CINTA FIORA

CINTA FIORA
Ep_28.. Menggugurkan


__ADS_3

"Ikut lah dengan ku..untuk surat cerai itu aku ada ide tapi aku tak mau melakukan nya jika hati mu tidak sesuai dengan isi otak mu..aku tak mau kau menyesal di akhir keputusan mu" lanjut Rubby ingin membantu Fiora.


"Aku mau melakukan nya..kau punya cara apa aku akan ikut dengan kata mu" kata Fiora yang sudah yakin dengan keputusan nya untuk berpisah dengan Zemi.


"Kau yakin dengan keputusan mu Fio..aku tak mau kau menyesal di kemudian hari" kata Rubby menatap lekat Fiora dan mencoba menelisik kedalam mata nya.


"Aku yakin..bantu aku Rubby..aku lemah tak berdaya..aku menyerah" kata Fiora yakin dengan yang dia pikirkan.


"Baik lah..begini____" kata Rubby menjelaskan rencana nya dan di setujui oleh Fiora.


"Baiklah aku akan ikuti saran dan rencana mu.. terimakasih atas bantuan nya Rubby..aku benar-benar tidak tau harus seperti apa membalas mu nanti.. Aku ingin segera melakukan nya" kata Fiora bersemangat dengan saran dari Rubby dan ingin segera melakukan nya.


"Baik lah..nanti malam semua sudah siap kau hanya tinggal menyiapkan mental mu dan jangan menyesali keputusan yang telah kau buat" kata Rubby mengatakan bahwa persiapan nya saat malam nanti sudah siap.


Fiora mengangguk dan setuju..dia tak ada pilihan lain lagi selain rencana konyol nya ini..demi bisa terbebas dari Zemi Fiora rela melakukan hal ini..tidak apa-apa yang penting dia bisa lepas dari Zemi.


#


#


Sementara itu Zemi di rumah tengah uring-uringan karena Fiora sampai sore ini juga belum pulang..dia sudah ke butik tapi para karyawan bilang Fiora telah pergi sejak pagi tadi..yang membuat Zemi semakin panik adalah dia melihat test pack di meja kerja Fiora.


Hati nya bahagia dan senang karena mengetahui bahwa Fiora tengah mengandung anak nya..dia teramat bahagia karena akan menjadi ayah..dia menelfon Fiora namun tak di angkat malah ponsel nya dimatikan mungkin.


Dia tak sabar untuk segera mengetahui kebenaran dari benda pipih yang dia temukan di meja kerja Fiora tadi..namun di sisi lain juga dia sedih karena seperti nya dia harus mengkhianati Fiora dengan menikahi Erma meski secara siri karena dia tak menemukan bukti yang bisa membuat nya menang.


Sebulan ini dia sudah bolak balik ke hotel tempat dia dan Erma melakukan hal laknat itu meski dia tak sadar..dia tak menemukan apapun yang ganjil dari rekaman kamera pengawas di sana.

__ADS_1


Bahkan saat di meja resepsionis dia melihat diri nya lah yang mengambil kunci kamar yang telah dia booking sebelum nya menggunakan ponsel nya..bahkan bukti transfer nya pun ada di ponsel nya..dengan masih memeluk pinggang Erma.


Dia juga melihat dirinya merangkul pinggang Erma dengan begitu rapat nya hingga sampai di depan kamar yang dia booking..dia memaksa Erma untuk masuk kedalam kamar itu dan entah apa yang terjadi setelah nya dia bisa menebak nya.


Pembicaraan nya di cafe tadi pagi berkahir dengan kesepakatan bahwa mereka akan menikah siri..dia tak mau Fiora tau kalau dia telah mengkhianati cinta nya selama ini dengan berbuat hal menjijikan itu.


Entah seperti apa reaksi Fiora jika dia tau kebenaran nya..dia tak ingin Fiora memikirkan nya karena dia harus fokus pada anak nya..calon pewaris kekayaan nya..dia tak mau Fiora kenapa-kenapa jadi dia memutuskan untuk merahasiakan hal itu dari Fiora.


Biarlah dia di anggap pengkhianat tapi demi kebahagiaan mereka dia rela..nanti jika waktu nya tepat dia akan menceritakan nya pada Fiora..setelah anak Erma lahir dia akan menceraikan Erma dan tetap membiayai anak itu.


"Maafkan aku Fio..aku laki-laki pengecut yang tak bisa jujur padamu..maaf aku telah mengkhianati pernikahan kita" gumam Zemi merasa telah menjadi orang yang hina.


Malam pun tiba..Zemi masih asik menunggu Fiora di ruang tengah..dia benar-benar khawatir karena Fiora sampai sekarang belum juga kembali dia takut terjadi apa-apa pada Fiora.


Di saat dia tengah menatap beberapa baju bayi di ponsel nya, tiba-tiba ponsel nya bergetar tanda ada yang menghubungi nya..Zemi menggeser tombol hijau di layar nya dan menempel kan nya pada telinga.


"........."


"Apaaa..jangan bercanda?" tanya Zemi dengan wajah pias dan tangan gemetaran.


".........."


"Rumah sakit mana?" tanya Zemi lagi mencari rumah sakit yang di maksud.


".........."


"Baik"

__ADS_1


Tanpa basa basi Zemi berlari menuju mobil nya dan segera melesak meninggalkan rumah menuju rumah sakit yang di maksud si penelfon tadi.


Sepanjang jalan mata Zemi tak fokus dengan jalan..mata nya berkaca-kaca seakan menyiratkan bahwa dia tengah hancur..dia sedang menunggu istri nya kembali tapi yang dia dapat kabar yang membuat emosi nya meledak hingga kesedihan yang terpencar tak lekang dari mata sayu nya.


"Kau jahat Fio..hiks..kau benar-benar jahat jika sampai kau benar-benar melakukan hal itu.. arghhhhhh kenapa kau jahat sekali Fioooooo" gumam Zemi masih berharap agar Fiora tak melakukan apa-apa pada anak nya.


Tak berapa lama kemudian Zemi telah sampai di rumah sakit yang tadi menghubungi nya..dia keluar dari mobil nya dan berlari menuju meja resepsionis untuk menanyakan ruangan dimana Fiora berada.


"Sus ruangan nyonya Fiora ada di mana" tanya Zemi tak sabar untuk segera menemui Fiora.


"Sebentar tuan.....em..ruang melati sebelah ujung lorong dekat ICU" kata si resepsionis menunjukan arah pada Zemi tempat Fiora berada.


"Terimakasih"


Zemi berlari menuju arah yang suster tadi arahkan pada nya..setelah sampai dia bergegas membuka pintu itu dengan kasar hingga membuat suara yang cukup keras dan mengagetkan Fiora dan Rubby.


Brakkkkk.....


"Fio..katakan kalau kau tak melakukan hal bodoh itu kan..katakan sayang..katakan kalau itu hanya bohong hm?" tanya Zemi berjalan mendekati Fiora yang terbaring lemah di atas brankar dengan wajah pucat nya serta memakai pakaian pasien.


"Itu benar" kata Fiora singkat terkesan dingin menjawab pertanyaan Zemi.


"Arghhhhh... arghhhhhh kenapa Fio..kenapaaaaaa ARGHHHHHH..kalau kau tak menginginkan nya kau bisa memberikan dia pada ku..dia tidak bersalah Fio.. arghhhhhh hiks..hiks" teriak Zemi murka lalu meninju dinding ruangan itu hingga tangan nya mengeluarkan darah segar.


Bughhhh.....


"Kau jahat Fio..kau tega menggugurkan janin yang tak bersalah..kau benci pada ku tidak apa-apa tapi jangan kau bunuh anak ku hiks..dia tidak bersalah..kau pembunuh Fio..kau pembunuhhhh.. arghhhhhh" lagi dan lagi demi berteriak kesetanan bahkan jika tidak di tahan oleh Rubby dan dua perawat pria Zemi sudah mencekik Fiora.

__ADS_1


__ADS_2