CINTA FIORA

CINTA FIORA
Ep_25.. Maafkan Aku Fio.


__ADS_3

Zemi tampak lebih terkejut lagi saat melihat bercak merah seperti darah di ranjang sebelah nya.


"Tuan harus tanggung jawab hiks hiks" ujar wanita itu sambil terisak memeluk tubuh nya di balik selimut dan tengah duduk meringkuk di pojok kamar hotel itu.


"Apa maksud mu..dan kenapa kau ada di sini bersamaku?" tanya Zemi dengan raut wajah tak terbaca.


"Tuan bertanya kenapa saya ada di sini hiks.. jelas-jelas anda lah yang telah memaksa saya untuk menuruti perintah anda hiks..hiks..saya minta pertanggung jawaban anda tuan..anda telah mengambil kesucian saya hiks" kata si wanita itu dengan masih terisak.


Sementara Zemi dia tidak merasa mengajak Erma ke hotel..sialan dia tidak mengingat apapun selain kejadian tadi setelah dia bangun.


Jika benar dia yang melakukan hal ini apa yang harus dia lakukan..tidak mungkin dia mengkhianati cinta Fiora..dia harus mencari tau dulu sebelum mengambil keputusan..dia tak mau salah mengambil langkah.


"Aku akan mencari tau yang sebenar nya..jika memang terbukti aku lah yang mengajak mu ke hotel ini dan melakukan hal menjijikkan itu maka aku akan bertanggung jawab atas kerugian mu..tapi ingat jika tidak terbukti maka bersiap lah kau akan habis di tangan ku".kata Zemi dengan raut wajah menahan amarah dan seketika dia teringat akan Fiora yang berada di rumah sakit.


'Sialan..seharus nya saat ini aku menemani Fio..maafkan aku Fio..maafkan aku yang bodoh' batin Zemi mengutuk diri nya sendiri karena telah lalai.


Zemi mengenakan kembali pakaian nya dan segera keluar dari kamar terkutuk itu..dia juga tak lupa melempar cek senilai 1 juta dollar agar Erma tutup mulut selama proses penyelidikan.


"Tutup mulut mu dan jangan sampai ada yang tau bahwa hari ini adalah hari paling menjijikkan dalam hidup ku..kalau kau berani buka mulut lihat lah bukan pertanggung jawaban yang akan ku berikan tapi kematian" kata Zemi sambil melempar cek yang telah dia tanda tangani nya lalu pergi keluar dari kamar hotel itu.


Erma menyeringai setelah Zemi keluar dari kamar hotel itu..dia bisa bersenang senang dengan uang itu..astaga dia seperti merasa mendapatkan keberuntungan hari ini.


"Hahhaa... Aku akan memanfaatkan kesempatan emas ini untuk mengeruk harta mu Zemi.. Aku akan membuat mu kehilangan wanita itu..lihat saja" kata nya sambil menghapus air mata palsu nya lalu duduk di ranjang dan menghubungi seseorang dari telefon.


"Datang lah..dia sudah pergi" ujar bay pada orang di seberang telefon.


"........" balas orang itu membuat senyum di wajah Erma merekah.

__ADS_1


Erma duduk sambil tersenyum lebar melihat cek yang terdapat nominal angka yang sangat fantastis..dia hanya tinggal mencairkan nya saja dan bersenang-senang menghabiskan uang itu.


"Ada guna nya juga ide nya" gumam nya lalu merebahkan diri di ranjang dan menyingkirkan sprei yang telah terkena noda darah ayam yang dia ciptakan sedikit agar semua drama nya berjalan sukses.


#


#


"Maafkan aku Fio..aku benar-benar bodoh..maaf telah mengkhianati mu..aku benar-benar tidak tau kenapa bisa seperti ini maafkan aku sayang" kata Zemi bergumam sambil fokus menyetir menuju rumah sakit.


Dia khawatir dengan keadaan Fiora..berapa jam dia meninggalkan Fiora di rumah sakit oh astaga dia benar-benar bodoh.


Sampai lah Zemi di rumah sakit dia bergegas menuju ruangan Fiora..dengan perlahan dia menggeser pintu ruangan Fiora hingga terbuka dan menampakkan wajah teduh sang istri yang tengah tertidur.


Ada rasa bahagia dan senang melihat wajah damai sang istri tapi ada kesedihan dan rasa tidak adil karena dia telah menghianati pernikahan ini meski tidak dia ketahui kenapa bisa jadi seperti ini.


Zemi ke kamar mandi dan membersihkan tubuh nya dari sisa menjijikkan perbuatan nya..dia tak mau menyentuh Fiora kalau belum membersihkan semua bekas itu.


"Bodoh kau brengsek" umpat nya menatap pantulan diri nya di cermin.


Setelah selesai Zemi keluar dengan pakaian baru yang melekat pada tubuh nya..dia membuang pakaian yang tadi dia pakai sebelum mandi..dia tak mau jejak menjijikkan itu tercium oleh Fiora..sungguh saat ini Zemi seperti sedang berselingkuh dan takut ketahuan.


Zemi membaringkan tubuh nya di sofa sambil menatap ke arah Fiora yang terlelap dengan tenang nya..sesak kembali menyeruak di dada nya saat mengingat kembali tubuh nya yang tak mengenakan sehelai benang pun saat terbangun.


Dia mengacak-acak rambut nya dan memejamkan mata nya berusaha berpikir keras untuk mengingat kejadian sebelum dia terbangun dari tidur nya di kamar sialan itu.


"Kenapa aku bisa seceroboh ini sih..bodoh kau Zemi..ayo Zemi kau harus mengingat nya..ah aku ingat ponsel" kata Zemi berusaha keras untuk mengingat kembali sebelum nya.

__ADS_1


Dia mengambil ponsel nya dan mengecek apakah benar dia yang memesan kamar tersebut..dan mata nya melotot saat tau bahwa ada rincian bahwa dia yang memesan kamar itu bahkan mentransfer uang nya langsung dari rekening nya.


"Oh astaga.. shitt" umpat nya saat menyadari bahwa benar ada nya bahwa dia yang memesan kamar sialan itu.


Rasa bersalah kian menjalar di dada nya saat melihat kembali raut wajah Fiora yang tenang..dia sangat bersalah dengan perbuatan nya yang tanpa sengaja telah mengkhianati cinta Fiora.


Zemi berpikir keras bagaimana selanjut nya hubungan mereka..hubungan mereka belum mendingin masih memanas apalagi dengan kejadian tadi pagi dimana dia telah memperkossa Fiora..hubungan mereka semakin buruk dia bahkan masih berusaha untuk mendapatkan hati Fiora lagi.


Tapi dengan kejadian ini dia tidak yakin bahwa Fiora akan memaafkan nya..tapi dia sudah menutup mulut Erma agar tak bicara sebelum dia mendapat kan bukti nyata di hotel itu.


"Setidak nya aku masih memiliki waktu untuk menyelesaikan semua nya..maafkan aku Fio" batin Zemi yakin akan mencari kebenaran nya.


#


#


1 bulan kemudian......


"Ssshh kepala ku pusing sekali sih ck" Fiora menggerutu karena kepala nya pusing dan perut nya juga akhri-akhir ini tidak enak.


Fiora menatap kalender di meja kerja nya dan terpelongo saat menyadari sesuatu yang mungkin saja sudah tumbuh di rahim nya.


"Astaga...tidak mungkin kan aku___aku harus memastikan nya dulu" kata Fiora gemetaran karena tidak mau memastikan nya sebelum mengecek sendiri.


Fiora meminta salah satu karyawan nya untuk membelikan nya test pack..setelah nya Fiora ke kamar mandi yang ada di ruangan nya dan mulai mengecek nya sambil harap-harap cemas menanti hasil nya.


5 menit berlalu mungkin hasil nya sudah terlihat..Fiora dengan perlahan mulai membuka tangan nya yang menggenggam test pack itu dan melihat bahwa hasil nya positif.

__ADS_1


"Aku hamil..ya tuhan"


__ADS_2