
"Baik dok.. terimakasih atas saran nya" balas Zemi lalu mengantarkan dokter keluar dari ruangan Fiora.
Setelah kepergian dokter..suasana menjadi hening kembali..Fiora kembali memejamkan mata nya seakan enggan menganggap Zemi ada di ruangan yang sama dengan nya.
"Fio apa kau lapar?" tanya Zemi berusaha untuk membuka percakapan.
"Tidak" jawab Fiora dingin tanpa membuka mata nya.
"Baik lah.. Aku keluar dulu cari makan..kau jangan kemana-mana..aku akan memanggil suster untuk menjaga mu di sini selagi aku pergi" pamit Zemi pada Fiora.
".........." Fiora tak menganggap kata-kata Zemi dia hanya memejamkan mata nya tanpa mau membuka nya sebelum Zemi pergi.
Zemi keluar dari ruangan Fiora..dia menemui suster jaga yang akan membantu menemani Fiora selama dia pergi untuk makan di luar..Zemi tidak tenang jika meninggalkan Fiora sendirian di ruangan itu.
Setelah selesai dengan suster jaga kini Zemi keluar dari rumah sakit itu menuju sebuah cafe yang tak jauh dari rumah sakit..dia akan makan di sana.
Zemi telah sampai di cafe itu..dia memesan makanan yang dia inginkan..setelah makanan nya siap Zemi langsung memakan nya namun baru beberapa suap dia di kejutkan oleh seseorang yang menyapa nya.
"Tuan Zemi" panggil orang itu mendekati Zemi dengan wajah sumringah seakan baru saja mendapatkan jackpot.
Zemi mendongak dan melihat sekertaris nya tengah menatap nya dengan binar bahagia..kenapa juga si perempuan ini ada di cafe ini..ah sial membuat mood nya buruk saja.
"Ada apa?" tanya Zemi berusaha tak mengindahkan keberadaan si sekertaris nya itu.
"Bolehkah saya duduk di sini tuan?" tanya si sekertaris itu tanpa rasa malu malah menganggap suatu keberuntungan.
"Terserah kau saja" jawab Zemi tak mau mengambil pusing dengan sekretaris nya.
Si sekertaris itu langsung duduk di hadapan Zemi..dia tampak memesan makanan yang sama seperti yang Zemi makan..Zemi bodoh amat toh setelah makanan nya habis dia akan pergi dan tak akan bertemu dengan si sekertaris lagi karena si sekertaris sudah dia pindahkan ke kantor bukan rumah yang dia jadikan kantor pribadi lagi.
__ADS_1
Zemi makan dengan tenang tanpa memperdulikan keberadaan wanita di depan nya.. tiba-tiba dia ingin ke toilet..dia berdiri langsung meninggalkan meja nya menuju toilet.
"Tuan mau kemana?" tanya si sekertaris itu yang panik melihat Zemi pergi.
"Toilet" jawab Zemi dingin tanpa menoleh dan langsung bergegas pergi.
Wanita itu menyeringai seakan mendapatkan jalan dan Dewi Fortuna sedang berpihak pada nya..dia mengeluarkan sebuah botol kecil dan menuangkan isi nya beberapa tetes pada minuman Zemi juga makanan yang masih tersisa di piring Zemi.
"Kali ini kau akan masuk dalam perangkap ku tuan Zemi" ujar mau menyeringai lalu mulai melahap makanan yang dia pesan sambil menunggu kedatangan Zemi.
Benar saja tak berapa lama kemudian Zemi kembali dari toilet dan melihat wanita itu tengah memakan makanan nya..Zemi tak perduli dia melanjutkan lagi makan nya karena harus bergegas menuju rumah sakit.
Setelah habis Zemi bangun dari duduk nya namun mata nya serasa berat untuk sekedar menatap cahaya..dia merasa sangat ngantuk..apa dia kelelahan karena menjaga Fiora.
"Tuan kenapa?" tanya wanita itu seolah khawatir dengan keadaan Zemi.
"Tuan.. tuan Zemi..apa anda baik-baik saja..oh astaga ternyata anda tertidur ya tuan..baik lah aku akan antar sampai hotel tempat kita akan memulai semua rencana ku" kata wanita itu lalu memapah Zemi menuju mobil Zemi yang telah terparkir di tempat parkir.
Setelah aman wanita itu menuju kursi pengemudi dan melajukan mobil nya menuju hotel yang akan menjadi tempat nya memulai semua rencana yang telah dia atur sedemikian rupa.
Sampai di hotel..wanita itu membawa Zemi keluar dan memasuki hotel itu..dia melakukan reservasi atas nama Zemi dan menggunakan tanda pengenal Zemi demi kelancaran rencana nya.
Sebelum sampai di hotel dia sudah membooking kamar lewat ponsel Zemi atas nama Zemi juga..ini demi kelancaran rencana nya yang akan membawa nya menuju kemenangan.
Sampai di kamar,wanita itu membaringkan Zemi di ranjang..setelah nya dia mulai membuka pakaian Zemi semua nya..wanita itu mengusap dada bidang Zemi..bibir Zemi membuat nya ingin mengecup bahkan ingin mellumat nya jika dia tidak memikirkan resiko nya.
"Setidak nya aku bisa merasakan bibir manis mu dulu tuan Zemi sayang" kata nya sambil mencium bibir Zemi bahkan mellumat bibir itu sebentar.
Setelah nya dia mulai membuka pakaian nya..dia naik ke ranjang dan mulai berbaring memeluk Zemi.
__ADS_1
#
#
"Nona apa anda butuh sesuatu?" tanya si suster yang saat ini tengah menemani Fiora di ruangan Fiora.
"Tidak sus.. terimakasih..kalau kau lelah kau boleh kembali ke ruangan mu..aku tidak apa-apa sendirian" kata Fiora tak enak dengan suster nya yang nganggur hanya demi menunggui nya.
"Tidak apa-apa nona..ini sudah jadi tugas saya..lagian saya di bayar mahal oleh tuan hanya untuk menjaga anda..2 kali lipat dari gaji saya di sini" kata si suster menjelaskan.
"Haha selamat kalau begitu" Fiora ikut senang setidak nya suster itu tidak akan kehilangan gaji nya dari rumah sakit.
Sampai malam pun Zemi belum juga terlihat batang hidung nya..entah lah tiba-tiba Fiora merasa tidak enak karena seperti ada yang kosong.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam tapi Zemi masih belum juga kembali..lelah menunggu akhir nya Fiora memutuskan untuk tidur karena besok dia sudah boleh pulang.
Mungkin Zemi lelah menunggu nya jadi dia memilih tidak datang..bukan kah itu bagus..tapi kenapa seakan ada yang kurang tanpa kehadiran nya.
"Mungkin dia lelah..sudah lah sebaik nya aku istirahat" gumam nya sedikit kecewa lalu memejamkan mata nya menyambut mimpi.
Sementara itu Zemi baru bangun dari tidur nya.. kepala nya terasa pening..dia tidak ingat apapun..dia sayup-sayup mendengar tangisan seorang wanita.
"Siapa yang menangis..oh astaga aku dimana?" gumam nya seketika terkejut setelah menyadari bahwa dia tidak berada di rumah melainkan di hotel.
Zemi tampak menyibak selimut nya dan seketika mata nya membola saat melihat bahwa dia tak mengenakan apapun di balik selimut..astaga apa yang terjadi..kenapa dia bisa ada di hotel.
Zemi tampak lebih terkejut lagi saat melihat bercak merah seperti darah di ranjang sebelah nya.
"Tuan harus tanggung jawab hiks hiks"
__ADS_1