CINTA FIORA

CINTA FIORA
Ep_33.. Hampir Luluh


__ADS_3

Fiora telah pulang dari rumah sakit..setiap hari tiada kata yang bisa dia ucapkan untuk menggantikan perasaan yang kian membuncah yang dia rasakan sejak kehadiran baby Zeifir.


Zeifir adalah pelita dalam gelap nya jalan yang dia lalui.. Zeifir juga penunjuk arah yang dia butuhkan di saat dia kehilangan arah.


Fiora merawat Zeifir dengan luwes karena dulu dia juga membantu Zizi merawat twins D yaitu Darren dan Darrell..sedikit banyak nya dia tau dan bisa dia praktekan pada anak nya sendiri.


Ah,ngomong-ngomong soal twins D dia jadi merindukan dua bocah tampan itu..apalagi di tambah si cantik Arzya yang sangat menggemaskan..oh astaga ingin rasa nya dia menjodohkan anak nya dengan salah satu dari twins D.


Gila..ini gila..seperti nya Fiora sudah gila..dia pergi saja tidak ada yang tau,dia tidak bisa membayangkan raut kesedihan dari Zizi dan ibu Jack..ya tuhan Fiora merasa bersalah.


Apalagi Zizi..ck dia sempat meminta bantuan dari nya untuk mencarikan tempat bersembunyi yang aman dari jangkauan Zemi tapi ternyata dia pergi tanpa kabar dan mereka pasti sangat terpukul dan sedih.


"Sayang mommy..oh astaga kau begitu tampan boy..kenapa wajah mu seperti Daddy mu sih..ck mommy jadi iri sayang" kata Fiora mencurahkan isi hati nya pada sang anak yang masih merem tak memperdulikan apapun ucapan sang ibu.


Rubby masuk kedalam ruang rawat Fiora di susul Gordon yang selalu sigap merebut anak nya..ck pria itu benar-benar tidak kenal lelah,pada hal dia sudah menolak berkali-kali tapi entah lah dia patut mengacungi jempol pada kegigihan Gordon.


"Wow..apa kau sudah siap pulang sayang..oke akan paman antarkan sampai rumah oke..ayo pulang sayang nya paman" kata Gordon sambil melangkah menuju pintu meninggalkan dua wanita yang menatap nya tak percaya.


"Kenapa anak ku di ajak kabur sih" gumam Fiora pada Rubby yang menatap pintu dimana Gordon telah menghilang.


"Sudah ayo pulang..kau sudah siap kan,tidak ada barang yang tertinggal kan?" tanya Rubby memastikan bahwa tidak ada barang-barang yang tertinggal di rumah sakit.

__ADS_1


"Tidak ada..ayo pulang" jawab Fiora menggelengkan kepala nya dan menarik Rubby keluar dari ruangan itu menyusul Gordon yang sudah mencuri anak nya.


#


#


"Akhir nya kita sampai.. istirahat lah biar baby Zeifir aku yang jaga" usul Gordon saat mereka telah sampai dan langsung menyuruh Fiora istirahat sementara dia menjaga baby Zeifir.


"Oke aku tinggal istirahat ya..maaf kalau merepotkan.. kalau dia rewel berikan pada ku saja" pesan Fiora karena dia tidak enak harus merepotkan orang lain.


"No problem" balas Rubby tersenyum.


Fiora masuk kedalam kamar nya dan beristirahat..dia masih sedikit merasakan sakit di area inti nya karena mungkin jahitan nya hampir sembuh dan menimbulkan senat senut.


Alhasil Fiora menurut saja tanpa protes lagi karena percuma jika dia protes tidak akan pernah menang..Rubby benar-benar merawat nya layak nya orang yang ber penyakitan sedangkan Gordon,dia benar-benar menyayangi Zeifir layak nya seperti anak nya sendiri..Fiora hanya merasa tidak enak hati jika seperti ini terus.


Jujur Fiora nyaman di dekat Gordon tapi dia tak mau memberikan harapan palsu untuk pria baik itu..batu yang terkena air setiap hari nya saja bisa keropos apalagi hati manusia..setiap hari Gordon tidak lelah untuk mengambil hati nya,bahkan Fiora berkali-kali menolak setiap Gordon menyatakan perasaan nya.


Fiora lama-lama terenyuh dengan sikap kesabaran yang Gordon miliki..dari sejak dia hamil pria itu tak pernah lelah mendekati nya..terkadang dia kena omel dan bogeman Rubby jika mendekati nya..tapi Gordon tak gentar dengan hal itu dia hanya mengatakan hal yang bisa membuat Fiora hampir luluh.


"Jika kau tidak bisa menerima ku sekarang tidak apa-apa..nanti jika anak mu lahir maka aku akan mengambil hati nya dan otomatis kau juga akan aku dapatkan..jika ingin mendapatkan ibu nya maka kita harus mendekati anak nya lebih dulu karena dia juga sudah aku anggap anak ku sendiri"

__ADS_1


Itu lah kata-kata yang Gordon ucapkan yang mampu membuat nya hampir luluh dengan sikap nya dan benar saja setelah anak nya lahir Gordon benar-benar fokus untuk mendekati Zeifir.


#


#


"Tuan besok anda ada acara pertemuan dengan pihak G.Corps" kata sang asisten pada seorang pria yang tak lain adalah Zemi sendiri.


"Hm..aturkan saja ingat apa yang tidak aku sukai" balas Zemi pada sang asisten.


"Baik tuan"


Setelah kepergian asisten nya, Zemi kembali menatap kosong jendela kantor nya..dia memegang ponsel nya dan dia tatap sebuah gambar yang mampu membuat nya bahagia sekaligus sedih.


"Apa kau sudah bahagia di sana nak..Daddy merindukan mu nak..datang lah ke mimpi Daddy agar Daddy bisa melihat mu dan memeluk mu meski hanya dari mimpi" gumam Zemi menatap lekat gambar test pack yang masih dia simpan apik dalam sebuah kotak silver yang dia simpan di brankas milik nya di kamar.


Jika Zemi merindukan sang anak dia hanya bisa menatap test pack yang Fiora tinggalkan di ruangan dalam butik milik Fiora..sungguh hati nya ingin menjerit meluapkan emosi namun dia tidak sanggup..ingin dia memeluk Fiora dan bertanya kenapa dia tega membunuh darah daging nya sendiri tapi kembali lagi emosi nya menguasai diri nya hingga dia tak mau semakin menyakiti Fiora.


Ini juga kesalahan nya yang telah menghianati pernikahan mereka meski tidak sengaja dan terbukti janin Erma bukan lah benih nya tapi tetap saja dia telah tidur bersama Erma..tubuh nya telah kotor hingga dia merasa bersalah pada Fiora.


Di tambah dia tidak mengatakan apa-apa pada Fiora dan malah menyembunyikan semua nya dari Fiora..sungguh kebodohan nya telah membawa kehancuran bagi diri nya hingga dia kehilangan wanita yang dia cintai serta anak nya yang bahkan belum pernah dia lihat sama sekali perwujudan nya.

__ADS_1


"Fio..maafkan aku telah berkhianat di belakang mu..maafkan aku yang telah mengkhianati mu hingga kau memilih pergi meninggalkan ku.. mungkin ini karma ku yang tak bisa jujur akan diriku pada mu..maaf Fio kembalilah aku merindukan mu" kata Zemi pelan memeluk baju Fiora yang masih tertinggal di rumah nya.


__ADS_2