
Keesokan pagi nya seperti biasa Zizi dan Arick akan mengajak anak-anak untuk berjalan santai di area komplek villa..kali ini Fiora ikut serta dengan Jack juga sedangkan untuk para orang tua mereka memilih berdiam diri di villa menikmati teh pagi.
"Apa kalian sudah siap?" tanya Arick pada ketiga pasukan bocil nya.
"Sudah dad" jawab kedua jagoan Arick bersamaan.
"Tudah Didi" jawab si princess paling cantik kesayangan Arick.
"Oh astaga princess pintar sekali sih..ya sudah ayo berangkat" puji Arick pada princess kesayangan nya lalu menyuruh mereka berangkat jalan-jalan dengan saling bergandengan tangan.
Mereka jalan dengan santai menikmati suasana pagi yang masih segar di penciuman..Fiora dan Zizi jalan di belakang para pria hanya untuk sekedar bergosip ria agar para pria tak mengusik ketenangan bergosip mereka.
Mata Fiora tampak sesekali jelalatan melihat kesana kemari karena baru pertama kali dia melihat suasana seperti ini..tanpa sengaja mata nya menangkap bayangan seseorang yang dia rindukan.
"Zemi" gumam nya masih bisa di dengar Zizi.
"Ka..kau bercanda?" tanya Zizi tampak tak salah dengar.
"Tidak Zi..aku yakin itu Zemi..dia..dia di sana aku melihat nya" ujar Fiora meyakinkan Zizi yang tampak tak percaya dengan apa yang dia gumam kan tadi.
Para pria tampak sudah berada jauh dari mereka jadi tidak bisa mendengar apa yang kedua wanita itu katakan..para pria sedang fokus pada para bocil yang sudah semakin berulah ralat hanya Darrel dan princess Arzya saja sedangkan Darren dia mah kalem.
"Sudah lah ka mungkin kau salah lihat..dia tidak mungkin ada di sini..dia kan di negara X" Zizi masih kekeh tak percaya dengan yang Fiora ucapkan.
"Tapi Zi__" belum selesai Fiora berucap Zizi sudah menutup mulut Fiora dan menarik nya mendekat ke arah para pria.
"Sudah jangan pikirkan dia lagi..jika kalian berjodoh pasti kalian akan bersatu" kata Zizi memotong ucapan Fiora.
__ADS_1
Zizi hanya tak mau Fiora kembali sedih jika mengingat Zemi lagi..jujur dia juga masih kesal dengan Zemi tapi apa boleh buat dia tak bisa melakukan apapun jika itu adalah urusan hati..dia tak mau melihat Fiora sedih jika harus melupakan Zemi tapi di sisi lain dia juga tak bisa hanya membiarkan Fiora terus menerus bersedih karena pria itu.
Mereka memilih menyibukkan diri dengan bermain bersama ketiga bocil.. Zizi membahas mengenai sosok yang Fiora lihat tadi pada Arick..dia ingin Arick mencari tau apa benar yang di lihat Fiora adalah Zemi atau hanya salah lihat semata.
"Sayang tadi ka Fiora seperti melihat ka Zemi.. Aku minta padamu agar mencari tau apa benar ka Zemi ada di sini dan membuntuti ka Fio..aku hanya ingin tau apa niat nya kali ini" ujar Zizi pada Arick setelah mereka duduk di bangku yang ada di pinggir taman.
"Hah.. Zemi di sini..kau serius honey..mungkin dia salah lihat kali" kata Arick berasumsi tak percaya.
"Iya aku pikir juga begitu tapi ka Fiora sangat yakin bahwa dia melihat ka Zemi sayang" Zizi sependapat dengan Arick suami nya namun mata Fiora tak bisa di bohongi.
"Baiklah nanti aku akan mencari tau..sudah biarkan Fio bahagia honey..jika memang mereka berjodoh kau bisa apa karena itu kan sudah takdir mereka" Arick memberi sedikit nasihat untuk Zizi.
"Iya aku juga tau sayang..aku hanya belum bisa melupakan kesedihan ka Fio saat ka Zemi menyakiti nya bahkan terang-terangan berciuman dengan si jallang itu di kantor..sungguh aku sangat membenci nya" ujar Zizi yang teringat cerita Fiora waktu itu.
"Sudah.. sudah..lebih baik kita pulang saja aku tak mau kau banyak pikiran" ajak Arick dan di angguki oleh Zizi.
Berbeda dengan Zemi yang tampak kesal karena melihat betapa Jack dan Fiora sangat dekat..dia kesal dan marah ingin rasa nya dia singkirkan si Jack dari sisi Fiora..dia benar-benar di buat panas tadi.
Dia menghubungi seseorang untuk melakukan sesuatu dengan Jack dia tak bisa berlama-lama melihat Jack dekat dengan Fiora.
"Hallo aku ada tugas untuk mu" ujar nya pada orang di seberang telefon.
"........."
"Lakukan nanti malam karena aku tak bisa menunggu terlalu lama lagi" kata Zemi memberi perintah pada orang yang dia bayar.
Setelah selesai menghubungi orang itu Zemi duduk di sofa dengan kepala menyandar pada sandaran sofa itu..dia memijat pelipis nya yang tiba-tiba berdenyut setelah memikirkan kedekatan Fiora dan Jack tadi.
__ADS_1
"Brengsek.. aku tidak bisa menahan diri lagi untuk hanya diam melihat mereka dekat.. arghhhhhh sialan" ujar nya mengumpat dengan keadaan.
..
..
Siang nya Fiora memilih jalan-jalan ke acara festival musik yang ada di sekitar sana tak jauh dari villa..Fiora tentu bersama Jack.. Jack tidak akan membiarkan Fiora pergi sendirian tanpa pengawasan..bukan takut hilang atau tersesat..dia tak mau kekhawatiran nya terjadi.
"Zi aku pergi dulu ya..kau mau nitip apa nanti?" pamit Fiora pada Zizi.
"Tidak usah ka..kalian hati-hati saja jangan kemalaman pulang nya" pesan Zizi agar mereka tidak pulang terlalu malam.
"Siap adikku..bye"
Fiora dan Jack pergi menuju festival dengan menggunakan sebuah motor Vespa jaman dulu namun sudah di rombak dan di cat lagi agar tak kusam..motor itu milik villa yang memang sudah di siapkan sebagai transportasi jika ingin sekedar menghirup udara segar di sekitar komplek villa.
Sampai lah mereka di tempat festival..acara nya di adakan di lapangan yang sudah di banjiri oleh para penikmat nya..Fiora dan Jack tampak turun dan berjalan menuju area penjual makanan karena tiba-tiba mereka berdua ingin membeli dan merasakan jajanan yang ada di sana.
"Woahhh ramai sekali di sini..makanan nya juga enak-enak..ughhh aku tidak ingin kemanapun" ujar Fiora menanggapi.
"Ck jika sedang makan diam jangan banyak bicara tersedak baru tau kau" Jack mengingatkan Fiora agar tidak bicara saat sedang makan sambil mengacak rambut gadis itu dan membuat si pemilik rambut bersungut-sungut.
Mereka mencoba berbagai jajanan yang ada di sana.. enak-enak dan membuat perut kenyang..mereka mengambil gambar dari arah belakang dengan kamera depan..pose saling merangkul itu membuat hati seseorang seketika mendidih.
Dia melihat interaksi saling suap,saling berbagi minum dan sekarang saling merangkul..sungguh hati nya seketika menjadi panas melihat nya.
"Sialan..awas kau Jack" gumam nya menatap marah pada Jack.
__ADS_1