Cinta Dua Vampir

Cinta Dua Vampir
Hal tidak biasa


__ADS_3

"Ada vampir, segera bersiap dengan peralatan anti vampir"


"Ganti peluru itu dengan perak, dengan begitu kita bisa membunuhnya"


"Dimana kaca mata anti vampirku?! hei, bawakan itu kemari!!"


"Benarkah vampir itu ada?"


"Bagaimana cara menggunakan alat pengacau sinyal ini? ada yang bisa memberitahuku?"


"Hei itu salah, kamu tekan dulu ini baru letakkan disana"


Suara riuh terdengar begitu jelas ditelinga Aurora dan Jerome, kepanikan dan ketegangan para mafia itu terlihat ketika mereka sedang bersiap - siap untuk menghadapi serangan vampir yang bisa saja datang secara tiba - tiba saat transaksi narkotika akan berlangsung. Didunia yang sudah modern ini mereka kesulitan untuk mempercayai adanya vampir, terlebih rumor tentang vampirpun tidak mereka dengar. Namun karena perintah itu mereka dapatkan dari bos mafia maka tidak ada satupun diantara mereka yang berani menentang. Aurora hanya bisa mematung karena dia masih syok Robert tahu tentang vampir dan cara mengatasinya, dalam benaknya bertanya - tanya tentang darimana informasi itu semua Robert dapatkan.


Ditengah keributan itu, seseorang yang juga memakai tuxedo hitam dengan cerutu ditangannya dan beberapa kalung rantai berlian yang menggangtung dilehernya tiba - tiba mendatangi Polisi Robert. Penampilan pria itu terlihat seperti bos besar kartel Narkotika.


"Bos Robert, kita kembali pada transaksi kita" ucap Militao yang merupakan rekanan Robert


"Suruh mereka tunjukkan uangnya, kita akan tunjukkan dimana barangnya berada" timpal Robert, mendengar perintah Robert membuat Militao langsung berlari menemui perwakilan pembeli.


"Jadi kamu pengedar besar narkoba di kota ini?" tanya Aurora


"Ya tentu saja, dan mereka adalah pembeli setiaku. Berkat mereka aku bisa hidup nyaman bergelimang uang, Ahahaha" jawab Robert


"Manusia hina!" bentak Aurora lalu Robert menampar Aurora cukup keras.


Tamparan itu membuat beberapa pengawal Robert yang berada disana seakan bersiap untuk menerima perintah jika harus menyerang Aurora. Sebagian lainnya masih sibuk melakukan penjagaan ketat atas keberadaan vampir yang mereka ketahui dari bos mereka. Persenjataan mereka sangatlah lengkap, bahkan dengan kacamata yang mereka gunakan keberadaan vampir akan jelas terlihat walau hanya berbentuk siluet berwarna merah.


"Diam dan jangan melawan, aku tidak akan membiarkanmu menghinaku seperti itu" ancam Robert


Transaksipun terus dilakukan antara pihak Robert sebagai penjual dengan pihak pembeli yang tidak diketahui siapa karena orang itu selalu berada didalam mobil, hanya perwakilannya saja yang terlihat sibuk bernegosiasi dengan Robert dan juga Militao.

__ADS_1


Disisi lain terlihat Jerome mengernyitkan dahinya melihat Aurora diperlakukan kasar seperti itu, Jerome tidak yakin apa ini saat yang tepat untuk menyelamatkan Aurora karena dia sudah tidak dapat membaca pikiran Aurora lagi setelah alat pengacau sinyal diaktifkan para mafia. Belum lagi peluru - peluru perak yang siap mengincar Jerome, menambah beban berat Jerome untuk menyelamatkan Aurora. Perlu strategi yang baik dan tidak boleh sedikitpun melakukan kecerobohan, karena ini menyangkut keselamatan Aurora.


Perhatian Jerome kini mengarah pada kacamata yang digunakan oleh para mafia, Jerome tidak tahu apa kegunaan kacamata itu sampai membuat Robert mempersiapkannya juga sebagai senjata anti vampir. Semua rasa penasarannya disimpan baik - baik dalam benak, perlahan Jerome mulai melangkah pelan untuk memastikan dimana saja mafia berada didalam gedung itu.


Namun sayang seorang mafia berhasil menemukan keberadaan Jerome yang bersembunyi diantara kerangka atap hanggar


"Ada orang mencurigakan!!" teriak salah satu mafia, lalu mafia itu menembakkan senjatanya kearah Jerome.


Tidak ingin tertembak begitu saja, Jerome pun bergerak dengan sangat cepat dengan kemampuan vampirnya. Namun kemanapun Jerome berlari, mafia itu tetap dapat mengarahkan pandangannya untuk mengetahui keberadaan Jerome. Hal itu tentu saja dirasa janggal oleh Jerome yang sangat meyakini dia kecepatan vampir tidak akan mampu diikuti oleh manusia, masih dalam pikiran penuh rasa heran dan terkejut bersamaan dengan itu para mafia mulai menembaki Jerome dengan brutal.


Kekacauan terjadi, suara berondongan senjata laras panjang menggema dihanggar itu. Jerome semakin meningkatkan kecepatannya agar dia tidak dapat terdeteksi oleh mata manusia, namun semua rencananya buyar karena seberapa cepat pun Jerome berlari dan menghindar saat itu para mafia tetap dapat mengikuti kemana Jerome menghindar.


"Bagaimana bisa?!! apa yang terjadi?!!" ucap Jerome ketika beberapa peluru hampir mengenai dirinya


"Jerome!!" teriak Aurora yang melihat para mafia itu semakin brutal mengarahkan senjatanya untuk membunuh Jerome


"Segera pergi dari sini!! tempat ini tidak aman" ucap Militao kepada Robert


Mengetahui Aurora dibawa pergi oleh Robert, kini Jerome merubah taktiknya yang semula menghindari pertempuran menjadi gelap mata membunuh siapapun mafia yang ada didekatnya. Cakaran Jerome mampu menembus tubuh dan mengoyaknya, namun banyaknya mafia membuat beberapa kali Jerome hampir saja celaka karena peluru perak nyaris mengenai tubuhnya.


"Bagaimana cara orang - orang ini mengikuti kecepatanku?!!" bentak Jerome begitu marah, tidak lama pintu hanggar perlahan tertutup dan mengunci Jerome disana.


Hal itu membuat Jerome panik, dia tidak ingin kehilangan jejak Aurora yang pasti akan semakin merepotkan untuk menyelamatkan Aurora. Ketika ingin segera keluar dari hanggar itu, Jerome justru semakin diberondong dengan tembakan dari senapan laras panjang yang dibawa oleh para mafia. Merasa butuh strategi, akhirnya Jerome bersembunyi dan membuat para mafia kebingungan mencari keberadaan Jerome ditengah hanggar yang gelap.


Dalam hati Jerome berpikir, "Bagaimana cara keluar dari sini? melewati atap hanya akan menjadikan aku sasaran empuk, lewat pintu juga begitu. Apa harus melewati jendela?". Ditengah kalutnya pemikirannya, tiba - tiba Arion muncul dari atas atap yang dia hancurkan dengan cara memukulnya. Dengan wujud setengah kelelawar dan sebuah payung raksasa, kedatangan Arion membuat Jerome terkejut sekaligus khawatir dia akan diserang oleh Arion.


Kedatangan Arion sebenarnya menimbulkan banyak pertanyaan dalam benak Jerome, namun karena kini fokusnya hanya untuk Aurora akhirnya Jerome menyingkirkan apapun itu yang akan mengganggu tujuannya dan akan menemukan jawabannya nanti.


"Jerome!!" teriak Arion ketika itu, Jerom pun segera bersiap untuk bertempur dengan Arion.


"Ini bukan waktu yang tepat, Arion!! tapi kalau kamu memaksa, aku tidak punya pilihan!!" bentak Jerome

__ADS_1


"Kenapa kamu disini?!! kemana Aurora?! kenapa kamu tidak melindunginya?!" tanya Arion dengan bentakan, pertanyaan Arion saat itu membuat Jerome terkejut.


Namun belum juga sempat menjawab, para mafia kembali menembaki Jerome dan Arion. Keduanya pun dengan kecepatan masing - masing berusaha menghindari semua peluru yang ditembakkan oleh para mafia, namun wujud setengah kelelawar Arion membuatnya menjadi sasaran empuk para mafia. Mengetahui Arion yang menjadi sasaran saat itu, membuat Jerome mau tidak mau harus menyelamatkan Arion dari peluru yang mengarah padanya.


"Arion!! jangan dengan wujud itu, mereka bisa melihat kita entah bagaimana caranya!!" bentak Jerome


"Jangan bercanda!! tidak ada manusia yang bisa mengikuti kecepatan kita!!" timpal Arion


Benar saja, saat itu sayap Arion pun tertembak beberapa peluru yang membuat Arion kesakitan lalu terjatuh dari terbangnya. Untuk menghindari cidera lebih parah karena efek peluru perak, Arion segera kembali ke wujud manusianya. Peluru yang bersarang di sayap Arion pun berjatuhan, namun cidera yang didapat Arion membuatnya telat beraksi ketika beberapa mafia kembali menembaki Arion yang masih terjatuh dilantai.


Dengan sigap Jerome menyelamatkan Arion dengan cara membunuh mafia yang mengincar Arion agar memberi waktu untuk Arion bisa kembali bergerak, setelahnya mereka berdua kembali bersembunyi diantara kerangka atap hanggar. Dengan nafas yang terengah - engah Arion nampak heran sambil memperhatikan para mafia yang terus mencari keberadaan mereka, Arion terlihat tidak bisa mempercayai jika manusia dapat mengikuti kecepatan vampir.


"Heran? aku juga" celetuk Jerome memecahkan keheningan, Arion menoleh menatap Jerome.


"Bagaimana bisa?" tanya Arion kebingungan


"Aku rasa dari kacamata yang mereka gunakan" jawab Jerome datar, Arion kembali mengalihkan pandangannya menatap para mafia yang mengenakan kacamata aneh.


Sejenak terdiam saat itu Jerome mencoba membaca pikiran Arion, namun alat pengacau sinyal yang dipasang oleh para mafia membuat Jerome tidak bisa membaca pikiran Arion. Sampai saat ini Jerome tidak percaya jika apa yang terjadi padanya dan Aurora tidak ada campur tangan dari Arion, bagaimana pun Jerome sangat memahami sifat licik Arion.


"Apa kamu tahu kita tidak bisa menggunakan kemampuan spesial kita masing - masing?" tanya Jerome pada Arion, dengan raut wajah heran Arion menatap Jerome.


"Pantas saja aku tidak bisa menjadikan orang - orang itu menjadi anak buahku..." jawab Arion, nada bicaranya terdengar dia sangat kebingungan dan panik.


"Arion, aku tidak bisa percaya kamu tidak ada dibalik bencana ini. Tapi melihatmu terjebak bersamaku disini, aku sedikit yakin jika ini murni kesalahanku" ucap Jerome, mendengar perkataan Jerome membuat Arion menghela nafasnya.


"Aku tidak peduli kamu mencurigaiku atau tidak, yang pasti kedatanganku kesini karena aku mendengar jika Aurora sedang meliput ditempat berbahaya dari atasan Aurora" timpal Arion


"Apa maksudmu?" tanya Jerome


"Sebelum kesini, aku mendatangi kantor Aurora karena ingin mengajaknya makan malam. Tapi atasan Aurora bilang kalau Aurora sedang menjalankan tugas, karena marah aku menghipnotisnya lalu membuatnya mengatakan segala hal tentang transaksi narkoba disini. Atasan Aurora mengatakan jika sangat berbahaya disini, itu yang membuat dia tidak ingin wartawan senior yang berharga untuk perusahaan mati konyol ditempat ini" jawab Arion, terkejutlah Jerome mendengar kenyataan itu.

__ADS_1


__ADS_2