tuxedo hitam dengan cerutu yang dia hisap untuk menikmati suasana transaksi itu. Aurora semakin penasaran dengan keberadaan polisi Robert disana.
"Kamu.... dalang pelindung para penjahat ini?" tanya Aurora yang masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat, Robert pun tertawa terbahak - bahak.
"Yaah kamu tahukan kekuatan uang itu mengerikan" jawab Robert dengan begitu santai.
"Aku pasti laporkan kamu!! tidak akan aku biarkan kamu menang!!" timpal Aurora dengan amarah, namun Robert kembali tertawa lalu menjambak rambut Aurora.
Pemandangan yang dilihat oleh Jerome semakin membuat amarah Jerome membara, bahkan kedua mata Jerome mulai memerah dengan taring yang mulai menyembul disela bibirnya. Namun permintaan Aurora membuatnya meredam kemarahannya dengan sangat kesulitan.
"Kamu pikir kamu bisa keluar dari tempat ini dalam keadaan hidup?" tanya Robert dengan nada mengancam
"Aku pasti keluar dari tempat ini dalam keadaan hidup" jawab Aurora tenang dan tersenyum sinis, Robert kembali tertawa lalu melepaskan tangannya dari rambut Aurora.
Suara tawa polisi Robert seperti sangat yakin jika apa yang Aurora katakan adalah hal bodoh dan tidak akan terjadi, hal itu disadari oleh Aurora maupun Jerome namun keduanya tidak mampu menebak dari mana keyakinan Robert itu berasal. Rencana apa yang sudah Robert siapkan untuk mereka.
"Kalian!! siapkan peluru dari perak yang sudah dipersiapkan!! pasang pengacau sinyal dan juga kacamata khusus yang juga sudah aku persiapkan!! ada Vampir disekitar kita!!" teriak Robert ketika itu
Terkejut lah Aurora dan juga Jerome dengan apa yang dikatakan oleh Robert, seakan tahu siapa yang melindungi Aurora saat itu semua persiapan Robert terlihat sangat matang jika sewaktu - waktu Jerome datang untuk menyelamatkan Aurora.
__ADS_1
"Nah nona, apa kamu masih berharap bisa keluar dari tempat ini hidup - hidup?" tanya Robert lagi, Aurora pun hanya bisa mengernyitkan dahinya.