
Setelah menendang Sonya dari butik nya.. Fiora memilih untuk pergi ke sebuah kafe yang tak terlalu jauh dari butik..dia butuh makan untuk melampiaskan kekesalan nya..dia tak mau membuat karyawan lain nya tidak enak hati.
Fiora memesan makanan yang ingin dia makan..dia duduk sembari menunggu makanan nya datang..dia mengeluarkan ponsel nya dan melihat ada sebuah pesan dari Zizi yang menanyakan kabar nya.
Oh mengingat Zizi dia jadi merindukan nya..ah apa lagi dengan prince dan princess nya itu,astaga dia ingin mencubit dan berlari agar bisa memeluk nya.. Fiora menghubungi Zizi dengan panggilan video.
"Hallo Zi" ujar Fiora ketika sambungan video call terhubung.
"Hay ka..kau dimana?" tanya Zizi yang tampak sedang duduk memperhatikan anak-anak nya di ruang tamu.
"Aku di cafe Zi..kau sedang apa?" tanya balik Fiora.
"Biasa lah menjaga anak-anak..apa ka Jack sudah lebih baik kaki nya?" tanya Zizi yang mengingat Jack yang kaki nya terluka.
"Iya dia sudah lumayan kaki nya..setelah sembuh dia semakin menyebalkan kau tau..ck kapan kalian kembali aku sudah merindukan pasukan bocil itu" ujar Fiora yang sudah merindukan tiga bocah gembul itu.
"Sabar sebentar lagi juga kami kembali..tahan dulu kangen nya" kata Zizi di sebrang.
Sambungan telefon terputus setelah mereka mengobrol banyak dan kini Fiora tengah menikmati makan siang nya..tanpa dia sadari Zemi juga tengah ada di sana untuk makan siang karena dia tak mau makanan yang sekertaris nya beli di beri sesuatu.
Zemi menatap Fiora yang tepat berada di depan nya..Zemi menyapa Fiora dengan senyum manis nan menawan nya.
"Hay Fio.. it's been awhile" Sapa Zemi pada Fiora yang membuat sendok di tangan Fiora terjatuh ke lantai.
Trangggg....
"Z..Zemi..kau..kau di sini?" tanya Fiora terkejut dengan kemunculan Zemi yang dadakan seperti ini.
Zemi duduk dan menyesap minuman milik Fiora yang tinggal setengah itu dengan santai nya..Zemi menatap Fiora dengan tatapan kerinduan dan tatapan penuh cinta..gadis yang dia sakiti kini tampak baik-baik saja dari luar namun dari dalam dia sangat rapuh.
__ADS_1
"Ya aku di sini apa kau tak merindukan ku Fio?" tanya Zemi dengan pede nya.
"Cih..jangan banyak bicara..pergi sana" ujar Fiora ketus memalingkan wajah nya ke arah makanan yang ada di depan nya.
"Ayo lah Fio..aku tau kau merindukan ku kan..aku juga merindukan mu..maaf jika aku sempat membuat mu sakit hati di masa lalu" Zemi meminta maaf dan hendak memegang tangan Fiora namun dengan sigap Fiora menepis dan menarik tangan nya.
Fiora menatap Zemi dengan dalam..dia tak tau apa maksud kemunculan Zemi yang tiba-tiba seperti ini..dia sudah memutuskan untuk tak mau terlibat lagi dalam perasaan bodoh nya..cukup sekali dia tidak mau kedua kali nya.
"Pergi lah..aku muak melihat wajah mu" kata Fiora datar dan terkesan dingin.
"No..aku minta maaf..tolong maafkan aku Fio..aku bersalah" pinta Zemi masih kekeh.
"Ya di maafkan..silahkan pergi" jawab nya masih datar dan mempersilahkan Zemi untuk pergi.
"No..aku akan mengejar mu dan mendapatkan kembali hati mu Fio" kata Zemi menatap Fiora dengan intens dan bersungguh-sungguh.
"Lakukan apa yang kau sukai.. permisi" Fiora berdiri dan melangkah meninggalkan meja nya dan menuju keluar cafe.
"Fio tunggu.. Fio wait.. please" Zemi mengejar Fiora dan menahan pintu mobil yang hendak Fiora buka.
"Apa maumu sialan" tanah Fiora tampak kesal.
"Beri aku kesempatan sekali lagi Fio.. pelase" ujar nya meminta kesempatan pada Fiora.
"Kesempatan apa.. Aku tak mau terlibat lagi dalam perasaan bodohku ini..cukup sekali aku melakukan kebodohan dan tidak ada untuk kedua kali nya..jadi please leave me alone" cerca Fiora tampak mengatupkan kedua tangan nya dan berkata pada Zemi agar meninggalkan nya sendiri dengan kenyamanan yang selama ini dia rasakan.
"Fio.. please..aku bersungguh-sungguh..beri aku kesempatan" Zemi masih berharap agar Fiora mau memberi nya kesempatan.
"Minggir" ucap Fiora singkat lalu masuk kedalam mobil dan mulai menyalakan mesin dan melesat meninggalkan cafe yang jarak nya tak terlalu jauh dari butik nya.
__ADS_1
Zemi terdiam..dia tak mau membuat Fiora semakin membenci nya..perlahan saja dia akan mulai lagi untuk mendekati Fiora dan mendapatkan hati gadis itu..dia akan sabar setidak nya dia tau reaksi jujur Fiora saat melihat nya lagi.
Tatapan mata Fiora menyaratkan kerinduan sama seperti nya yang merindukan Fiora..jika bisa di ulang maka dia akan memilih untuk mengejar Fiora..ck gara-gara Frenchie..Dasar jallang sialan.
Zemi kembali ke mobil nya dan menuju kantor nya..selama dalam perjalanan Zemi tersenyum kecil..dia bisa melihat pancaran kerinduan di mata Fiora..dia masih ada harapan untuk mendekati nya.
"Aku akan mendapatkan mu kembali Fio" gumam nya sambil fokus menyetir.
#
#
"Nona maaf di ruang tamu ada klien kita" ujar salah atau karyawan butik Fiora saat melihat Fiora telah kembali.
"Klien..siapa dan dari mana?" tanya Fiora berusaha profesional lagi.
"Dari kota M nona..kata nya ada yang harus dia bicarakan dengan anda" karyawan Fiora menyampaikan pesan dari klien nya.
"Baiklah..saya duluan" pamit Fiora menuju ruang tamu.
Saat telah sampai di ruang tamu Fiora membuka pintu nya dan melihat seorang pria muda yang usia nya seumuran dengan Zemi tengah duduk di sofa dengan santai.
"Selamat siang anda siapa?" tanya Fiora menyapa.
"Oh selamat siang juga nona Fiora..kenalkan saya Gerano wakil dari tuan Arbeno tepat nya putra nya..saya di tunjuk untuk mewakili beliau karena beliau sudah menyerahkan urusan pameran itu pada saya..mohon kerjasama nya nona Fiora" ucap Gerano memperkenalkan diri pada Fiora.
"Oh..salam kenal" balas Fiora datar dan singkat lalu duduk dan mulai membuka laptop nya untuk menunjukkan desain nya pada Gerano.
Mereka berbincang dengan tenang dan profesional..Fiora tak merespon setiap ucapan manis pria muda di depan nya itu.. perbicangan mereka telah usai dan mereka telah mendapatkan kesepakatan bersama.
__ADS_1
"Baiklah tuan Gerano kesepakan sudah kita setujui bersama..jadi 1 bulan lagi saya usahakan semua desain nya telah jadi.. terimakasih sudah mempercayai kami sebagai distributor resmi perusahaan anda" ucap Fiora sopan masih dengan nada datar dan profesional.