
Pagi yang mencekam disebuah hanggar dekat laut, suasana diluar tampak tenang karena keributan hanya terjadi diarea dalam salah satu hanggar. Menjadi momen yang tak terduga bagi Jerome harus kembali menghadapi situasi yang mencekam dalam membantu Aurora mencari berita ekslusif. Kali ini keberadaan Arion yang sempat membuat Jerome kembali menaruh curiga namun dia tepis karena Arion menunjukkan pengorbanan untuk menyelamatkan Aurora, selain itu fokus Jerome saat ini hanya untuk segera menyelamatkan Aurora dari penyekapan Robert.
Situasi didalam hanggar semakin mengkhawatirkan, beberapa mafia berhasil menemukan tempat persembunyian dari Jerome dan Arion. Mereka berdua kembali diberondong peluru secara membabi buta, meski keduanya masih dapat selamat namun Arion sudah semakin kehilangan rasa sabarnya.
"Dasar brengsek!!" bentak Arion lalu kembali berubah dalam wujud manusia setengah kelelawarnya
"Arion!! jangan hilang akal!!" ucap Jerome memperingatkan Arion, tapi Arion tidak mau mendengar peringatan dari Jerome.
Dengan wujud itu Arion mencabik - cabik beberapa mafia yang ada didekatnya, tapi nahas bagi Arion ketika itu dia mendapatkan tujuh tembakan peluru perak yang langsung bersarang pada kaki, bahu, tangan, dan kedua sayapnya. Mengetahui Arion yang tertembak membuat Jerome terkejut, seketika itu Jerome merubah dirinya menjadi setengah kelelawar untuk menyelamatkan Arion yang terluka.
Jerome Mengambil beberapa besi besar yang kemudian dia lemparkan kearah para mafia untuk memberinya waktu agar dapat menyelamatkan Arion yang tertunduk karena tertembak, mendapatkan kesempatan dengan segera Jerome membopong Arion untuk kembali bersembunyi diantara rangka hanggar. Disana Arion dan Jerome kembali ke wujud manusianya, lalu dengan cekatan tangan Jerome mencoba mengambil peluru perak dari tubuh Arion. Meski berhasil tapi penyelamatan itu membuat tangan Jerome terbakar, saat itulah Jerome yakin seratus persen jika semua ini bukan salah satu rencana licik Arion.
Beberapa mafia tampak telah dikalahkan pada lantai dasar hanggar, beberapa yang tersisa mulai menampakkan ketakutan. Serangan vampir memanglah mengerikan, bahkan ada dari pasukan itu yang melarikan diri karena takut akan dicabik - cabik oleh vampir Jerome dan Arion. Wujud yang baru saja mereka lihat itu sangat mengerikan, serangan yang mereka lancarkan sebenarnya seakan asal tembak, namun banyaknya jumlah mereka membuat ada saja peluru yang mengenai Jerome dan Arion.
"Arion, kita harus kabur. Jangan terpancing keributan disini karena mereka lebih siap daripada kita" ucap Jerome
"Kabur dari manusia? mereka itu buruan kita" terdengar kesal Arion saat mengatakannya, Jerome menghela nafasnya sejenak lalu melihat sekeliling.
"Aurora sudah cukup jauh dari tempat kita, keselamatannya adalah yang utama kan. Ayo kita kerjasama untuk menyelamatkannya" timpal Jerome terdengar tenang
"Caranya?" tanya Arion, saat itu Jerome menunjuk sebuah lubang besar yang dibuat Arion ketika dia sampai di hanggar.
"Dari Sana" jawab Jerome, seketika Arion menjitak kepala Jerome.
"Aku tidak tahan dengan sinar matahari" terdengar kesal Arion mengatakannya
Sebuah lubang yang Jerome tunjuk adalah celah dari genting yang terbuka, keluar dari celah itu artinya mereka harus berhadapan dengan paparan sinar matahari yang mulai menyengat karena siang mulai menjelang. Arion yang tidak memiliki kekuatan terhadap sinar matahari tentu saja panik dengan ide yang disampaikan oleh Jerome.
__ADS_1
"Tadi kan kamu lewat sana!" dengan bentakan Jerome menimpali perkataan Arion
"Aku kesini dengan payung khusus, sekarang payung itu sudah rusak" dengan helaan nafas Arion mengatakannya, Jerome kembali memutar otaknya.
Disaat berpikir itu tiba - tiba telinga Arion dan Jerome mendengar suara mobil yang terlibat kecelakaan tunggal, merasa khawatir itu adalah mobil yang dinaiki Aurora membuat keduanya panik. Seketika itu baik Jerome dan Arion saling tatap lalu kembali bergerak untuk melihat apa yang terjadi diluar hanggar, saat keluar dari tempat persembunyian keduanya kembali ditembaki oleh mafia.
"Jerome!! kamu lewatlah atap dan cari tahu bunyi apa itu, aku akan lewat dari jendela ke jendela menuju sumber suara!!" teriak Arion seraya terus berlari di rangka hanggar
"Mengerti!!" timpal Jerome
Untuk kedua kali kedua vampir tampan ini bekerjasama demi menyelamatkan Aurora, antara Jerome dan Arion memanglah menaruh cinta yang besar terhadap Aurora. Dibalik alasan Aurora adalah gadis pemilik darah suci yang menjadi incaran para vampir, kebaikan hati gadis cantik itulah yang membuat Arion dan Jerome terpesona dan jatuh hati.
Jerome dengan kecepatannya yang tinggi pun mendekati lubang yang dibuat oleh Arion sebelumnya, disaat itu Jerome langsung melompat untuk naik ke puncak hanggar lewat lubang seraya menutup kepala dengan hoodie pada jaketnya. Diatas atap itu Jerome mencari sumber suara yang tadi sempat dia dengar, tidak lama Jerome juga mendengar Arion mulai melompat dari satu hanggar ke hanggar lain lewat jendela.
Beberapa menit yang lalu....
Tidak ingin terus berada didalam kondisi tidak berdaya, Aurora memberontak didalam mobil itu. Dia menyundul seorang mafia yang dari tadi memegang kedua tangannya, kehebohan kini terjadi didalam mobil yang dinaiki oleh Aurora itu. Robert yang ingin menghentikan pemberontakan Aurora langsung menerima pukulan pada bagian sensitifnya, Robert pun seketika itu meringkuk tidak berdaya.
Kini sasaran Aurora adalah pengemudi, dengan sabuk pengaman yang tidak dipasang oleh pengemudi Aurora membelitkan sabuk pengaman itu pada leher si pengemudi. Mobil pun mulai oleng hingga menabrak salah satu hanggar diarea dermaga itu, ketika itu mobil pun berhenti berjalan karena pengemudi pingsan dengan luka tepat pada dahinya yang membentur setir.
Tidak lama Aurora berhasil keluar dari mobil dengan kondisi kesakitan, perlawanannya terhadap beberapa pria kuat didalam mobil tentu saja membuat Aurora kehabisan tenaga. Selain itu tubuhnya juga mengalami guncangan keras akibat mobil yang membentur hanggar dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Dari kejauhan dengan penglihatan seorang vampir yang tajam, masih berada diatas atap sebuah hanggar Jerome dapat melihat keberadaan Aurora ketika berhasil kabur dari mobil Robert. Senyum Jerome pun terlihat karena bangga terhadap Aurora yang berani untuk mengambil resiko, selain itu nyali besar gadis pandai dengan tekad yang tinggi itu juga bisa diketahui oleh Jerome yang mampu membaca keadaan Aurora didalam mobil.
Namun senyum itu tidak berlangsung lama karena Jerome melihat Aurora dalam keadaan kesakitan keluar dari mobil itu. Dengan cepat Jerome berlari lalu lompat dari satu hanggar ke hanggar lain untuk mendekati posisi Aurora, ketika lompatan ketiga dia melihat Arion yang melompat dibawahnya melewati antar jendela hanggar.
"Arion!! Aurora ada di hanggar nomor empat belas!! sebelas hanggar lagi dari posisi kita!!" teriak Jerome ketika itu agar Arion dapat mendengarnya.
__ADS_1
Disaat berlari itu Jerome melihat beberapa mafia yang lain mendekati posisi Aurora yang berada di hanggar nomor empat belas, dengan membawa senjata laras panjang mafia - mafia itu mengepung Aurora yang berlari masuk kedalam hanggar.
"Sial! Arion!! Aurora dikepung!! kita harus cepat!!!" kembali berteriak Jerome mengatakannya
"Sulit berlari antar jendela seperti ini!! banyak halangan dari rangka hanggar!!" timpal Arion yang saat itu ternyata posisinya ada dibelakang Jerome, semakin panik lah Jerome ketika itu karena tidak satupun dari mereka yang ternyata sudah dekat dengan posisi Aurora.
"Sial!! apa sempat?!" begitu kesal Jerome mengatakannya, disaat itu Jerome meningkatkan kecepatan larinya.
Sementara disudut lain Aurora yang berlari memasuki hanggar, terlihat merintih kesakitan karena kakinya terkilir setelah mengalami kecelakaan tadi. Didalam hanggar saat itu Aurora berlari untuk mencari tempat persembunyian, pilihan Aurora tertuju pada sebuah yacht yang terparkir disana. Dia menaiki tangga dengan sekuat tenaga menahan rasa sakit pada pergelangan kakinya, sesampainya di buritan yacht Aurora langsung berlari untuk masuk kedalam anjungan lalu bersembunyi disana.
Tidak lama rombongan mafia mulai memasuki hanggar itu untuk mencari keberadaan Aurora, begitu pula dengan Robert dan Militao. Nampak raut wajah Robert terlihat sangat marah dengan semua yang terjadi, dirinya tidak percaya keadaan ini menjadi sulit karena ulang seorang perempuan saja. Dengan mengepalkan kedua tangannya, Robert menarik nafasnya dalam - dalam lalu dengan satu tarikan nafas Robert berteriak
"Temukan wanita itu dan tangkap dia!!" ucap Robert penuh emosi
Mafia - mafia bawahan Robert pun mulai bergerak mencari keberadaan Aurora disekitar area hanggar nomor empat belas itu, teriakan itu membuat Aurora panik. Perlahan Aurora kembali bergerak untuk kembali mencari tempat bersembunyi yang aman, hingga sampailah Aurora di haluan kapal. Dari Sana Aurora mengawasi para mafia yang mengendap - endap untuk mencari keberadaan Aurora, sejauh ini tidak ada mafia yang menyangka kalau Aurora memilih yacht sebagai tempat untuk bersembunyi.
"Haah... sepertinya aku bisa aman, semoga Jerome segera menemukanku~" dengan helaan nafas Aurora mengatakannya
Baru juga bernafas lega, tiba - tiba seseorang berteriak dari anjungan kapal dimana menjadi tempat Aurora awal bersembunyi, posisinya yang lebih tinggi dari haluan kapal membuat mafia itu dapat melihat posisi Aurora dengan sangat jelas tanpa penghalang apapun.
"Dia ada disini!!" ucap mafia itu seraya mengarahkan ujung senjatanya pada Aurora, terkejut lah Aurora saat itu sampai dia tidak mampu untuk bergerak karena panik.
"Je... Jerome... tolong..." gumam Aurora dengan suara yang bergetar hebat karena ketakutan
Draatt!! Draatt Draatt!!!
Bunyi tembakan senjata laras panjang yang diberi peredam...
__ADS_1